Saya memang gak jago untuk beberapa hal, dan saya juga mengakui sepenuh hati dan siap diarak kekelurahan karena mungkin saya termasuk salah satu dari sedikit manusia yang berwujud pria yang sampai detik ini gak nonton salah satu pertandingan piala EURO, oke, final janji nonton, masih lama kan final-nya *catet di agenda*.
Tapi saya gak terima kalau untuk hal yang satu ini sampai-sampai dikalahkan oleh seorang bocah cewek 10 tahun kelas 4 Moon (nama kelas yang lucu tapi aneh, tapi serius lho itu nama kelas SD jaman sekarang), anak SD yang tiap pagi harus melakukan drama tiga babak dengan sang Bunda dengan narasi “kalo tidur jangan kemaleman”, dan berujung kepada sebuah antiklimaks, bangun siang dan telat berangkat.
Di sebuah minggu pagi yang lumayan enak karena tumben-tumbenan mendung, dan memang sangat pas untuk melakukan ritual leyeh-leyeh sambil baca koran pagi. Dan seperti biasa Si Rany (sebut saja begitu) mulai maenan komputer di kamar saya sambil ngecek-ngecek taneman virtualnya di Plant Tycon, tiba-tiba saya dikagetkan oleh pertanyaan yang cukup menohok,






Yang Ikut Prihatin