Arsip untuk Juli, 2008

13
Jul
08

Syekh Abdul Qodir Jailani

Syekh Abdul Qodir al Jaelani (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al Jaelani). Lahir di Jailan atau Kailan tahun 470 H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani atau juga al Jiliydan.

Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein al Farra’ dan juga Abu Sa’ad al Muharrimi.

Syeikh Abdul Qadir al Jailani adalah seorang yang diagungkan pada masanya. Diagungkan oleh para syeikh, ulama, dan ahli zuhud. Beliau banyak memiliki keutamaan dan karamah. Tetapi, ada seorang yang bernama al Muqri’ Abul Hasan asy Syathnufi al Mishri (nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Yusuf bin Jarir al Lakhmi asy Syathnufi) yang mengumpulkan kisah-kisah dan keutamaan-keutamaan Syeikh Abdul Qadir al Jailani dalam tiga jilid kitab. Al Muqri’ lahir di Kairo tahun 640 H, meninggal tahun 713 H. Dia dituduh berdusta dan tidak bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir al Jailani. Dia telah menulis perkara-perkara yang aneh dan besar (kebohongannya).

Karya beliau, antara lain, al Ghunyah Li Thalibi Thariqil Haq, Futuhul Ghaib. Murid-muridnya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasehat dari majelis-majelis beliau. Dalam masalah-masalah sifat, takdir dan lainnya, ia berpegang dengan sunnah. Beliau membantah dengan keras terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah.

Sumber : wikipedia

Itulah sedikit informasi singkat mengenai sosok Syekh Abdul Qodir Jailani, seorang ulama Islam. Informasi ini sebenernya hanya sebatas untuk konsumsi pribadi saya semata, dan dalam upaya mencoba mengulik lebih jauh siapa dan bagaimana beliau.

Tumben?

Lanjutkan membaca ‘Syekh Abdul Qodir Jailani’

13
Jul
08

Telpon Gratis

Ohhh, Tuhan tolonglah hambamu ini, cukup sudah ada cewek nyasar nelpon yang mengira saya Teguh Sanyoto, peserta prajabatan dari Jember. Cukup pula ada cowok ngaku polisi yang tiba-tiba gak ada petir, gak ada pemadaman bergilir, dan belum pula gunung es di kutub utara mencair, mak bedunduk bolak-balik miskol dan nelpon dengan sedikit mengancam saya untuk nggak nelpon dan ganggu pacarnya lagi. Naudzubillah, mas..cantik banget ya pacarnya.

Dan kejadian terakhir semalam semakin menguatkan hati saya bahwa perang promosi telpon GSM nggak selamanya nyenengin, buat saya malah nyebelin, mengganggu, bikin emosi, sakit, sakit ati saya.

Seperti biasa saya selalu ngeset alarm hape di sekitaran jam 2 dini hari, dengan pengulangan setelah satu jam berikutnya. Niatnya sih biar terjaga di sepertiga malam dengan lantunan lagu-lagu pavorit yang di set jadi alarm. Bahkan di hape saya dulu, 3 lagu sekaligus saya set sebagai alarm signal full track, Blurry -nya Puddle of Mud, Haven – Say Something, dan terakhir bergoyang dengan Dancing In The Moonlight-nya Toploader, norak memang. Tapi bagaimanapun dan serancak apapun lagu yang dijadiin alarm, jarang saya langsung melek, ke kamar mandi ngambil wudhu’ trus sholat malem. Yang ada saya sedikit ngulet, dengerin tuh lagu sampe habis, dan akhirnya hanya terdengar sayup-sayup karena memang kelopak mata sudah susah buat diangkat.

Oke, what happened last night?

Lanjutkan membaca ‘Telpon Gratis’

13
Jul
08

Michael Buble, I’am Home

Judulnya memang bukan membahas tentang Michael Buble, tapi bingung mau ngasih judul apa’an. Mau ngerapel postingan.

I was back at home couple days ago, intinya sih kangen rumah, karena saya terbilang paling irit kalau masalah pulang kampung. Biar kata cuma 3 jam-an dari Surabaya dan bisa ditepuh dengan motor (kalau mau), buat saya perjalanan tiga jam di atas bus akas, desel-deselan dengan penumpang yang mungkin juga punya tujuan dan harapan sama dengan saya, serta sajian VCD dangdut koplo OM Palapa yang diputer sepanjang perjalanan adalah suatu kejadian yang langka.

