Punya sense of competitiveness yang tinggi mungkin memang perlu, paling tidak itu merupakan suatu langkah yang baik mengejar cita-cita dan harapan yang lebih gemilang. Tapi bagaimana ketika sebuah rasa bersaing itu terjadi setiap detik, tiap waktu. Bahkan sudah men-cover segala bidang, termasuk IPOLEKSOSBUDHANKAM RATA.
Bahkan rasa bersaing tersebut sudah mencapai level tinggi, sudah parah, bahkan lebih ke adu congkak dan sombong antara dua insan yang sedang ranum-ranumnya. Dua pemuda ini gak hanya sombong-sombongan kerjaan siapa yang paling slesei duluan, paling berat, paling susah, paling ringan, bahkan adu sombong yang gak penting laiinya. Misal disuatu kesempatan, gak ada angin gak ada ujan si Congkak dan Si Sombong ini tiba-tiba ngobrolin masalah kangen masakan rumah.
Si Congkak : “ehh, aku kangen masakan Ibuku koen”
Si Sombong : “Iyo, aku pisan, biasae Ibuku masak pizza”
Mungkin anda menebak perbincangan akan berlanjut ke adu gengsi, Ibu siape yang masakannya mendekati menu ala carte restoran bintang lima, ataupun mbok’e sopo sing pagi-pagi sudah bakar tenderloin impor buat sarapan. Tapi pembicaraan secara tak terduga akan melenceng seperti ini,
Si Congkak : “Ibuku paling masak ikan teri asin, ambek tempe tok”
Si Sombong : “iyo, ibuku paling mek masak krupuk, ambek sambel tok”
Si Congkak : “Ibuku paling masak nasi aking,”
Si Sombong : “aku paling makan cuman dua hari sekali”.
Nah kan, yang awalnya tampak obrolan dua orang pemuda yang cuma kangen masakan rumah, tiba-tiba tampak seperti obrolan dua anak gembel yang memang butuh jatah raskin.
Atau perbincangan yang awalnya sebuah keinginan sederhana seorang lugu yang mau beli mp4 habis gajian entar, tiba-tiba yang satu nyaut mau beli motor baru, satu nyau lagi mau DP Innova, satu gak mau kalah mau beli rumah, dan akhirnya pertikaian berakhir setelah salah seorang mau beli gedung tempat ia bekerja.
Kadang obrolan si congkak dan si sombong ini kayak dua anak muda yang punya nama belakang Bakrie dan Soeharto. Tapi bisa jadi berubah profilnya menjadi dua manusia yang hampir-hampir mirip ceritanya di acara Kejamnya Dunia.
Suatu ketika si Sombong dua minggu yang lalu gak keliatan masuk kerja, dan gak lama si Sombong ini meng-sms si Congkak dengan obrolan seperti biasa.
Eh y opp kabre *****?aq ad tgas survey.sekalian ta’aruf neng mlang cak.
**** : Nama tempat si Congkak dan si Sombong bekerja saat ini.
Si Congkak pun membalas sesuai dengan pertanyaan dan bahkan informasinya kalau perlu ditambahkan dan penuh hiperbola.
Mboh,mejamu saiki dtmpti ank bru,orngny lbh pnter,anake nglanjutin kerjaanmu kmrin.mending sesk gak ush msuk cak.iy bsok aq jg gk mask,dsruh ngnterin gambr ke malysia.
Oke, let me simplify this, keduanya baru 5 bulan kerja, dan tidak mungkin dua bocah kukuruyuk bau kencur disuruh survey proyek, sendirian pula.
In the following week giliran si Congkak yang gak masuk, di hari yang sama,
Maka seperti biasa sms-an adu sombong keduanya tetep berjalan, yang pertama nanya kabar tempat kerja tentunya. Dan seperti biasa jawabannya akan sperti ini,
Mjamu ng **** ws g ono mlahan.tak tkokne jare dgwo ke gdung anyar,dipke arek lio.
Kemudian si Congkak membalas,
Aq saiki lho srvey neng Malaysia
Si Sombong kembali membalas
Eh Malaysia sblh endi.aq engko sore ape ke brngkt ke swedia tp transit ng kuala lumpur dsik.Koe neng kampong endi engko tak parani.
Si Congkak membalas lagi.
Aq neng dupak,awkmu teko bndara kuala lmpur numpk bison neng joyoboyo trus oper lyn p mudun DTC,aq cedek kono.lha kok ndadak cak ke swediane?wes entuk majikan tah?
Gak lama, Si Sombong membalas
Iyo cak,Dadi critane ngene.para knsltan ### anyr iku dkrim mrono untk platihan sgkt slm 2 hari,smua biaya ditanggung.aq yo g ngerti nek trnyta visa gwe mrono iku wes diurus phk #### sejk aku dftr. Dadi aq tgl bdal tok engko.
#### : adalah sebuah bisnis baru yang ditekuni si Sombong, entah kena gendam dimana dia bisa ikut begituan. Hee.
Si Congkak gak mau kalah
Aq yo ngono cak mau isuk,tangi turu tibae enek wong loro dempal nggotong aq neng mobil kntainer,trus aq didukno neng tmpt asing,pas tko wong liwat e jarene wes neng malysia.
Obrolan diatas agak mirip ludrukan memang, tapi itulah yang terjadi. Hari-hari si Congkak dan si Sombong dilewati dengan penuh persaingan, mirip dengan Mayangsari dan Halimah. Gak hanya adu materi, kepandaian, empati, kerja keras, tapi juga perasaan. Tsaahhh…
Doohhh, begini tiap hari bisa gampang kena asam urat gak ya?






OOT : He mas, aku kok suwi suwi sungkan yo, kalau menengok kolom comment di sebelah kanan *sambil melirik dan menghela nafas panjang*
isinya foto jidatku kabeh, .ada enam. .dari 15 foto. . .
kok sawangane aku terlalu obsessed sama blogmu. .keeee. . .
btw, aku komen satu lagi dapet souvenir cantik yah. .
Healah….. jadi kerja tiap hari cuman gitu-gitu ajah? *sambil mengelus dada*
@indrapamungkas : Noww..you’ll find your forehead and my face only, what a great blog, needles to say…hwakakaaa..ntar tak kasih stiker, pasang di mobil ya mas..
@Gedungbaru : Hwakaaaakaaa…ya ketahuann.., tapi kita lho masih professional..makanya gak mau pindah ke gedung baru..hee
yang ada tensimu naek Guh…
sudah periksa kadar gula darah belom?
*komen ngaco anak kecil usia belasan*