Kalau melihat berita di tivi seputar sosialisasi pemilu, bukan tidak mungkin masih banyak masyarakat kita yang kurang ngeh gimana proses pencontrengan serta pernak-pernik seputar pemilihan umum nanti.
Jangankan cara mencontreng, pemilu jatuh tanggal berapa mungkin masih ada yang belum tahu. Bagi mereka yang sudah punya akses informasi tanpa batas bisa tinggal buka internet, buka situs KPU, baca Koran ataupun liat berita di TV.
Nah masalahnya gak semua penduduk Indonesia punya akses internet, tiap pagi baca Koran, anteng liat metro tv, atau mungkin yang kadang tidak kita pikirkan adalah ada yang memang butuh cara yang sedikit lebih bijak untuk paham dan akhirnya menikmati pesta demokrasi ini.
Iklan radio, iklan tv ataupun poster-poster tentang pemilu kayaknya kurang bisa meng-endorse mereka yang buta huruf, mereka yang suka bête liat iklan pemilu, mereka yang apatis, mereka yang sudah punya rencana tanggal 9 April mau tiduran di rumah, ataupun para pemilih pemula yang bakalan nge-mall daripada ikutan nyontreng (mall buka nggak tanggal segitu..?). Dan itu jumlahnya bennyakk, wuakehh, seabrek.
Kalau teknik sosialisasi seperti di atas nggak tepat sasaran, gimana dong..?. Jangan khawatir dan jangan bimbang, kenapa tidak menggunakan sinetron untuk mensosialisasikan proses pemilihan umum yang LUBER ini. Iya, sinetron, itu lho yang ada cewek cantik, cowok sok ganteng trus yang cowok selingkuh, yang cewek akhirnya jatuh miskin karena diusir dari rumah, dan mati dilindes truk (ya kayak gitulah ya).
Mungkin alangkah baiknya KPU dan pemerintah bekerja sama dengan beberapa production house untuk memproduksi sebuah tayangan yang lebih informative dan mendidik.
Dan kalaupun mereka kesulitan untuk memulai produksi sinetron yang baru, kenapa tidak sinetron striping dengan rating tinggi itu mulai memuat cerita seputar pemilu mulai dari sekarang hingga tanggal 9 April nanti.
Kira-kira Sinetron-nya kayak gini
Misal di sinetron Cinta Fitri season 3 dimana si Teuku Wisnu (TW) dan Shireen Sungkar (SS) satu frame dalam episode “Farel Harus Nyontreng”
TW : “Fitri, minggu depan aku ada tugas di luar kota, kamu baik-baik ya di rumah”
SS : “Tapi Farel, minggu depan kan pemilu, kamu nggak mau nyontrenggg…?”
TW : “Apppppaaaaa……PEMILU” (Wajah Teunku Wisnu di Close Up, musik pengiring film horror)
SS : “Iya Farel PEMILU, nggak aku nggak hamil kok tenang aja, kamu nyontreng ya….”
TW: “Tapi Fit, ini tugas dari kantor, aku harus bertanggung jawab..”
SS: “Farel, kamu tega ya, mentang-mentang sudah kaya, hidup mapan, trus kamu mau ngorbanin gitu aja kesetiaan aku sebagai istri, kamu mikir dong Rel, gimana kalo kamu pergi trus nggak nyontreng, aku bisa sendirian di rumah, disiksa sama mama kamu yang jahat itu…”
TW : *jambak-jambak rambut sendiri*
SS : “Sekarang kamu pilih, kita cerai atau kamu nyontrengg…”
Dan akhirnya Farel pun nyontreng di Pemilu nanti, mereka pun gak jadi cerai. Penonton pun bisa tahu bahwa menggunakan hak suara di pemilu sama halnya mempertahankan keutuhan rumah tangga. Intinya sih, mau nggak mau anda harus nyontreng.
Atau gimana cara kita untuk mensosialisasikan bahwa money politik itu dilarang, bisa juga dipakai dalam salah satu episode sinetron Alisha, itu lho sinetronnya Alisha Subandono dan Christian Sugion.
Berhubung saya nggak tahu mereka di senetron pake nama apa, jadi saya pake nama Icha dan Sugik aja.
Icha : “Sugik, aku butuh duit untuk pengobatan papa aku..”
Sugik : “Kamu tinggal nyebut aja Cha berapa, kamu kan calon istri aku, jadi wajar dong kalo aku nolong kamu”
Sugik : (Ngeluarin dompet) “Kamu butuh berapa, 20 ribu, 50 ribu…?”
Icha : “Nggak Gikk, papa aku sakitnya jantung, bukan sembelit, jadi aku butuh 10 juta untuk operasi..”
