
Masih dalam suasana memperingati hari Kartini, saya akan mencoba mengangkat sebuah fenomena sosial yang mungkin sekarang semakin nge-trend dan mendapat tempat di hati masyarakat. Yaitu sebuah paket tanggung antara perempuan bukan, laki-laki juga wallohu Alam bishowwab.
Secar teoritis, indikasi sesuatu hal yang menjadi trend dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat adalah dengan penggunaan kata atau kalimat tersebut ke dalam bahasa sehari hari. Misal sejak beberapa tahun belakangan orang menggunakan istilah google, googling, untuk merujuk ke suatu pencarian, contoh “suddently I just google his address in internet ” atau “Le, google no bapakmu neng sawah, konkon muleh, sapine jaluk mangan ” juga bisa. Untuk kata banci sendiri juga sudah mengalami peleburan dan pergeseran arti ke dalam penggunaan kalimat sehari-hari. Banci kini sudah bisa menggantikan kata “suka” atau mungkin “senang”, tentunya dengan kondisi yang tidak formal. Mungkin hal tersebut didasari oleh gambaran seorang banci yang percaya diri, terbuka, tidak malu-malu, apa adanya, tepo seliro dan monggo sedoyo.
Contoh, “Tau gak sich loe, gue dulu banci tampil”, atau “Eh si Titin ternyata banci dandan bok”. Dua kalimat diatas merupakan contoh kalimat yang menggunakan kata “banci”, dan masih banyak padanan kata ataupun frase yang menggabungkan kata “banci” dengan kata yang lain, “banci kasting”, “banci nyanyi”,”banci komen” dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi penggunaan kata banci tersebut harus sesuai konteks, jangan sekali kali menggunakan kata banci untuk nembak pacar dan dengan tololnya anda bilang “dik..aku banci karo kowe”, jadi jangan heran jika hari-hari berikutnya gebetan anda susah dihubungi ataupun malah sudah berpaling ke pelukan lelaki lain (apa coba..).
Dalam dunia jagat pertelivisian, dunia yang hampir tiap hari sengaja atau tidak, mau atau nggak, haram atau halal terpaksa anda ikutin juga. Banci-banci juga seliweran dengan suksesnya mengalahkan ketenaran para artis wanita normal, dan juga lelaki normal. Mungkin secara penyajian sosok banci lebih eye catching ya, sapa yang tidak geli melihat sesosok makhluk kemayu, lebay, dan tampak melebihi tingkah dan polah seorang wanita. Kadang sebagian dari kita lebih suka melihat dan kerasa lebih nendang kalo Aming tampil dengan pakaian ala-ala wanita, lucunya lebih dapet. Tapi apakah banci yang ada di layar kaca itu bener-bener banci atau sekadar tuntutan peran.
Pernah nonton acara Lomba Karaoke Keluarga Artis Lapis Kedua di Indosiar itu? Dan anda pasti suka tertawa atau malah ngetok-ngetok meja ngeliat tingkah polah si komentator bertubuh subur yang biasa dipanggil madam itu. Nah itu tadi pertanyaan saya, apa dia betul-betul banci atau sekedar tuntutan sekenario?. Kalau dari pernyataan si Madam sih, katanya itu banci skenario, alias cuma di tivi saja, kalo di sehari-hari mah tetep beda. Dan jika penonton percaya bahwa dia banci, dengan jiwa wanita yang terperangkap dalam tubuh pria, berarti katanya dia sukses melakoni hal itu, menurut lohh..?. Dengan make up yang menor, bulu mata yang lentik, warna lipstick yang disesuaikan dengan baju, dan gak semua wanita bisa tampil se-begitu-nya, apa itu yang disebut skenario, halo Ibu Muryati Sudibyo, bagaimana menurut anda?.
Ada lagi pertanyaan saya, apa tomboy pada cewek itu sama kesetaraannya dengan banci pada laki-laki?. Mungkin bancinya masih dalam level si cowok lebih ke terlalu feminim untuk ukuran cowok, kurang laki, aura kuli batunya belum keluar, mungkin itu bisa disejajarkan dengan tomboy. Karena banci sendiri macam-macam sih katanya, ada yang cuma sekedar feminim, banci yang sampe berpakaian ala-ala wanita, banci-banci yang di Irian Barat atau mungkin transeksual juga bisa dikategorikan sebagai banci. Dan apa waria dan banci itu sama, mungkin penggunaan banci lebih grounded, lebih bisa ngena (ada tambahan mungkin?).
Kembali lagi ke masalah tomboy versus banci, apakah jika kita pakai istilah banci ke cewek yang tingkat maskulinnya lebih tinggi dari sifat feminimnya itu sama dengan penggunaan kata banci ke cowok. Tapi saya malah merasa seorang tomboy itu suatu collected item yang langka, dan gak sedikit pria menyukai cewek tomboy. Dan apakah itu berlaku pada seorang cewek, agak ilfill juga kalo temen cewek sebelah kita gak ada angin gak ada ujan,ngomong “cowok idamanku, tipe-tipe cowok banci lho…“. Wajar jika dia nantinya punya niatan untuk buka usaha salon bareng dan amat sangat tidak wajar jika dia ngomong begitu lantaran barusan aja liat cowok pake kaos pink ketat sambil nyanyi “Makhluk Tuhan Paling Sexy” dengan gemulainya.
