
Berbicara mengenai kos-kosan, terhitung sejak pertengahan Juli 2008 hingga April 2009 saya resmi menempati salah satu kamar di Gebang Lor 14 (GL 16 apa 14 gitu saya nggak ngerti). Dan itu berarti sudah 10 bulan saya jadi anak kos yang baik, dengan (kadang) rutin membayar iuran kos perbulan.
Setelah hampir setahun ini coba saya list, sudah apa aja yang saya dapatkan..
-
Teman makin banyak, jaringan makin luas, baik secara kualitas maupun kuantitas.
-
Jerawat makin banyak, diduga kuat karena air, lingkungan sekitar, pola hidup, stress, tapi semua itu terbantahkan setelah saya mengetahui bahwa ini adalah masa puber saya yang telat.
-
Kehilangan Jaket kesayangan, yang sebagian orang menyebutnya karpet mobil yang disulap jadi jaket.
-
Kehilangan sandal jepit dua kali.
-
Dan, terakhir, tepat ditengah pesta demokrasi kemarin, salah satu barang pribadi saya yaitu sebuah kaos ilang. Terakhir saya pindahin ke tempat yang agak panas jam 7 pagi, dan tiba-tiba lenyap jam 11an siang. FYi saya baru pake kaos itu satu kali. Kalau sampai ketahuan sapa yang ngambil, pengen tak contreeenggg mukanya.
Perihal barang-barang ilang, akhir-akhir ini di kosan saya tercinta sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Gak hanya barang remeh temeh kayak sandal jepit, handuk bekas, sepatu, ataupun sendok tapi sampe barang elektronik kayak HP, dan terakhir ada anak baru yang HP, Laptop, sama dompetnya diduga kemalingan.
Sebagai seorang anak kos dengan kategori low end (bukan middle end), dengan tarif satu kamar dibawah 300ribu, tanpa pendingin ruangan, dengan fasilitas standard (air kamar mandi lancar sudah alhamdulilah), saya tidak terlalu berharap banyak dengan kosan ini.
Oke, living in super humble dorm room, while you’re always late to pay the rent fee every month, security is no longer become a major priority. Jangan kata satpam, orang keluar masuk kita juga nggak ngerti.
Saya kepikiran untuk mengajukan proposal berupa daftar usulan yang nantinya (menurut saya) akan membantu mengembalikan kepercayaan bagi para penghuni maupun calon penghuni GL 14. Dan tentunya akan amat sangat bermanfaat bagi GL 14 kelak, untuk menjadi salah satu hunian favorit di tengah kota, di daerah kawasan kampus dengan gaya bangunan mediterania ini. Sipp kan..?
Adapun usulan, rancangan kerja, ataupun rencana saya antara lain adalah pengadaan :
Receptionist
Hal ini juga akan membantu mempermudah proses identifikasi mana penghuni kos dan mana orang yang mencurigakan. Tentunya dengan mbak-mbak reseptionist yang secara visual sedap dipandang, mungkin mirip ketika kita masuk ke salah satu konter baju di mall, atau tempat-tempat makan pada umumnya dengan ramah Mbak resepsionist GL 14 akan menyapa anda,
“Selamat siang Kakak, selamat datang di GL 14”
“Mau cari siapa kakak…? Boleh liat kartu identitasnya Kakak..?”
“Coba dibuka mulutnya” (ngecek pake sensor amandel)
“Mulutnya aja Kakak, baju sama celana gak usah dibuka…”
“oke sehat, terakhir BAB kapan Kakak..?”
“sudah bayar kos bulan ini kakak..?”
“Saya cek dulu ya,..uhmm, kakak nunggak 3 bulan”
“mau dibayar langsung atau saya panggil polisi sekarang..?”
Nah, ramah dan guyub kan..? Pasti anak kos akan betah tinggal di GL 14.
CCTV Camera
Tentunya hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyusup yang melakukan tindakan pencurian. Biar kata sandal jepit tapi kalo tiap bulan harus beli baru ya senewen juga lama-lama.
