Arsip untuk Kategori 'Movie'

16
Jul
09

Berbagai Apa’an Sih di Transformer 2

Lil_Formers___More_Movie_by_MattMoylan

Banyak kritikus film memberikan nilai minus terhadap sekuel dari Transformer ini, termasuk juga salah satu teman saya yang merupakan penikmat film dan pengakses setia IMDB, yaitu Sanyoto Widagdo.

Terbukti ajakan nonton film Transformers : Revenge of The Fallen ditolak mentah-mentah, dan lebih menunggu film yang berjudul Public Enemies yang katanya bakalan release sekitar tanggal 22 Juli nanti. See, judulnya aja sudah mencerminkan akan kayak gimana tuh film, pasti saya bakalan tidur lagi kalo nonton.

Sanyoto dan idealisme-nya dalam memilih tontonan, sperti halnya Prabowo Subianto dengan ekonomi kerakyatannya, konsisten, berkharisma dan misterius. Kadang saya yang suka sok-sok-an ngopi film dari dia cuma bisa jadi pengepul dan belum sempet ditonton hingga menuh-menuhin hardisk.

Mungkin Sanyoto menganggap orang yang belum nonton Wizard of Oz sama cupunya dengan ABG y4n9 jAri T3nG4hNy4 aD4 3 h1in9Ga d9 4j4ib biS4 n93tIk k3k G1ni <@>. Atau belum bisa dibilang movieholic sejati bila belum nonton Good Fellas. Sama halnya dengan 3 pemuda harapan bangsa ini, Saya, Ajiedut dan Doni plus Ali sama Mas Rampok (bener ya namanya begitu..?) yang gak mau ketinggalan momen untuk nonton Transformer 2. Mereka tak lebih dari segerombolan korban uforia yang terseret ke dalam jurang hitam nan gelap daftar penonton sekuel film box office yang gagal di mata kritikus.

Sebenernya agak basi kalau baru dibahas sekarang, mungkin ada yang sudah nonton bilang ni film bagus, visual effectnya canggih, highly recommended. Ada juga yang udah nonton merasa nih film gak terlalu bagus di segi cerita, lebih mending yang pertama. Nah daripada kita pusing-pusing nih film bagus apa nggak, atau layak tonton apa nggak, silahkan simak beberapa point “Apa’an Sih” yang terdapat dalam film Transformer.

Jadi sepanjang film saya sama Doni suka nyeletuk “Apa’an Sih” pas kebetulan ada adegan yang gak begitu penting dan terkesan mengganggu. Atau gimana kalau kita list “Apa’an Sih” lainnya diluar film, biar panjang gitu postingannya.

Lanjutkan membaca ‘Berbagai Apa’an Sih di Transformer 2′

16
Jun
09

Drag Me to Hell, Anyone..?

drag-me-to-hell-5330-poster-large

Film ini konon katanya film berbudget rendah yang dibikin oleh Sam Raimi di sele-sela pengerjaan Spiderman 4, tentunya dengan minim efek visual, ya seminim-minimnya efek visual dan budget yang dipake tentunya gak bisa debandingin dengan film horor Indonesia macam Genderuwo atau Pocong Kamar Sebelah. Ceritanya sendiri ditulis oleh Sam Raimi dan Ivan Raimi, ya mirip-mirip  Punjabi bersodara lah kalau di Inodesia.

Cerita dimulai pada tahun 1969 dimana sebuah praktek penyembuhan yang dilakukan oleh seorang psychic, dukun atau apalah terhadap seorang bocah yang mengalami gangguan dunia gaib (sebenernya saya ngira-ngira aja tuh anak sakitnya kenapa), dan walhasil si anak tidak tertolong karena kekuatan dari roh gaib itu lebih kuat dari dukun gipsi perempuan.

Dan seperti biasa adegan angin kenceng menggebrak jendela, anak kecil yang tiba-tiba terangkat dan jatuh ke lantai muncul pas adegan-adegan awal. Sang anak pun tiba-tiba tertelan oleh lingkaran api yang membelah lantai (I guess it’s hell, and he’s dragged in to). Si dukun pun selamat dari kobaran api, ia akhirnya kembali menata kehidupannya dan hidup bahagia di hutan, ceritanya pun tamat.

