Arsip untuk Mei, 2008

17
Mei
08

Akhirnya BBM Naik Juga

100 tahun kebangkitan nasional, dan genap sepuluh tahun reformasi, kenyataan pahit harus dihadapi oleh bangsa kita. lagi-lagi BBM Naik!

Dengan dalih penghematan APBN dengan mengurangi subsidi BBM maka kenaikan sebesar 30% (maksimum) wajar, dan dirasa worth it dilakukan untuk sebuah nilai 30 triliun yang bisa dihemat dan dialokasikan untuk sektor lain.

Bukan tanpa alasan memang ditengah naiknya harga minya hingga terakhir nyampe 140 dolar perbarel akibat meledaknya pipa minyak di Negeria dan kurangnya pasokan dari China (minyak di China murah-murah paling ya..?), dan juga pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan pasokan BBM dalam negeri, which is lead in to notorious policy, BBM naik, hingga kemungkinan 30%.

Lanjutkan membaca ‘Akhirnya BBM Naik Juga’

11
Mei
08

Suatu Bentuk Protes

Sebenernya postingan kali ini tersentil karena saya baca artikel di Wallstreet Journal (saya kadang-kadang keren ya baca’annya) tentang perilaku para penumpang pesawat terbang yang tidak sesuai dengan tata krama. Ibaratnya gak ada bedanya sama penumpang bus Akas jurusan Kalianget-Banyuwangi yang tanpa AC itu. Satu kalimat yang cukup membuat saya berpikir adalah di sub judulnya “Mess in seat pocket, rudeness proliferate; the revenge motive”.

Nah yang the revenge motive ini tampaknya yang perlu disimak lebih lanjut. Setelah saya baca artikel-nya seribu kali baru ngerti, adanya motif balas dendam itu merupakan suatu bentuk komplain yang ditujukan atas pelayanan buruk suatu layanan jasa, dalam hal ini penerbangan.

Berhubung saya kalau pulang kampung gak perlu heboh-heboh naik pesawat ataupun jet pribadi, dan pengalaman terbang saya masih sangat minim, jadi masih belum sempet merogoh kantong belakang tempat duduk pesawat (saya memilih memperbanyak dzikir daripada tangan ngeraba-raba kantong belakang tempat duduk pesawat). Dan mungkin hal kecil yang agak berbau vandalisme ataupun pengrusakan fasilitas umum yang mengarah kepada timbulnya suatu ketidak nyamanan pada orang lain, ataupun pihak penyedia jasa, bisa jadi maklum bagi sebagian orang. Dulu pas jaman-jaman kampus ada M-Web, pas waktu semester awal, saya sempet meluangkan waktu di warnet terbesar di daerah ITS itu untuk browsing, nyari journal, check email, ngeliat pergerakan saham (padahal friendsteran hee) atau sekedar chatingan sama temen saya yang ada di bilik belakang (maklum anak kampung). Dan tak jarang saya jumpai di beberapa monitor entah tulisan berbau protes ataupun pesan berantai seperti ,

“Internete Lemmoott”
“Komputere Lemot C****k”

Ataupun tulisan vintage macam

“Didik was here”
“Samidin Love Ratmi”

Mungkin yang protes komputer atau internet lemot dengan nulis di monitor bisa dianggap sebagai bentuk protes, tapi kenapa harus sampai segitunya. Kenapa tidak langsung komplain ke pihak yang berwenang (dalam hal ini kalo M-Web ada Mbak berkacamata, sama Mas kumisan mungkin bukan Kapolsek Sukolilo), daripada harus ngerusak barang orang, toh kalaupun fasilitas maupun layanan yang disediakan suatu penyedia jasa kurang memuaskan lama-lama juga akan ditinggal sama pelanggan. Dan apa pula gunanya Customer Care atau semacamnya, mungkin untuk jasa skala warnet layanan custumer care belum tersedia dengan secara ekplisit, belum ada call center yang bisa diajakin curhat dan dimaki-maki buat komplain. Sedangkan untuk sekelas jasa penerbangan bukannya sudah ada.
Untuk bus Akas yang biasa saya tumpangi juga saya gak tau harus kemana kalau komplain, tapi gak sedikit juga yang nyorat-nyoret jok kursi penumpang dengan tulisan “Bise Lemmott”, saya kira kalau dilihat dari siapa pelakunya, yang jelas ia berpendidikan, kenapa;

1. Bawa bolpen kemana-mana
Gak mungkin tukang sayur atau penjual daging bawa bolpen yang selalu siap sedia, kalau saya liat di jok ada banyak bekas sayatan benda tajam sama tulisan dari darah itu lain cerita. Tapi paling tidak pelaku berpendidikan minimal SMU ke atas, atau kerjaan mahasiswa yang suka mudik tiap minggu.