Pemasangan bisa dilakukan di setiap sudut, termasuk di parkiran, tempat jemuran, di depan masing-masing kamar, atau di tiap kamar juga boleh. Demi kemaslahatan bersama mungkin, Bapak Kos pengen mengevaluasi segala bentuk aktivitas yang menyimpang dari anak-anak kosnya. Dan itu terserah pak kos mau masang dimana, kalau ternyata di kamar mandi juga ada CCTV ya apa boleh buat, kita kan tinggal dadah..dadah aja, sambil nari-nari.
Sanitary Rejuvenation
Urusan MCK adalah hal yang paling vital dalam kehidupan, kecuali kalau anda memang jarang mandi, itu lain urusan.
Kran yang biasa dipakai untuk nyuci dan tempat wudhlu dikosan mungkin sudah saatnya untuk diganti dengan kran dari TOTO. Selain nanti akan telihat lebih bersih dan rapi, juga tidak akan terdengar seperti kakang-kakang yang sedang bikin nasi goreng. Karena kamar saya letaknya cukup dekat dengan kran tempat nyuci, jadi saya bisa tahu kapan suara itu mulai terdengar mengganggu, apalagi pas nonton tipi.
Lebih bagus lagi kalau kamar mandi diperbaharui dengan menambah shower, bathtub atau dilengkapi dengan pemanas air. Tentunya anak-anak GL 14 akan semakin rajin mandi dan terlihat senantiasa bersih dan segar, rejeki lancar, jodoh pun tidak akan seret.
Bisa pula dengan penambahan wastafel dengan sabun cair, tissue, atau bahkan pengering tangan. Keren kan..?
Tapi yang lebih penting mungkin, kunci kamar mandi, tidak adakah ide yang lebih bagus selain mengganjal pintu kamar mandi dengan sikat gigi. Dan kadang sikat giginya lebih bagus dari punya saya.
Galley/Pantry
Terinspirasi oleh Haryo Pramoe dan Farah Quinn, saya berencana untuk sesekali memasak tiap minggu, entah itu cuman bikin nasi goreng ataupun saya masak Gurami pesmol buat sarapan (yang terkhir agak terdengar ekstrim mungkin).
Dulu sih kata anak-anak ada dapur buat sekadar masak mi instant, tapi sejak si Mbah yang juga bantu-bantu di kosan meninggal, akhirnya dapur tersebut ditutup, dan hanya tinggal misteri. Tak seorangpun berani membuka ataupun masuk ke dalamnya, dapur itu seolah minta tumbal darah perjaka, serem ya..? (kenapa jadi begini ceritanya)
Group Discussion Forum
Nah, satu hal yang paling menentukan dalam hidup bersosial adalah masalah komunikasi. Dan hal ini berlaku pula untuk komunitas yang bernama kos-kosan.
GL 14 yang terdiri dari beberapa anak kos tentunya masih ada yang belum kenal satu sama lain. Saya yang sudah berbulan-bulan saja cuma kenal Aan, sama Saikhu di kamar sebelah, Gede yang anak bali di sebelah kamar Sanyoto. Diva yang sering seliwar-seliwer depan kamar buat jemur anduk, sikatan, wudhlu, trus udah selesai. Atau Mas Ahmad yang punya usaha warnet, yang tiap pagi lewat depan kamar. Dan hanya sekadar nyapa basa-basi, gak lebih, saya nggak sampe tau Aan suka sama Afgan apa nggak?, si Saikhu ternyata memang punya suara yang dahsyat kalo Qiro’ah atau apakah si Diva dukung Ac Milan apa Liverpol (sebenernya persetan juga mau dukung siapa…).
Forum rembuk perlu diadakan untuk semakin memperat tali persaudaraan antar anak kosan, perlu dilakukan rutin tiap minggu atau kalau enggak tiap bulan. Tempat bisa di rumah Bapak Kos, dengan hidangan berupa jamuan makan malam tentunya, kan lumayan. Bapak kos senang, anak kos riang…!
