
Banyak kritikus film memberikan nilai minus terhadap sekuel dari Transformer ini, termasuk juga salah satu teman saya yang merupakan penikmat film dan pengakses setia IMDB, yaitu Sanyoto Widagdo.
Terbukti ajakan nonton film Transformers : Revenge of The Fallen ditolak mentah-mentah, dan lebih menunggu film yang berjudul Public Enemies yang katanya bakalan release sekitar tanggal 22 Juli nanti. See, judulnya aja sudah mencerminkan akan kayak gimana tuh film, pasti saya bakalan tidur lagi kalo nonton.
Sanyoto dan idealisme-nya dalam memilih tontonan, sperti halnya Prabowo Subianto dengan ekonomi kerakyatannya, konsisten, berkharisma dan misterius. Kadang saya yang suka sok-sok-an ngopi film dari dia cuma bisa jadi pengepul dan belum sempet ditonton hingga menuh-menuhin hardisk.
Mungkin Sanyoto menganggap orang yang belum nonton Wizard of Oz sama cupunya dengan ABG y4n9 jAri T3nG4hNy4 aD4 3 h1in9Ga d9 4j4ib biS4 n93tIk k3k G1ni <@>. Atau belum bisa dibilang movieholic sejati bila belum nonton Good Fellas. Sama halnya dengan 3 pemuda harapan bangsa ini, Saya, Ajiedut dan Doni plus Ali sama Mas Rampok (bener ya namanya begitu..?) yang gak mau ketinggalan momen untuk nonton Transformer 2. Mereka tak lebih dari segerombolan korban uforia yang terseret ke dalam jurang hitam nan gelap daftar penonton sekuel film box office yang gagal di mata kritikus.
Sebenernya agak basi kalau baru dibahas sekarang, mungkin ada yang sudah nonton bilang ni film bagus, visual effectnya canggih, highly recommended. Ada juga yang udah nonton merasa nih film gak terlalu bagus di segi cerita, lebih mending yang pertama. Nah daripada kita pusing-pusing nih film bagus apa nggak, atau layak tonton apa nggak, silahkan simak beberapa point “Apa’an Sih” yang terdapat dalam film Transformer.
Jadi sepanjang film saya sama Doni suka nyeletuk “Apa’an Sih” pas kebetulan ada adegan yang gak begitu penting dan terkesan mengganggu. Atau gimana kalau kita list “Apa’an Sih” lainnya diluar film, biar panjang gitu postingannya.










Yang Ikut Prihatin