2.Dari susunan kata
Bise lemoot” adalah suatu bahasa slang yang lebih pas diucapkan oleh para muda, bukan bapak-bapak tentara, ataupun pedagang kaen yang habis kulakan.

3.Ngerti mahalnya waktu
Mungkin lebih tepatnya, suka keburu-buru, suka mepet-mepet ngeset waktu. Kalo tulisannya “Bise Lemot” mungkin pelaku adalah mahasiswa yang pengen buru-buru nyampe rumah atau tempat kos, dikarenakan suatu hal, tugas belum kelar, besok dikumpulin, atau nun jauh disana pacar sudah nungguin.

Tapi untuk ukuran bus antar kota dalam propinsi, yang namanya bus AKAS non AC kan ya harus nyari penumpang, emang mau sopir ngebut-ngebut dijalan, mau cepet nyampe tapi bus udah separoh, mau cepet ya silahkan naik pesawat itupun jika bandara di kabupaten anda sudah masuk di jalur penerbangan komersil.

Banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan suatu tindakan pengrusakan suatu fasillitas umum maupun layanan jasa, bahkan yang lebih parah adanya pelumpuhan terhadap suatu fasilitas. Ada istilah yang namanya Ekoterorisme (Ecoterorism), suatu bentuk protes yang dilakukan terhadap suatu fasilitas dengan melakukan pengrusakan, blockade, sabotase ataupun pelumpuhan karena adanya fasilitas tersebut telah mengganggu kondisi alam sekitar. Dan dampak negatifnya juga telah dirasakan oleh masyarakat. Untuk ecoterorism ini sendiri tingkatannya sudah lebih parah, seolah tindakan pengrusakan secara paksa telah terjustifikasi dalam rangka penyelamatan lingkungan dan ekosistem. Dan di Amerika sendiri ada beberapa kelompok yang diincar oleh pihak FBI sehubungan pengrusakan yang telah menyebabkan banyak kerugian walaupun atas dasar penyelamatan lingkungan dan ekosistem. Tapi karena jutaan dolar hilang akibat pengrusakan tersebut, kayak penelitian yang digagalkan, peralatan yang dirusak dan sebagainya. Mungkin ibarat cuma mau nyelamatin kelinci yang jadi percobaan, sampe harus ngebakar gudang dan rumah. Apakah hal ini sama jika kita protes atau komplain atas layanan sebuah jasa.

Jadi intinya, kalau misal anda menjumpai fasilitas umum, atau anda menggunakan layanan jasa dan ada suatu ketidakpuasan, apa cara yang anda lakukan sebagai bentuk protes.

Kalo saya, warnet satu gak beres, ya sudah, jangan harap saya kembali, kalo bus Akas yang saya tumpangi lelet kayak siput, ya ditinggal tidur aja, daripada jalan kaki.

11
Mei
08

Siang Itu

Entah di sabtu pagi yang seharusnya saya nikmati dengan membaca Koran sabtu, dan nonton Wisata Kuliner Spesial agak terganggu dengan kondisi badan yang lemes, tiba-tiba badan meriang. Jadi bawaannya setelah mandi besar di sabtu pagi – yang jam 7 aja matahari sudah ngedor-ngedor jendela- saya cuma tergolek tak berdaya menjadi pesakitan di ranjang kamar.
Beberapa menit kemudian saya agak sedikit terganggu dengan obrolan di luar kamar dengan suara anak kecil yang tingkatan suaranya lebih dari 10 ribu decibel,

+ : “Mbaakk, aku minta uang mau telpon temenku..”
X : “Rannyy…jangan keluar, panassss..”
+ : “Aku mau telepon temenku,telepon hapenya”
X : “Pake henponku aja.., gak usah keluar”
+ : “Gak papa tah, hape temenku lho NOKIA mbak…”
X : ———

Perlu di ketahui hape si Mbak adalah bermerek SE dan hape si Ranny yang merupakah hape hibah dari sang ayah juga bermerek SE, bukan N-O-K-I-A.

Jadi analisa saya sementara nelpon ke NOKIA pake SE menurut anak cewek kelas 4 SD yang suka nyanyi “Wonder Women” itu lebih mahal daripada tarif nelpon ke Arab pas musim haji.

