25
Apr
09

Fesbuk, Caleg dan Harvey Milk

Teringat obrolan saya tempo hari (sudah lama sebenernya) via facebook chat – don’t know why, all FB-stuffs seem to be a hype – dengan seorang pengamat ekonomi, politisi (if I may say), calon anggota legislatif DPR RI, asli Madura, kalau mau saya kerucutkan lagi beliau dari Pamekasan. Apa yang tidak lebih membanggakan jika ada seorang public figure punya geographical linkage yang sama, sama halnya ketika ada teman saya yang sebegitu bangganya karena satu SMA dengan Dewi Persik.

Tell you what..? What I did expect from that coincidence online chat – whether it’s really him or not- is somehow like an ordinary guy who adores someone’s carrier in politic, and really proud of him due to same background tribe.

Obrolannya sih singkat, singkat banget malah (masih saya simpan dalam bentuk file txt). But then, it just ended up with what you called “obrolan bertepuk sebelah tangan”. Ini cuplikannya, si Caleg saya samarkan menjadi Mr.X.

Saya : sukses Pak X, semoga bisa mewakili aspirasi rakyat..
Mr X : trims,tinggal dimana nih

Nah ini adalah momen di mana saya kaget-kaget gak jelas, karena saya cuman iseng nyapa. Jadi dibales sukur, gak dibales ya..saya sapa lagi dong(lohh..?).

Dan mulailah saya dengan jawaban bahwa we’re in the same root. Ini senjata pamungkas sebenrnya.

Saya : saya di Surabaya pak, tapi asli pamekasan..

Tik tak..tik tok..tik..tak..tik..tokk…

Gak ada jawaban, saya mesej lagi.

Saya : kira2 ke depannya punya misi seperti apa pak..?

Lama nunggu akhirnya nama Mr.X berkedip-kedip, ada balasan.

Mr X : oken sukses slalu ya..sampai ketemu..

Mas ngerti artinya “sampai ketemu”..?

Dan saya mengindahkan arti kata “sampai ketemu” yang tidak lain tidak bukan adalah, see you I’m sorry good bye, sayonara, sampai jumpa lagi itu. Oken sukses selalu, itu maksudnya Oke n sukses selalu.

Saya : XX (nyebutin nama partai yang ngusung pencalonan beliau, dan masih ngotot pengen ngobrol) kayaknya belum punya tokoh yang pas buat pilpres mendatang ya Pak..?

Tik tak..tik..tok..tik..tak..tik..tok..tikk..tak..tik..tokk..

Oke, end of the message. Mungkin sekarang si Bapak lagi maen Mafia wars.

Jadi bisa kesimpulan saya sementara, bahwa ketika anda menambah stok teman dengan embel-embel seorang tokoh nasional, politisi, public figure, pengamat ekonomi atau apalah itu. Yang join fesbuk juga just for the sake of image branding, political campaign, and what so ever they called it.

Anda hanya akan mendapatkan sebuah status yang tidak terupdate selama berbulan-bulan. Sebuah group invitation yang menyarankan anda untuk gabung dalam sebuah wadah yang mendukung pencalonan si caleg, tanpa adanya interaksi secara langsung dan personal.

Si empunya juga gak bakalan nge-reply setiap komen status ataupun wall post anda, nggak juga bakalan ngomentar balik status anda, ngetag foto-foto anda (ngapain juga ngetag foto..) ataupun nginvite anda dengan kuis-kuis remeh temeh di fesbuk. Gak sama sekali.

Jadi buat apa gabung fesbuk..? Taukk..mbuh, pengen niru Obama mungkin, it’s about how to grab peoples sympathy, but it seems failed to conduct.

Berbicara mengenai para caleg, dan segala macam proses pencalonan, kampanye hingga waktu pemilihan tiba. Dan akhirnya banyak pula caleg yang gagal dan jatuh stress. Saya menyarankan buat teman-teman, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, yang nantinya akan maju (someday) sebagai anggota legislative, coba nonton Milk deh. Cari bajakannya atau kalo betah nunggu sampe jamuran donlot aja di internet.

