Arsip untuk Kategori 'Info'

14
Okt
09

Big Act, Small Idea

There are two dilemmatic options you can take in your life if you wanna be rich (either die rich, or retired rich), being an employee or establish a company.

First option is numerous choices, most likely everyone wants to be employee, some really want to die for, some other are just going with the flow. After graduate and with all knowledge and skill you’ve got, you’re officially ready to compete with hundreds or even thousands job seeker out there.

You can see the example below, how girls named Yuyun  shows up in this picture with big smile, badly need a job.

708_49e42a27bbd50

Second option is less famous than the previous, but if you’re so Tung Desem Waringin, and your hand continuously shaking (I’m just trying to make a description) after taking one day entrepreneur short course, yes you’re the man.

Lanjutkan membaca ‘Big Act, Small Idea’

21
Jul
09

Sinetron Manohara : The Pilot Episode

Sejarah pertelevisian Indonesia mencatat diperkirakan jutaan orang penasaran dengan penayangan perdana Sinetron Manohara, termasuk saya. Yang dengan rela mengundur jam mandi menjadi jam 8 malam hanya untuk menyaksikan Manohara Odelia Pinot berakting di depan kamera.

2mhzzw2

Dan hasilnya mungkin (setelah disurvey ulang) sebagian mereka yang telah menonton secara tidak sadar mengalami gejala migrant, vertigo, dan lutut lemas disertai menaiknya suhu tubuh secara misterius. Manohara berhasil menghapuskan stereotip bahwa menyampaikan pesan dalam sebuah acting gak perlu harus menggunakan artikulasi yang jelas, asal banyak senyum (cengengesan) dan gerak tubuh yang natural (ala Manohara tentunya), orang awam pasti ngerti cerita dari senetron tersebut.

Berikut yang saya rekam pas adegan awal-awal Sinetron Manohara Episode 1, diceritakan Mano (diucapkan dengan gerakan bibir agak sedikit membulat kedepan, mulut agak sedikit terkunci) pergi hiking ke sebuah lereng bukit. Oke, tempat outbond-yang-di-anggap-jadi-bukit, atau tempat wisata alam somewhere in West Java.

Lanjutkan membaca ‘Sinetron Manohara : The Pilot Episode’

19
Jul
09

Where are we living now?

Itu adalah satu pertanyaan yang dilontarkan seseorang di twitter dalam post-nya, yang kemudain dilanjutaan dengan kekagetan dia kenapa Negara yang terkenal dengan penduduknya ramah ini berasa kayak tinggal di Beirut. Bom meledak di dua tempat dengan waktu yang hampir bersamaan, memakan 9 korban meninggal dan puluhan lainnya luka-luka. Yang jelas korban bukan hanya CEO-CEO yang habis breakfast meeting, tapi juga pegawai hotel yang notabene adalah – kalau boleh saya bilang – orang biasa, pekerja kebanyakan, yang juga punya tanggungan menafkahi keluarga.

Tentunya semua pihak mengutuk, terlepas dari berbagai macam alasan dan motif yang mendasari pelaku pengeboman itu sendiri. Saya juga berharap mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak SBY dalam pidatonya mengenai aksi pengeboman tersebut berkaitan dengan pemilu, hanyalah sebatas personal issue dari beliau. Tentu kita gak berharap habis pemilu, kondisi  rusuh kayak di Iran, dan ini adalah murni aksi terorisme.

Satu dari dari sekian banyak hal positif yang bisa saya ambil pasca kejadian ini adalah semua orang berlomba-lomba menunjukkan bahwa Indonesia masih safe enough to be visited. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah kampanye yang saya ikutin di situs microblogging twitter.com.

Lanjutkan membaca ‘Where are we living now?’

16
Jul
09

Berbagai Apa’an Sih di Transformer 2

Lil_Formers___More_Movie_by_MattMoylan

Banyak kritikus film memberikan nilai minus terhadap sekuel dari Transformer ini, termasuk juga salah satu teman saya yang merupakan penikmat film dan pengakses setia IMDB, yaitu Sanyoto Widagdo.

Terbukti ajakan nonton film Transformers : Revenge of The Fallen ditolak mentah-mentah, dan lebih menunggu film yang berjudul Public Enemies yang katanya bakalan release sekitar tanggal 22 Juli nanti. See, judulnya aja sudah mencerminkan akan kayak gimana tuh film, pasti saya bakalan tidur lagi kalo nonton.

Sanyoto dan idealisme-nya dalam memilih tontonan, sperti halnya Prabowo Subianto dengan ekonomi kerakyatannya, konsisten, berkharisma dan misterius. Kadang saya yang suka sok-sok-an ngopi film dari dia cuma bisa jadi pengepul dan belum sempet ditonton hingga menuh-menuhin hardisk.

Mungkin Sanyoto menganggap orang yang belum nonton Wizard of Oz sama cupunya dengan ABG y4n9 jAri T3nG4hNy4 aD4 3 h1in9Ga d9 4j4ib biS4 n93tIk k3k G1ni <@>. Atau belum bisa dibilang movieholic sejati bila belum nonton Good Fellas. Sama halnya dengan 3 pemuda harapan bangsa ini, Saya, Ajiedut dan Doni plus Ali sama Mas Rampok (bener ya namanya begitu..?) yang gak mau ketinggalan momen untuk nonton Transformer 2. Mereka tak lebih dari segerombolan korban uforia yang terseret ke dalam jurang hitam nan gelap daftar penonton sekuel film box office yang gagal di mata kritikus.

