Buat yang suka mie, be-baksoan, ataupun fusion antara mie kuah dan bakso bisa mencoba tempat yang satu ini. Nama tempatnya Mie Kocok Bandung Mang Uci Sulistyowati yang nyanyi klik klak klik.
Saya ngertinya tiap kali lewat Walikota Mustajab ni tempat selalu rame. Tempat makan yang rame identik dengan enak + murah + halal.
Baca namanya saya kebayanga mie-nya bakalan berkuah kental (mie kocok toh..?), berbumbu kuat, mengandung rempah, dan mengenyangkan. Akhirnya beberapa minggu yang lalu dengan bermodal motor Fuad, saya ngajak Hairul mencoba untuk melakukan olah TKP.
Ditengah hujan rintik-rintik, makan makanan berkuah yang anget, adalah sebuah komposisi yang menyehatkan.
Karena ini adalah uji coba pertama, maka menu pilihan saya yang paling spesial, top request, bercita rasa tinggi, dan susah bikinnya. Jadi pilihan jatuh ke : Mie Kocok Spesial dengan isi bakso plus kikil.
Pertanyaan saya, kenapa mie dengan kikil dimasukkan kedalam salah satu menu spesial, kenapa bukan jamur, atau caviar atau ikan PE.
Ditengah pertanyaan kenapa harus seonggok daging-bukan-urat-juga-nggak tadi muncul di atas mangkok, saya mencoba menikmati Mie Kocok spesial tersebut dengan sedikit auto sugesti dan bisikan alam bawah sadar secara berulang “enak-kok-tuh-kan-enak”.

Frankly speaking, saya nggak suka sama Mie Kocok Bandung ini, rasanya kayak mie lontong. Tapi kelebihannya menurut saya hanya pada kecambah, sama kacang tanah goreng yang dicemplungin ke dalam mangkok (it makes different, and unusual).
Harga?. Relatif, Mie Kocok Bandung spesial isi kikil, bakso harganya 14.000 IDR , entah pertanyaan saya masih, sebegitu mahalnya kah kikil itu.
And another bad news, di tengah hujan gerimis yang tak kunjung reda, motor yang kita bawa rantainya putus. Bagusss.






Yang Ikut Prihatin