
100 tahun kebangkitan nasional, dan genap sepuluh tahun reformasi, kenyataan pahit harus dihadapi oleh bangsa kita. lagi-lagi BBM Naik!
Dengan dalih penghematan APBN dengan mengurangi subsidi BBM maka kenaikan sebesar 30% (maksimum) wajar, dan dirasa worth it dilakukan untuk sebuah nilai 30 triliun yang bisa dihemat dan dialokasikan untuk sektor lain.
Bukan tanpa alasan memang ditengah naiknya harga minya hingga terakhir nyampe 140 dolar perbarel akibat meledaknya pipa minyak di Negeria dan kurangnya pasokan dari China (minyak di China murah-murah paling ya..?), dan juga pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan pasokan BBM dalam negeri, which is lead in to notorious policy, BBM naik, hingga kemungkinan 30%.






Yang Ikut Prihatin