Sebuah kelebihan sifat feminim pada pria bisa jadi dianggap penyakit, tapi mengapa hal tersebut tidak berlaku bagi seorang wanita. Toh belum tentu cowok yang feminim itu orientasi seksualnya sesama jenis, mungkin dia normal. Dan mengapa juga ada sebagian wanita yang memang secara kodrati wajib merawat diri kadang kalo ditanya masalah dandanan, agak kurang mengakui kalo seharusnya wanita harus bisa dandan, suka gengsi, malu kalo ternyata dia suka dandan. Contoh, kebanyakan artis-artis cantik tak terkecuali Mbak Dian, sebelum terjun ke dunia hiburan ngakunya dulu dia tomboy, Luna Maya juga gitu, Sandra Dewi juga, semuanya adalah contoh wanita yang baru saja menemukan kodratnya ketika tahu dan nyadar kalo di kamera mereka cantek dan ayu (kemane aje Mbak..?). Dan apakah dulu juga sebelum terjun di dunia ke-artisan sebelum ditemukan Om Ben Indra Brugman ngaku seorang banci?, apakah sebelum maen Sembilan Naga Fauzy Ba’adilah dulu waktu kecil suka maen rumah-rumahan Barbie. Luna Maya boleh ngomong “Dulu saya tuh orangnya tomboy, suka manjat manjat ” dan apa cewek –cewek gak langsung lemes ketika di interview tentang masa lalunya Christian Sugiono bilang “Gak tau ya, dulu aku orangya pendiem, suka maen boneka, kadang maen salon-salonan ” gubraakkkkkk, bisa-bisa cewek SMA satu sekolah kesurupan. Kalo orang yang nonton pasti berpikiran ” gila ya Luna Maya bisa cantik gini, padahal dulunya tomboy “, apakah anda akan berpikiran yang sama halnya dengan Christian Sugiono ?
Itulah kenapa tidak sedikit pria yang ingin menjadi sosok wanita, because they’re so precious, too adorable. Dan sampai sekarang saya masih memuja seorang wanita, dan jauh dari impian saya untuk mencoba menjadi wanita, karena apa…?. Ribettt…being a women it’s so complicated, sophisticated I guess, bingung besok harus pake baju apa?matching nggak sama spatu?belum lagi acara PMS yang kadang tidak menentu, two thumb up for all women. And I’m still proud of being a man, calon kepala keluarga gitulohhh.
Itulah makanya di suatu stasiun TV ada acara yang berjudul Be A Man, acara reality show yang melibatkan para pria yang berpenampilan keseharian seperti wanita. Dikarantina selama dua minggu di pusat pelatihan militer, para banci, waria dan sebagainya itu, dididik untuk menjadi laki-laki sejati. Dan kemarin saya sempet nonton tayangan perdananya, ya secara mereka juga ngomongnya ceplas-ceplos yang ada juga celetukan lucu. Dan seperti halnya wanita (apa iya ya..) waktu barang bawaannya diperiksa satu-satu, make up kit adalah andalan utama, mungkin motto “tampil cantik di segala medan” betul-betul mereka pegang. Dan juga nama-nama malam mereka lebih dahsyat dan berkelas, contoh ada yang namanya Keisya, trus Tasya tapi nama belakangnya Tamasya, jadi Tasya Tamasya, huwakakkaaa, lucu.
Saya kira postingan kali ini bukan maksud untuk menyinggung siapa-siapa, hanya sekadar gambaran bahwa fenomena banci, entah itu banci instant, banci scenario, banci kaleng, high quality banci, banci bilang rindu, sudah menjadi bagian dari masyarakat, sudah menjadi komoditas dalam industri hiburan. Ada yang merasa diuntungkan dengan kehadiran mereka, ada yang terhibur dan mungkin ada juga yang tersinggung.
Ya, begitulah…ada komentar..?






omaigat…
jadi kamu pingin ikut acara Be A Man Guh????
eiya… kenapa ya, kalo cewek tomboy *mengelus dada* dibilang hebat (kayak saya), tapi kalo banci kesannya aneh gitu…
aku jadi makin yakin kalok kamu ini banci impotenmen Guh…
@chiw : Iya, tapi pas audisi gak lolos..heee, aku bukan banci inpoteinmen, tapi pemerhati..ingat wik pemerhati..
Kalo org Amerika/eropa sana liat orang-orang indonesia sok ributin banci/homo/transeksual tampil di tivi dan dianggap haram,
mungkin mereka akan bilang,… Indonesia adalah Negara Agamis yang paling Munafik di dunia,
buka lah mata dan telinga anda, banci / gay / transeksual or whatever namanya itu ada di sekeliling kita,…mereka adalah kaum minoritas
yang juga butuh pengakuan dan eksistensi, bukan untuk dikucilkan,
saya justru lebih respect sama laki-laki yg brani mengaku bahwa dia Banci, karena berani untuk jujur pada diri sendiri dan lingkungannya
dari pada laki2 banci, tapi ngaku dan beragaya seperti orang normal, Kalo kata bang RHoma,..itu munafik namanya….hehe
salam damai, ^_*