Saya hanya bisa meraba jidat yang kayaknya makin panas,

Jadi nih para operator seluler boleh aja gencar promo lewat iklan, dari yang kawin sama monyet, kambing, bibir doer, gak ada tapi, sampe menjadi GSM yang baik. Tapi tampaknya masih ada konsumen yang belum paham masalah tarif perteleponan lewat henpon, tolong perhatikan konsumen kecil seperti sepupu saya Ranny. Walaupu masih SD tapi dalam hal pemakaian pulsa, dan komunikasi via SMS kadang bisa mengalahkan sang Ayah. Kan lumayan daripada perang iklan yang sudah mulai terang-terangan, dan agak gak kreatif menurut saya, mungkin bikin iklan tentang informasi dunia telepon seluler, dengan Amanda sebagai bintang iklannya, lumayan lho, konsumen kayak Rani ini gak sedikit.

Yang pake SE sapa..? sini saya telepon!

01
Mei
08

Guruku, Guruku

Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional, maka sudah sepantasnyalah saya memberikan penghormatan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang tak lain tak bukan adalah seorang yang bernama guru. Walaupun cita-cita saya kelak bukan menjadi seorang guru, tapi paling tidak saya punya pengalaman dalam hal mengajar, walaupun itu hanya privat, dan lebih tampak seperti curhat sambil belajar yang diselingi obrolan seputar musik, film, makanan, baju, tips kesahatan dan etika pergaulan (maklmum buku pegangan mengajar saya tabloid NOVA). Namun profesi guru ini tidak pernah sepi peminat dan bahkan cenderung semakin banyak, mungkin idealnya jumlah guru di Indonesia harus banyak ya, paling tidak satu banding sepuluh (satu guru membimbing sepuluh siswa) itu baru ideal. Akan tetapi hal tersebut juga berdampak pada tingkat kesejahteraan guru, terutama para guru honorer yang belum menyandang gelar PNS, banyak guru yang sudah mengabdi puluhan tahun tapi belum diangkat jadi PNS, belum lagi proses pengangkatan guru sekarang terbilang sulit, sulit dalam artian bahwa ya memang persaingannya ketat, bukan masalah ada oknum yang kongkalikong dalam proses pengangkatan CPNS tersebut (ya, kalo itu wallahu alam). Wehh, ini anda tidak sedang membaca kolom editorial kompas edisi guru ya, masih diblog yang sama dengan si empunya yang sama.

Ya sudah, biarlah dalam keluarga saya cukup Ibu saya saja yang jadi guru, paling tidak cap bahwa anak guru itu pintar, cerdas, berprestasi dan percaya diri sedikit terbukti. Membahas masalah praktek per-guru-an dan segala macam rupanya, saya punya banyak pengalaman pahit dengan guru-guru terutama SMA dan terakhir masa perkuliahan (dosen itu guru bukan sih..?apa karena cuma beda tempat sama title saja..?). Entah kenapa saya selalu bermasalah dengan guru wanita, Ibu guru lebih tepatnya, dan saya merasa Ibu guru itu lebih bikin sport jantung, dan panik mendadak dari pada Bapak guru. Terlepas bahwa Ibu guru adalah salah seorang guru yang menyenangkan menurut saya, lebih banyak ngobrolnya, dan saya cocok dengan metode pembelajaran BELAJAR SAMBIL MENGOBROL, kayak cepet nangkep gitu (obrolannya yang cepet ditangkep, materinya entahlah). Sepertinya metode ini tidak gampang bikin jenuh penghuni kelas, karena sifat alamiah seorang wanita adalah seorang pengobrol yang baik, maka tidak heran dari satu setengah jam pelajaran, 45 menit diisi dengan obrolan yang berkaitan dengan materi, 30 menit kurang adalah materi, dan sisanya adalah obrolan ringan seputar kehidupan pribadi beliau. Kayak, harga bawang di pasar induk, seputar Betty La Fea, seputar pembantu dirumah, sang anak yang pintar nan membanggakan, serta mungkin hal yang tidak terlalu signifikan dibawa ke kelas yaitu menggosipkan guru laen (Ini bukan Ibu Guru Matsuzaka di kelas Matahari ya).

Nah beberapa pengalaman yang cukup thrilling berikut masih berkenaan dengan Ibu-Ibu guru saya yang amat sangat saya hormati itu.

Lanjutkan membaca ‘Guruku, Guruku’

01
Mei
08

Movie Review : Memento and City of God

Kali ini saya akan mencoba mereview beberapa judul film yang baru-baru ini saya tonton. Sebenernya bukan film baru, tapi saya pikir dua film ini cukup worthy to watch. Film yang saya dapet dari koleksi-nya Sanyoto, salah satu teman saya yang punya selera film yang cukup bagus (heee..), and these two movies are awesome.

