Arsip untuk Kategori 'Hopes'

10
Nov
09

Pahlawan dan Guru Gambar

 

49598795_c3ec92073f

Dalam beberapa kesempatan saya kadang bingung memilih sosok yang dianggap pahlawan. Mungkin orang secara mudah menyebutkan nama Bung Tomo sebagai sosok yang inspiratif, ataupun Bung Karno sebagai simbol seorang nasionalis yang patut ditiru.

Nah saya, sampai saat ini pun belum ada kagum-kagumnya sama salah satu tokoh pahlawan nasional baik yang sudah lama wafat maupun mereka-mereka yang masih hidup, dan yang saya rasa memang eligible untuk di-pahlawani (dipahlawani…?).

Saya sempet ngefans (beberapa saat) sama SBY, saya rela ngeluarin 30 ribu  untuk beli majalah TIMES (yang tipis dan kiwir-kiwir) edisi 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Sebenerya gambar SBY yang nampang dan nyempil di cover depan hanya alasan ke sekian, saya hanya penasaran sama John Legend dan Kate Winslet yang juga masuk dalam daftar.

Lanjutkan membaca ‘Pahlawan dan Guru Gambar’

15
Sep
09

10 Malam Terakhir, Mau Kemana..?

r34_20093011

Sempat beberapa hari yang lalu teman saya meng-sms bahwa hendaklah ber I’tikaf di Mesjid pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan, biar semenit, atau berapa lamapun, jika niatnya beribadah hitungannya dianggap I’tikaf.

Siapalah yang tidak ingin mendapatkan berkah di malam lailatul Qodar, yang kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang nggak mau…? Tapi masalahnya saya layak nggak dapet kemuliaan seribu bulan itu.

Oke, sepuluh bulan lah, atau kalau nggak amal-nya lebih besar atau lebih mulia dari ibadah bulan kemarin. Gak terlalu bermuluk-muluk dengan 1000 bulan. Paling tidak ada peningkatan secara kualitatif dalam hal beribadah sebelum bulan puasa dan pada saat puasa.

Ibaratnya undian bank, semakin besar saldo tabungan maka semakin besar pula kesempatan menang. Gimana kita mau dapet All New Camry kalo saldo tabungan cuman 200 ribu, dapet payung canting juga bank bakalan mikir-mikir. Itu juga payungnya bakalan dikasih 3 bulan lagi.

Begitu (mungkin) kalau kita analogikan pantas tidaknyakah kita dapet berkah lailatul qodar pada malam-malam terakhir di bulan puasa ini.

Sepuluh bulan itu jika kita kalkulasikan sama dengan ibadah selama 83,33 tahun, lebih dari usia rata-rata hidup orang normal. Yea, Pak Harto could live longer, he died at 87.

Lanjutkan membaca ‘10 Malam Terakhir, Mau Kemana..?’

19
Jul
09

Where are we living now?

Itu adalah satu pertanyaan yang dilontarkan seseorang di twitter dalam post-nya, yang kemudain dilanjutaan dengan kekagetan dia kenapa Negara yang terkenal dengan penduduknya ramah ini berasa kayak tinggal di Beirut. Bom meledak di dua tempat dengan waktu yang hampir bersamaan, memakan 9 korban meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Yang jelas korban bukan hanya CEO-CEO yang habis breakfast meeting, tapi juga pegawai hotel yang notabene adalah – kalau boleh saya bilang – orang biasa, pekerja kebanyakan, yang juga punya tanggungan menafkahi keluarga.

Tentunya semua pihak mengutuk, terlepas dari berbagai macam alasan dan motif yang mendasari pelaku pengeboman itu sendiri. Saya juga berharap mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak SBY dalam pidatonya mengenai aksi pengeboman tersebut berkaitan dengan pemilu, hanyalah sebatas personal issue dari beliau. Tentu kita gak berharap habis pemilu, kondisi  rusuh kayak di Iran, dan ini adalah murni aksi terorisme.

Satu dari dari sekian banyak hal positif yang bisa saya ambil pasca kejadian ini adalah semua orang berlomba-lomba menunjukkan bahwa Indonesia masih safe enough to be visited. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah kampanye yang saya ikutin di situs microblogging twitter.com.

Lanjutkan membaca ‘Where are we living now?’

16
Jan
09

Song For Gaza (Michael Hearth)

Ini lagu yang sekarang jadi backsound tampilan kekejaman Israel di Palestina, dan sering diputar di TV One.