A lighter note : Bus yang saya tumpangi pas pulang ke Pamekasan dan balik ke Surbaya memutar VCD yang sama, persis, bahkan kalau tuh VCD diputer sekali lagi saya bisa apal semua lagu.

Im just wondering that some classic dangdut songs mostly tell about, affairs,cheating, divorce, happy family, and another hits called “steril” a.k.a mandul.

Terlepas dari lagu dangdut yang mengiringi kepergian dan kepulangan saya kemarin, tapi ada misi yang lebih penting, amanh dari Pak Ketua Panitia Reuni Fauzan R Absari. Bahwasanya saya harus rapat dengan beberapa panitia reuni, ya secara di rumah cuma dua malem, maka kepulangan saya seolah gak berasa apa-apa. Siang sampe sore ketempat Chaca sang sekretaris buat rapat, bersama Pipit Wakil (Koordinator Sie Konsumsi), Heri (pembantu umum kayaknya), plus Kholik yang pulang duluan karena kita telat keterlaluan hingga dua jam lebih. Malemnya onlen di warnet yang jauhnya 6 kilo dari rumah, ngereview hasil rapat dengan temen-temen yang lain, sampe malem, dan diusir sama penjaga warnet karena jam 10 harus tutup. Canggih ya, kita berasa lagi di iklan internet masuk desa.

Dan walhasil 4 pejuang ini mencoba memutuskan apakah kita mengungsi dulu ke Rengasdengklok atau langsung merebut kemerdekaan dari Kumpeni.

(dari kiri-kanan, Sayuti Melik, Fatmawati, Sukarni dan Istri-nya Laksamana Meida)

Dan yang masih saya rasakan hawa panas terik menyengat kota Pamekasan tercinta, plus banyak bangunan baru ber-arsitektur cukup modern (compared with same old buildings), seperti perpusda, kantor pajak atau apa gitu saya lupa.

Nah yang saya lewatkan adalah makan Campur Lorju’, campur lorju’ adalah sejenis makanan berkuah, mirip soto ayam madura, tapi isinya lorju’, susah digambarkan.

Lorju’ itu adalah sejenis kerang, bentuknya mirip planaria, rasanya kenyal jika direbus, kebanyakan dimasak tumis atau digoreng kering. Hidupnya di dalem pasir dan bercangkang, biasanya campuran “Campur” ini selain lorjuk adalah tiram tapi dibandingkan tiram saya lebih suka lorjuk. Menurut saya tiram rasanya eneg, pernah ibu saya masak sup dicampur tiram plus bihun, yang ada bukannya mak nyus, perut kayak mual dan jakpot tidak bisa ditahan hee.

Karena saya cari gambar lorju’ di google gak nemu, jadi mungkin gambarannya kayak gini si Lorjuk Markojuk itu tadi (nama latinnya apa’an yahh..?).

(ini gambar planaria, agak mirip, kalo lorjukagak gemukan, apa mereka sodara?)

Pulang balik ke Surabaya, serasa berat, berat karena harus 3 jam-an lagi ngangetin pantatdi atas bus, 3 jam dengan VCD dangdut, 3 jam dengan angan-angan sambil menerawang “kapan ya saya bisa beli bus akas sendiri”.

(berasa kayak Leonardo D’Caprio hee..)




Smile

Cartoon of me

Disclaimer

Blog ini ditulis dengan penuh kepolosan, kesantunan, tidak ada hate speech, tidak ada unsur sara (suku, ras, Agama, akademik (nilai kuliah, IPK dan sebagainya), dan tanpa mewakili suatu partai politik ataupun ormas terstentu. Blog ini adalah personal blog yang isinya gak terlalu penting (ya kalau ada yang penting itu bonus buat anda). Saya masih belajar, dan terus akan belajar, karena dalam Hadist juga disebutkan, belajarlah sampai ke negeri China. Bahkan footer buku sinar dunia selalu ada. Blog ini juga tidak menyediakan download lagu-lagu gratis, ataupun video mpeg,3Gp dan lain sebagainya. Jadi bagi anda yang kecewa karena gak sengaja nge-klik, tau nge-link ke sini ya mohon maaf. Jadi selamat menikmati, sajian sederhana dari saya. Just Feel like Home

A Random Holy Verse

Yang Nyasar

  • 27,056 Orang

Hari-hari penuh ide

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

My Bloglog