Sugik : “Apppppaaaaaaa….10 jutaaa….?” (wajah Christian di close up, musik pengiring masih horror)
Icha : “Jadi kamu nggak mau nolong aku, pacar kamu ini, kamu jahat Gik, kamu sama aja dengan cowok lain, kalo gitu lebih baik aku mati..aku mau bunuh diri”
Icha mulai ancang-ancang loncat dari lantai 35 (entah kenapa kok mereka tiba-tiba ada di lantai 35)
Sugik: “Ok..Icha, stop, jangan loncat plisss, aku memang salah, ini aku ada uang 20 juta, kamu bisa pake buat operasi papa kamu, tapi ada satu syarat”
Icha: “Apa saratnya..?”
Sugik: “Kamu harus pilih papa aku sebagai anggota legislatif dari Partai Peduli Bulan Bintang Berguguran (P2B3), nomer urut 3, daerah pemilihan Kalimantan Tengah…”
Icha: “Nggak gik, aku nggak bisa, aku punya hak suara, dan itu terserah aku mau milih siapa, money politic itu nggak fair Gik, itu curang, lagi pula aku kan milihnya di Jawa Tengah bukan Kalimantan Tengah…”
Icha: “Jadi aku lebih baik mati daripada harus menerima uang suap..”
Sugik: “Ichhhhaaa……tidaaaakkkkkk”
Brrrrraaaakkkkkkkkk….bruuuukkkk…cpreeeeetttt…tulat…tuliiiittt…tulattt..tuliiitt.
Tulat tulit maksudnya suara ambulan (cepet dateng ya ambulannya).
Dan Icha pun sukses loncat dari lantai 35, Sugik menyesal karena telah menodai cinta mereka yang telah mereka bina selama belasan tahun. Sugik sadar bahwa money politik itu bisa menyebabkan kematian.
Untuk TKI dan TKW dari luar negeri ataupun para asisten rumah tangga bisa menggunakan salah satu sinetron yang ada di Indosiar dibintangi Titi Kamal, kata temen saya kenapa sintron itu berbahasa Arab karena diceritakan si Titi Kamal jadi TKW di Arab. Pas banget kan..?
Judulnya adalah Muslimah, dengan Episode “Imah Minta Ijin Nyontreng sama Juragan”
Imah : “Assalamu alaykum?”
Juragan : ”Wa’alaykum salam, …”
Imah: “Ana..bla…bla..blaa…*bahasa Arab*
Juragan : “Loe ngomong apa’an sih, kesambet lagi ..?
Imah: “Nggak tuan, aye habis pulang pengajian, barusan ada yang ngajarin bahasa Arab, trus besok aye mau ijin pulang kampung, mau nyontreng tuan..”
Juragan: “Ya udeh ati-ati..”
Imah: “Ehhmm udah gitu aje nih tuan..?, aye mau minta ongkos buat tiket pesawat, sekalian gaji yang 12 ntu bulan belun dibayar, aye bisa lapor ke komnas ham lho tuan, tuan mau ntar dipenjare?”
Juragan : *mulut keluar busa*
Imah: “SMS mesra tuan masih saya simpen lho saya bisa lapor ke nyonya, atau inpotenmen kalo mau”
Juragan : *mata melotot*
Imah : “Iya, kamarin aye habis periksa juga ke bidan, katanye sih, posiiii…..”
Juragan : *kejang-kejang*
Imah : “lho tuan kenape, kok kejang-kejang, serangan jantung lagi, yah tuan bagemane sih,..aye kan bingung mau buang mayatnya dimanee..?”
lmah : “Nyaaa..tuan Nya, tuan mati…” (teriak-teriak)
Nyonya : “Ya udeh lo masukin gudang aje, ribet banget sihh…gua lagi maskeran”
Tuh kan makanya kalau anda punya pembantu lebih baik beri ijin cuti untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti. Daripada anda nggak ngijinin trus semua kebusukan anda dibongkar, anda kaget sendiri, mending diijinin aja.
Ini sedikit teaser dari Sinetron “Contreng”


Jadi wahai rakyat Indonesia pecinta sinetron tanah air, marilah berbondong-bondong ke TPS-TPS terdekat pada tanggal 9 April nanti. Gunakan hak pilih anda, bukankah lebih bijak kalau anda turut andil dalam menentukan masa depan negara, daripada golput trus ntar ngritik sana sini, padahal nyoblos aja nggak. Apalagi wacana tentang fatwa haram dari MUI kalau kita golpot, lebih haram lagi jika anda golput, trus maen judi sambil mabok-mabokan di rumah.






emang kalo kita engga dianugerahi rasa bosen, hidup kita sebenernya luar biasa irit ya ?
Tuulll…irit banget malah…