Lounge
Ini penting sekali jika ada tamu yang kebetulan adalah lawan jenis, biar tidak dibawa masuk ke dalam kamar hingga timbul pergunjingan yang tidak sedap. Jadi fasilitas ruang tunggu yang nyaman, cozy, dengan iringan music yang chill out (bahkan ada live music tiap minggu), lampu temaram semakin menambah kehangatan saat bertamu (ini kosan atau apa sebenernya..?)
Lounge bisa dilengkapi dengan TV Plasma 52 inch, dengan layanan TV kabel, dilengkapi sound system 4000 Watt, bisa karaoke, bisa muter koleksi film-filmnya Sanyoto, yo opo Tok, setuju..?.
Di dalam lounge juga terdapat wall of fame, dimana akan dipasang foto di dinding mereka-mereka yang telah sukses dan sebelumnya pernah ngekos di GL 14. Bisa foto Letnan Fery, Ali, Anam, trus ntar saya nyusul tapi nanti bukan foto, saya maunya baliho seukuran baliho-nya Luna Maya, pasti adek-adek kos akan bangga.
GL 14 Online
GL 14 Online ini merupakan integrated system berbasis website yang berisi segala informasi mengenai GL 14.
Mencakup system pembayaran online dengan basis syariah (basis syariah..?), data base anak kosan, dilengkapi dengan foto yang bisa diunduh dan dijadikan wallpaper. Data kamar kosong, informasi warung-warung terdekat, gossip terhangat anak kos, update-tan antivirus, download lagu, hingga berita terbaru seputar Bapak Kos (yang terakhir ada kalanya penting..).
Kenapa harus ada system pembayaran online, berikut alasannya. Banyak factor dan hal yang kadang bikin anak kos males bayar uang kosan. Selain memang gak ada duit, ada kekhawatiran bahwa saat melakukan transaksi pembayaran secara langsung mereka akan disuguhi obrolan tiada henti, sedih tak berujung, detik tak bertepi, panjang dan lama. Dan kadang kita tidak mampu menghentikan obrolan tersebut.
Yang awalnya cuma sebatas “kembali berapa ini Dek..?” akhirnya menjadi “iya dek, sekarang banyak yang punya keris sakti..hati-hati lho dek kalau nyimpen uang”.
Entah Bapak kos kita ini turunan Ki Gendeng Pamungkas atau memang beliau mau ikutan The Master, dengan keahlian permainan kata.
Fitness Center
Sebenernya untuk masalah ini bukan hal yang urgent, jadi saya list di paling akhir. Tapi karena ada salah seorang anak kos yang kamarnya di sebelah kamar saya pas, punya keahlian di bidang body building, dan perlu disalurkan maka dengan adanya fitness center akan mempermudah Hairul Achsan mewujudkan mimpi-mimpinya. Yaitu Indonesia Sehat 2010.
Nantinya akan dibuka berbagai macam kelas, mulai dari Yoga, Mortal Combat, Aerobic buat Ibu-Ibu gebang lor, Pilates, Salsa, modern dance, kelas kepribadian, presenter, MC, vocal coach dan lain sebagainya..(terserah yang ngajar mau nagajar opo, mau debus kek terserah Hairul..).
Ya begitulah 8 usulan dari seorang anak kos yang sudah mulai khawatir akan kondisi kos-kosannya, sekali lagi ini sebatas usulan, kita hanya mengusulkan, Bapak Kos-lah yang akan menentukan.
Postingan ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan tempat kosan saya, tetapi lebih ke sikap mawas diri, dan karena juga lagi nganggur hingga tercetuslah ide-ide gak begitu penting ini.
Gambar dari sini






wuha, Akhirnya jaket karpet mobil itu ilang mas??
untung deh. .masih jaket.. keperjakaan belum hilang kan?
hauhauakakaa
Iyo ilang wes ket biyen nggik.. Alhamdulilah, masih nggik, celanaku lho tak gembok…hee
aku yo gelem guuhh…. gelem punya kost engan fasilitas sip kayak gituww… hehehehe…