Belum ding, masih dilanjut dengan opening title dari film Drag Me to Hell, dan masih kurang satu setengah jaman lagi filmnya. Harapan saya terhadap film ini adalah, saya nggak cuman numpang tidur di gedung bioskop mengingat film terakhir yang lumayan sukses bikin saya seolah merasuk ke dalam cerita dan akhirnya terlelap adalah Angel and Demons.

Kembali ke Drag Me to Hell, dikisahkan seorang loan officer yang bernama Christine Brown yang pada suatu hari kedapetan seorang klien nenek-nenek latin yang meminta perlindungan finansial.

Iya, nenek-nenek latin itu namanya Mrs. Ganush, intinya kalau si Christine itu nggak bisa memperpanjang jatuh tempo pembayaran kreditnya si Ganush akan kehilangan rumah. Dan akan menjadi gelandangan, tentunya kondisi tersebut akan membebani pemerintah Amerika di tengah situasi krisis global ini.

Lanjutkan membaca ‘Drag Me to Hell, Anyone..?’

25
Apr
09

Fesbuk, Caleg dan Harvey Milk

Teringat obrolan saya tempo hari (sudah lama sebenernya) via facebook chat – don’t know why, all FB-stuffs seem to be a hype – dengan seorang pengamat ekonomi, politisi (if I may say), calon anggota legislatif DPR RI, asli Madura, kalau mau saya kerucutkan lagi beliau dari Pamekasan. Apa yang tidak lebih membanggakan jika ada seorang public figure punya geographical linkage yang sama, sama halnya ketika ada teman saya yang sebegitu bangganya karena satu SMA dengan Dewi Persik.

Tell you what..? What I did expect from that coincidence online chat – whether it’s really him or not- is somehow like an ordinary guy who adores someone’s carrier in politic, and really proud of him due to same background tribe.

Obrolannya sih singkat, singkat banget malah (masih saya simpan dalam bentuk file txt). But then, it just ended up with what you called “obrolan bertepuk sebelah tangan”. Ini cuplikannya, si Caleg saya samarkan menjadi Mr.X.

Saya : sukses Pak X, semoga bisa mewakili aspirasi rakyat..
Mr X : trims,tinggal dimana nih

Nah ini adalah momen di mana saya kaget-kaget gak jelas, karena saya cuman iseng nyapa. Jadi dibales sukur, gak dibales ya..saya sapa lagi dong(lohh..?).

Dan mulailah saya dengan jawaban bahwa we’re in the same root. Ini senjata pamungkas sebenrnya.

Saya : saya di Surabaya pak, tapi asli pamekasan..

Tik tak..tik tok..tik..tak..tik..tokk…

Gak ada jawaban, saya mesej lagi.

Saya : kira2 ke depannya punya misi seperti apa pak..?

Lama nunggu akhirnya nama Mr.X berkedip-kedip, ada balasan.

Mr X : oken sukses slalu ya..sampai ketemu..

Mas ngerti artinya “sampai ketemu”..?

Dan saya mengindahkan arti kata “sampai ketemu” yang tidak lain tidak bukan adalah, see you I’m sorry good bye, sayonara, sampai jumpa lagi itu. Oken sukses selalu, itu maksudnya Oke n sukses selalu.

Saya : XX (nyebutin nama partai yang ngusung pencalonan beliau, dan masih ngotot pengen ngobrol) kayaknya belum punya tokoh yang pas buat pilpres mendatang ya Pak..?

Tik tak..tik..tok..tik..tak..tik..tok..tikk..tak..tik..tokk..

Oke, end of the message. Mungkin sekarang si Bapak lagi maen Mafia wars.

Lanjutkan membaca ‘Fesbuk, Caleg dan Harvey Milk’

12
Mar
09

Kambing Jantan The Movie, Bukan Kambing Hitam

4-kambing-dan-kebo-di-taman

Hari minggu kemarin saya nonton Kambing Jantan the Movie di Tunjungan 21, bisa dibilang ini adalah satu-satunya film layak tonton dari beberapa film yang sedang tayang waktu itu. Saya masih enggan buang duit 15 ribu untuk film pocong-pocongan-nya Julia Peres, ataupun nonton Beverly Hills Cihuahua di XXI dengan tiket 35 ribu.