Memento

Film yang disutradari Christoper Nolan (Imsomnia, Batman Begins dsb), merupakan adaptasi dari cerita pendek buatan sodaranya Jonathan Nolan yang berjudul Memento Mori. Dibintangi oleh Guy Pearce, yang sempet awalnya ditawarkan ke Brat Pitt, tapi gak jadi karena terhambat masalah schedule serta minimnya budget untuk membayar honor seorang actor kategori A.

Yang bikin saya menganga adalah alur ceritanya yang unik, harus disimak baik-baik, saya nonton pertama kali aja, masih tanya ke Sanyoto, “Tok, yang bunuh istrine jadine sopo?”. Tapi itu hanyalah permainan kronologis scene per scene-nya saja, tapi buat ukuran seorang saya yang nonton The Simpson Movie harus dua kali baru ngerti, itu menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Cerita yang sebenernya menurut saya beralur mundur, maju dikit, mundur lagi itu menceritakan sosok Leonard Shelby, seorang mantan agen asuransi, yang menembak seseorang yang ia anggap pembunuh sang istri. Leonard sendiri menderita anterograde amnesia , sebuah penyakit yang ia derita setelah tragedy pemerkosaan dan pembunuhan sang istri. Leonard gak bisa mengingat hal-hal baru yang baru ia alami, semuanya langsung lupa, baru kenalan sama orang beberapa menit kemudian ia lupa. Maka jalan satu-satu adalah merekam segala sesuatunya dalam sebuah catatan, mulai dari photo Polaroid, hingga bikin tato di badan yang berisi semua record yang berhubungan dengan pelaku pembunuhan sang istri.

Scene pertama ditampilkan Leonard (Guy Pearce) menembak Teddy seorang yang akhirnya diketahui sebagai polisi dan karena Lenny menganggap bahwa Tedyy lah yang membenuh sang istri maka aksi penembakan terhadap Tedy menjadi awal cerita. Kemudian alur kembali mundur dengan menampilkan awal cerita sebelum Lenny (Leonard) membunuh Teddy. Kemudian scene berlanjut dengan dua versi, grayscale dan coloured, grayscale merupakan tampilan narrative ketika Lenny melakukan percakapan melalui telpon dengan orang yang tidak dikenal di sebuah motel tempat dia menginap. Sementara coloured scene menampilkan cerita kronologis secara mundur, like what I’ved said lil bit confusing at first, maju, mundur dikit, maju dikit lagi, yang punya migrant tidak disarankan nonton film ini. Daripada di tengah-tengah film anda mimisan.

Tapi itu yang membuat film ini seru dan menarik, hingga akhirnya kita tahu awal mula kenapa si Lenny tinggal di Discount Inn, tak lain tak bukan adalah saran dari si Teddy. Dan berikut mobil serta pakaian yang lenny pakai, adalah baju pengedar narkoba yang ia bunuh di sebuah gudang, tapi karena si Lenny tidak bisa menyimpan memory baru, harus insert new disk, maka semuanya jadi sebuah cerita baru bagi Lenny. Dan sampai akhirnya ia ngobrol ngalor ngidul dengan seorang penelpon di kamar motelnya, menceritakan seorang bernama Sammy Jankis yang juga menderita penyakit yang sama dengan Lenny.

Lanjutkan membaca ‘Movie Review : Memento and City of God’




Smile

Cartoon of me

Disclaimer

Blog ini ditulis dengan penuh kepolosan, kesantunan, tidak ada hate speech, tidak ada unsur sara (suku, ras, Agama, akademik (nilai kuliah, IPK dan sebagainya), dan tanpa mewakili suatu partai politik ataupun ormas terstentu. Blog ini adalah personal blog yang isinya gak terlalu penting (ya kalau ada yang penting itu bonus buat anda). Saya masih belajar, dan terus akan belajar, karena dalam Hadist juga disebutkan, belajarlah sampai ke negeri China. Bahkan footer buku sinar dunia selalu ada. Blog ini juga tidak menyediakan download lagu-lagu gratis, ataupun video mpeg,3Gp dan lain sebagainya. Jadi bagi anda yang kecewa karena gak sengaja nge-klik, tau nge-link ke sini ya mohon maaf. Jadi selamat menikmati, sajian sederhana dari saya. Just Feel like Home

A Random Holy Verse

Yang Nyasar

  • 27,056 Orang

Hari-hari penuh ide

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My Bloglog