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

source : http://www.michaelheart.com/Song_for_Gaza.html

31
Des
08

December Rush

I’m just wondering that this month is so much exhausting. No, I’m not whining here, either complaining, but I feel that this is the toughest month ever.

child

No, it wasn’t me

I had sleeping disorder, due to a lot of deadlines that I got to catch up, and it’s totally frustrating. I got rash in my skin -some kind of allergic or something – so I can’t deny following some medications by doctor’s supervision. I don’t want my skin looks shiny or glossy anyway, or even looks pale, I just wanna be normal. And here I’m , a guy who never use any day cream or night cream before, starting to be more skin conscious, elevate to metro sexual 2.0 ( while others were in metro sexual 12.0 ).

And it’s affecting directly into my monthly expense, I got to meet the doctors twice a month, take some creams ( I hate this). I consider bringing my ASKES card or kartu miskin in next meeting, in case I will end up in bankruptcy earlier, or I’ll be holding a charity night like what people did to help Gugun Gondrong. I’m suffered physically and financially.

But, people I never thought that the more I withdraw my money from my saving account, the closer I’m in to economic recession. It’s just because of bursa buku murah Surabaya and pesta diskon Gramedia, because I need to buy new sneakers, new jacket, and a sustainable skin treatment that really cost money, really.

Hoping that there’ll be an end year bonus given to me, hopefully. Hee.

And in this December, I’m still struggling to accomplish my drawing assignment, waiting for my dosen pembimbing with a big hope (His father passed away, I put my deepest condolence for him, and do hope for his coming to campus, soon).

Hundreds, or even nearly thousands of papers wasted, approximately 5 pieces of A1 kertas kalkir will be printed (could be more I guess) just for something called TM.

Does anyone still ask me where will I go for malem tahun baruan?

You’d better known the answer, I’ll be at bed, sleeping.

Picture taken from here

13
Des
08

Good Job, Anyone?

kerja

Speaking of how finding a right job after graduate is not as easy as I thought (yes me here, some says not), or even it’s just like throwing a dice in pocker table.

So far, I’m just enjoying my not-so-descent job before graduate, enjoying with the way I am getting through it everyday. Yes, I ever worked till late, until midnight (I’m not working in rig anyway), with no holiday in Saturday and Sunday sometimes. But it’s not so disastrous compared with my friends who already worked in shipyard.

Some pals told me, first day in yard was thrilling, second day was disaster, third day and so on were catastrophes. And you get relieved juts a couple a days after getting salary, then the hectic routines will come after you till the end of month.

Some of them screamed in such a helpful forum like mailist, asking how to measure this, how to calculate that, how to get the formula of this or that, how if like this, how if like that, how stressful they are with the burden that he got to cope in that early stage, and a lot of dramatic stories about work.

Not all my friends are interested to work with something smell “shippy”, some made it, some push their self on it, facing that it’s the “one” that they’re looking for after graduate.

My lecturer who’s also my supervisor in previous project spoke to my partner – if I may say – in heart breaking condition, it was the moment that he would never erase in his mind. My lecturer, said spontaneously, vividly, and with calm tone

“you’re not suit with this job, you’re not good in designing”

If I could bend the time like what Hiro Nakamura did, I would bring my friend in safer place.

Lanjutkan membaca ‘Good Job, Anyone?’




Smile

Cartoon of me

Disclaimer

Blog ini ditulis dengan penuh kepolosan, kesantunan, tidak ada hate speech, tidak ada unsur sara (suku, ras, Agama, akademik (nilai kuliah, IPK dan sebagainya), dan tanpa mewakili suatu partai politik ataupun ormas terstentu. Blog ini adalah personal blog yang isinya gak terlalu penting (ya kalau ada yang penting itu bonus buat anda). Saya masih belajar, dan terus akan belajar, karena dalam Hadist juga disebutkan, belajarlah sampai ke negeri China. Bahkan footer buku sinar dunia selalu ada. Blog ini juga tidak menyediakan download lagu-lagu gratis, ataupun video mpeg,3Gp dan lain sebagainya. Jadi bagi anda yang kecewa karena gak sengaja nge-klik, tau nge-link ke sini ya mohon maaf. Jadi selamat menikmati, sajian sederhana dari saya. Just Feel like Home

A Random Holy Verse

Yang Nyasar

  • 27,056 Orang

Hari-hari penuh ide

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

My Bloglog