Sebenernya agak basi kalau baru dibahas sekarang, mungkin ada yang sudah nonton bilang ni film bagus, visual effectnya canggih, highly recommended. Ada juga yang udah nonton merasa nih film gak terlalu bagus di segi cerita, lebih mending yang pertama. Nah daripada kita pusing-pusing nih film bagus apa nggak, atau layak tonton apa nggak, silahkan simak beberapa point “Apa’an Sih” yang terdapat dalam film Transformer.

Jadi sepanjang film saya sama Doni suka nyeletuk “Apa’an Sih” pas kebetulan ada adegan yang gak begitu penting dan terkesan mengganggu. Atau gimana kalau kita list “Apa’an Sih” lainnya diluar film, biar panjang gitu postingannya.

Lanjutkan membaca ‘Berbagai Apa’an Sih di Transformer 2′

29
Jun
09

Wartegg Test, Menurut Lohh..?

It was my first frustrating experience dealing with psychological stuff test, conducted by one of biggest manufacturing company.

Sebenernya ini terpancing oleh temen saya yang “konon” sudah sukses bekerja di tempat itu dan berusaha memanas-manasi dengan segala bentuk kesombongan dan kecongkakannya. Berbekal nekat, dan tanpa persiapan memadai, selayaknya alat tulis, CV dan semacamnya harus dipersiapan jauh-jauh hari. Nah ini CV baru ngeprint setengah jam sebelumnya. Pensil HB aja pinjem punya Hairul, itu aja dipotong lagi, dibagi dua sama Sanyoto.

Oke, for the quick recap, tesnya banyak dan bermacam-macam. Ada apalah itu yang A = B = D, trus kalau E apakah sama dengan F, dan apakah RJ benar-benar menjalin hubungan dengan AA yang merupakan ketua KPK.

Dilanjutkan dengan nebak-nebak siapa yang lebih tua, manakah yang lebih besar gedung sekolah apa pos kamling?. Siapakah yang lebih muda Yuni Shara apa Krisdayanti (yang ini gak ada sih sebenernya).

Lanjutkan membaca ‘Wartegg Test, Menurut Lohh..?’

16
Jun
09

Drag Me to Hell, Anyone..?

drag-me-to-hell-5330-poster-large

Film ini konon katanya film berbudget rendah yang dibikin oleh Sam Raimi di sele-sela pengerjaan Spiderman 4, tentunya dengan minim efek visual, ya seminim-minimnya efek visual dan budget yang dipake tentunya gak bisa debandingin dengan film horor Indonesia macam Genderuwo atau Pocong Kamar Sebelah. Ceritanya sendiri ditulis oleh Sam Raimi dan Ivan Raimi, ya mirip-mirip  Punjabi bersodara lah kalau di Inodesia.

Cerita dimulai pada tahun 1969 dimana sebuah praktek penyembuhan yang dilakukan oleh seorang psychic, dukun atau apalah terhadap seorang bocah yang mengalami gangguan dunia gaib (sebenernya saya ngira-ngira aja tuh anak sakitnya kenapa), dan walhasil si anak tidak tertolong karena kekuatan dari roh gaib itu lebih kuat dari dukun gipsi perempuan.

Dan seperti biasa adegan angin kenceng menggebrak jendela, anak kecil yang tiba-tiba terangkat dan jatuh ke lantai muncul pas adegan-adegan awal. Sang anak pun tiba-tiba tertelan oleh lingkaran api yang membelah lantai (I guess it’s hell, and he’s dragged in to). Si dukun pun selamat dari kobaran api, ia akhirnya kembali menata kehidupannya dan hidup bahagia di hutan, ceritanya pun tamat.

Belum ding, masih dilanjut dengan opening title dari film Drag Me to Hell, dan masih kurang satu setengah jaman lagi filmnya. Harapan saya terhadap film ini adalah, saya nggak cuman numpang tidur di gedung bioskop mengingat film terakhir yang lumayan sukses bikin saya seolah merasuk ke dalam cerita dan akhirnya terlelap adalah Angel and Demons.

Kembali ke Drag Me to Hell, dikisahkan seorang loan officer yang bernama Christine Brown yang pada suatu hari kedapetan seorang klien nenek-nenek latin yang meminta perlindungan finansial.

Iya, nenek-nenek latin itu namanya Mrs. Ganush, intinya kalau si Christine itu nggak bisa memperpanjang jatuh tempo pembayaran kreditnya si Ganush akan kehilangan rumah. Dan akan menjadi gelandangan, tentunya kondisi tersebut akan membebani pemerintah Amerika di tengah situasi krisis global ini.

Lanjutkan membaca ‘Drag Me to Hell, Anyone..?’




Smile

Cartoon of me

Disclaimer

Blog ini ditulis dengan penuh kepolosan, kesantunan, tidak ada hate speech, tidak ada unsur sara (suku, ras, Agama, akademik (nilai kuliah, IPK dan sebagainya), dan tanpa mewakili suatu partai politik ataupun ormas terstentu. Blog ini adalah personal blog yang isinya gak terlalu penting (ya kalau ada yang penting itu bonus buat anda). Saya masih belajar, dan terus akan belajar, karena dalam Hadist juga disebutkan, belajarlah sampai ke negeri China. Bahkan footer buku sinar dunia selalu ada. Blog ini juga tidak menyediakan download lagu-lagu gratis, ataupun video mpeg,3Gp dan lain sebagainya. Jadi bagi anda yang kecewa karena gak sengaja nge-klik, tau nge-link ke sini ya mohon maaf. Jadi selamat menikmati, sajian sederhana dari saya. Just Feel like Home

A Random Holy Verse

Yang Nyasar

  • 27,056 Orang

Hari-hari penuh ide

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

My Bloglog