
Politisi Pakistan yang lahir pada 21 Juni 1953, pemimpin partai besar di Pakistan. Dua kali terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan. Benazir bukan satu-satunya orang dalam keluarga yang terjun di dalam kancah politik. Dan bukan satu-satunya pula yang harus menjadi korban dalam dunia politik yang panas di Pakistan. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto merupakan mantan perdana menteri Pakistan. Ayahnya juga merasakan apa yang mungkin dirasakan oleh Benazir sekarang. Terguling dari kedudukannya sebagai perdana Menteri akibat kudeta dan tekanan pemerintahan militer Muhammad Zia-ul-Haq. Tuduhan pembunuhan terhadap salah satu poltisi Pakistan Ahmed Raza Kasuri, mengantarkan ia kehukuman gantung. Saudara Benazir, Shahnawaz juga terbunuh di Prancis.
Mungkin sudah sangat panjang penderitaan yang dialami oleh Benazir, termasuk pernah masuk ke dalam penjara, diasingkan dan diberi status tahanan rumah. Namun semua itu tidak menyurutkan semangatnya untuk kembali, memimpin partai yang ditinggalkan oleh sang ayah. Pada tanggal 18 Oktober 2007 Bennazir kembali ke panggung politik setelah melakukan perjanjian dengan Presiden Musyaraf.
Itulah sejarah pahit keluarga Bhutto, dan akhirnya setelah beberapa bulan stelah kembali ke Pakistan untuk meneruskan semangat politiknya, pada tanggal 27 Desembber 2007 Benazir terbunuh saat melakukan pawai politik didepan pendukungnya di Pakistan. Dua minggu sebelum berlangsungnya pemilu di Pakistan, dan Benazir adalah salah satu kandidat kuat dari pemimpin Oposisi.
Lepas dari itu semua, Bennazir terlahir dengan latar pendidikan yang luar biasa. Bennazir sudah mengenyam pendidikan di Amerika dan Inggris. Bukan sekedar lulusan SMU, ataupun hanya sekedar mewarisi kharisma sang Ayah, tapi ia punya kemampuan politik dan diplomasi yang baik. Mengambil ilmu hukum di Harvard, kemudian melanjutkan pendidikan Filosofi, Politik dan Ekonomi di Oxford. Dan yang membuat saya cukup “wow” dia terpilih sebagai Presiden Oxford Union, sebuah klub debat yang sangat prestisius. Ya mungkin kalau disini yang prestisius EDS UI (English Debating Society) mungkin atau kalau di ITS, IFLS atau EDS ITS mungkin ya (kita dong Nggik…toweeeww). Dan ia orang pertama dari Asia yang memimpin Debating Society di Oxford, dan seorang perempuan. Sudah jelas terlihat kemampuan dia dia berbicara, memimpin, dan berpikir kritis pada masa itu. Dan mungkin ia juga pernah ikut kompetisi debat lokal, bahkan suadh sampai Internasional, siapa tahu beliau pernah jadi best speaker, ataupun jadi adju gitu. Yang jelas siapapun yang pernah jadi teammate, pernah ngelawan beliau di kompetisi debat, pernah nge-adju, ataupun di-adju pasti akan merasa bangga..*halah*.
Dan sekarang sudah terbukti, she’s a leader, tiga hari berkabung nasional di Pakistan, tidak bisa membayar rasa kehilangan dan duka yang mendalam bagi para pendukungnya.
Sumber Wikipe






Yang Ikut Prihatin