Kenapa mau beli di supermarket, susu kotak..? Bukan..itu.

milk_movie_poster1

Milk, film yang diangkat dari autobiography seorang senator Amerika, Harvey Milk, has won Sean Pean as best Actor in Oscar. I’m not gonna dispute homosexual issue here, since the movie will be telling you about how Harvey Milk struggle to uphold his gay fellow to get their right equally.

Tapi yang bisa diambil dari film ini adalah bagaimana seorang yang tidak punya bargaining position yang bagus untuk memulai debutnya di politik. Tapi berusaha bangkit komunitas kecil, berangkat dari bawah, berusaha mencari simpati dan dukungan, dan akhirnya sukses terpilih menjadi anggota parlemen. Jalannya gak mulus, gak instant, no black campaign either money politics, sempet gagal di awal-awal pemilihan.

Gagal bukan malah membuat dia pesimis atau ngebotakin rambut sambil teriak-teriak dijalan, tapi berusaha untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya. Merubah strategi politik, merombak tim sukses dan sebagainya.

Harvey Milk bukan seorang pengusaha kaya yang iseng-iseng mengadu nasib jadi anggota parlemen, bukan pula mantan pejabat yang sudah pension, bukan pula artis, bukan pula pengangguran yang diajak salah satu partai karena kekurangan kader. See…!

Agak miris juga ketika ada salah satu caleg artis, mantan Putri Indonesia yang bingung bakalan duduk di komisi apa di DPR nanti (one of Indonesia biggest mistake was choosing her as Putri Indonesia). Gak ada bayangan akan membawa isu apa ke kursi dewan nantinya, ataupun program kerja yang bagaimana yang seseuai dengan kepentingan rakyat.

But reality bites, yang lebih populer kemungkinan menang lebih besar, yang punya “modal” kuat lebih punya simpati, dan bakalan dapet contrengan lebih banyak.

Entah kita yang belum belajar berdemokrasi atau memang demokrasi itu susah banget hingga kita nggak ngerti-ngerti.

Dan buat Mr X, well I’m still proud of him, dan saya mendukung pencalonan beliau sebagai anggota DPR, he’s really more deserved than Goddess of Salsa. Mengenai chat yang bertepuk sebelah tangan tadi, yaa…namanya juga manusia, paling juga lagi repot, siapa sih yang nggak suka fesbukan, sapa tahu dia lagi ikutan quiz “Anda Mirip Dengan Artis Siapa”. So, I can get over it…!

Poster taken from here


2 Tanggapan ke “Fesbuk, Caleg dan Harvey Milk”


  1. 1 UKHAY
    Mei 11, 2009 pukul 3:59 am

    mantaaaB dah

  2. 2 pipit wakil
    Mei 28, 2009 pukul 12:50 pm

    DJR oh DJR ….. kenapa dia nggak ambil dapil di jawa timur seh????

    kyak gitu tuh kalo kacang lupa ama kulit, org madura lupa kampung halamannya. he’s not a maduranese again… hehehehe…
    kamu jangan gitu ya Guh. =p


Tinggalkan Balasan




Smile

Cartoon of me

Disclaimer

Blog ini ditulis dengan penuh kepolosan, kesantunan, tidak ada hate speech, tidak ada unsur sara (suku, ras, Agama, akademik (nilai kuliah, IPK dan sebagainya), dan tanpa mewakili suatu partai politik ataupun ormas terstentu. Blog ini adalah personal blog yang isinya gak terlalu penting (ya kalau ada yang penting itu bonus buat anda). Saya masih belajar, dan terus akan belajar, karena dalam Hadist juga disebutkan, belajarlah sampai ke negeri China. Bahkan footer buku sinar dunia selalu ada. Blog ini juga tidak menyediakan download lagu-lagu gratis, ataupun video mpeg,3Gp dan lain sebagainya. Jadi bagi anda yang kecewa karena gak sengaja nge-klik, tau nge-link ke sini ya mohon maaf. Jadi selamat menikmati, sajian sederhana dari saya. Just Feel like Home

A Random Holy Verse

Yang Nyasar

  • 27,056 Orang

Hari-hari penuh ide

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

My Bloglog