Ya, 35 ribu dengan fasilitas escalator kalau mau masuk ke studio, dan lantai berkarpet mungkin masih reasonable dan worth it buat sebagian orang, sementara saya cuman bisa menggerutu pas mau nyoba toilet XXI ngeliat tulisan “tunjukkan tiket anda”, sedangkan tiket yang saya pegang punya 21. Cuman beda karakter aja lho, yang satu pake angka romawi satunya enggak (lagian iseng banget ya, pengen nyoba toilet XXI).

Pemandangan yang mungkin agak mengagetkan buat saya adalah, munculnya sosok bapak-bapak bernama Prabowo dengan partai Gerindra sebelum penayangan film. Apakah akan ada Gerindra the Movie, sehingga iklan politik ini dianggap sebagai trailer, ataukan group 21 adalah perusahaan milik Prabowo. Kalo gitu seharusnya iklan Pak Prabowo lain kali harus diganti, mungkin dialognya akan kayak gini,

“Anda mau nonton film di bioskop…Gerindraa, anda pengen liat film terbaru Kiki Fatmala dan Saipul Jamil…Gerindddraa,”

Kita lupakan iklan Gerindra, kembali ke film Kambing Jantan. Ada perasaan khawatir dalam diri saya ketika adegan-adegan awal film ini mulai tampil di layar, selain celetukan gak penting Ajiedut yang dengan polosnya dia tanya “ Kambing Hitam ni, film lucu kan..Guh?”. Baiklah selain penyebutan judul yang salah, temen saya yang satu ini juga gak paham ni film akan kayak gimana, apa saya jedotin ke tembok aja kepalanya.

Mungkin baiknya anda mencari informasi dahulu tentang apa dan bagaimana film Kambing Jantan ini, apakah berjenis drama komedi, drama horror, komedi nakal, atau suspense thriller. Jadi jangan asal meng-iyakan ajakan teman, atau termakan arus trend biar dikatakan eksis, hari gini masih pengen eksis..?

Kekhawatiran saya adalah bahwa, ada ekspektasi film ini bakalan amat sangat lucu, dan se-hillarious novelnya. Karena jika boleh jujur diantara ke 4 novelnya, hanya Kambing Jantan yang saya suka, lainnya nggak terlalu. Apalagi versi komiknya, saya sempet baca beberapa halaman dan gak saya lanjutin, karena saya nggak nemu sisi lucu komik tersebut, gambarnya terlalu kayak manga (harusnya lebih punya karakter), penggambaran tokoh Dika juga nggak konsisten, kadang mirip, kadang beda.

Lanjutkan membaca ‘Kambing Jantan The Movie, Bukan Kambing Hitam’

29
Jan
09

Slumdog Millionaire, Tanpa Joget dan Nyanyi

slumdogmillionaireposter

Inilah film yang awalnya dikritik habis-habisan oleh beberapa sineas (bahasanee..) Bollywood namun akhirya menjadi film yang banyak dapet award menjelang penganugerahan Oscar nanti.

Bersaing dengan The Curious Case of Benjamin Button, Slumdog Millionare banyak diunggulkan untuk memenangi kategori Best Picture. Total dapet 10 nominasi dibawah Benjamin Button yang dapet 13 nominasi.

Sebenernya kalo anda penggemar fanatic film India dengan adegan joget-jogetan plus nyanyian sendu mendayu, anda akan amat sangat menyesal nonton film ini. Kenapa..?

Karena anda gak bakalan nemuin Hritik Rosan dan Kareena Kapor guling-gulingan di rumput.

Ini adalah film India pertama in past few dacades sejak Kuch Kuch Hota Hai yang saya tonton sampe habis, sampai adegan goyangan terakhir pas muncul credit title. Ya, like it or not, that’s India, they gotta shake their body, and sing. Tapi adegan jogetan masal ini hanya ada di akhir film, gak ngeganggu jalan cerita secara keseluruhan.

Film yang disutradarai oleh Danny Boyle ini, terakhir menang di Golden Globe sebagai Best Picture, dn untuk soundtract juga menang. Gila, keren banget berarti nih film, mari saya ulas berdasarkan kemampuan saya dalam menikmati sebuah film.

Adegan menit-menit awal, tampak Jamal Malik (Dev Patel) sedang di introgasi oleh polisi India, dan di layar muncul sebuah pertanyaan ala-ala kuis, yang akan menuntun kita apa yang sebenernya terjadi sama Jamal ini.

Jamal Malik is one question away from winning 20 million rupees,

How did he do it!

  1. He’s Cheated

  2. He’ lucky

  3. He’ genius

  4. It’s written

Lanjutkan membaca ‘Slumdog Millionaire, Tanpa Joget dan Nyanyi’

25
Jan
09

Movie Review : The Curious Case of Benjamin Button

benjamin_button_poster

Liat judulnya saya pikir film ini bakalan seputaran seorang Benjamin Button seorang detektif, agen spionase atau apalah itu dengan kasus anehnya. But people, I got it wrong.

Previously let me say thanks for Sanyoto Widagdo for his fabulous movie’s collection, for his unlimited internet bandwidth in his office, so he could download any movie he likes. He had Slumdog Millioner to.

Film yang dapet 13 nominasi Oscar termasuk best picture dan acting Brad Pitt sebagai best actor menjadi tontonan saya di liburan panjang dan menjemukan ini.

Mengisahkan perjalanan seoran bernama Benjamin Button, dan film ini diangkat dari cerita pendek F. Scott Fitzgerald yang disutradarai oleh David Fincher.

Awal scene tampak seorang nenek yang sedang ditunggui anaknya di sebuah Rumah Sakit, dan sang nenek meminta sang anak untuk membaca dairy milik-nya.

And the story begun from the dairy, with the birth of Benjamin Button, lahir di akhir perang dunia I, dan emaknya Benjamin meninggal pasca melahirkan. Benjamin lahir dengan kondisi tidak normal, lahir premature dengan kondisi fisik lebih tua dari umur sebenernya.

Nah si Bapak-nya Benjamin tadi membuang (entah membuang atau menitipkan) sang anak di panti jompo. Dan diasuh sama seorang wanita Afro bernama Quenie, dan Quenie-lah yang mengasuh Benjamin sampe gede.

Mungkin jika anda penggemar Brad Pitt bakalan bertanya-tanya, si Bratt Pitt kemane ye, kok gak muncul-muncul. Benjamin sendiri pada saat usia 5 tahun tampak terlihat tua secara fisik, rambut botak, kulit keriput, dan cacat. He couldn’t move his limb.

Seiring waktu Benjamin mulai menunjukkan peningkatan yang cukup significant, dia bisa jalan tapi dengan bantuan kruk. Dan bertemulah dengan sorang anak bernama Daisy, dan mereka berdua bersahabat bagai kepompong dan akhirnya hidup bahagia berdua di hutan. Hee, gak ding.

Lanjutkan membaca ‘Movie Review : The Curious Case of Benjamin Button’




Smile

Cartoon of me

Disclaimer

Blog ini ditulis dengan penuh kepolosan, kesantunan, tidak ada hate speech, tidak ada unsur sara (suku, ras, Agama, akademik (nilai kuliah, IPK dan sebagainya), dan tanpa mewakili suatu partai politik ataupun ormas terstentu. Blog ini adalah personal blog yang isinya gak terlalu penting (ya kalau ada yang penting itu bonus buat anda). Saya masih belajar, dan terus akan belajar, karena dalam Hadist juga disebutkan, belajarlah sampai ke negeri China. Bahkan footer buku sinar dunia selalu ada. Blog ini juga tidak menyediakan download lagu-lagu gratis, ataupun video mpeg,3Gp dan lain sebagainya. Jadi bagi anda yang kecewa karena gak sengaja nge-klik, tau nge-link ke sini ya mohon maaf. Jadi selamat menikmati, sajian sederhana dari saya. Just Feel like Home

A Random Holy Verse

Yang Nyasar

  • 26,827 Orang

Hari-hari penuh ide

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

My Bloglog