Bukan maksud hati untuk menyaingi koleksi photo blognya Mas ini, tapi menurut sudut pandang orang yang amat sangat awam dalam hal fotografi kayak saya ini. Maka ijinkanlah saya memajang foto yang saya ambil ketika pagi buta di tambak deket rumah waktu mudik kemarin, sapa tau ada orang National Geographic yang nge-hire saya buat moto-moto sawah, sungai, selokan, sumur, halaman depan rumah, ataupun teras belakang. Ini adalah kumpulan foto yang saya beri judul “Sunrise di Tambak Desa Pademawu Timur” jika wong ndeso lainnya pagi-pagi sudah jogging sambil ngembala kambing, yang saya kerjakan adalah sok-sok romantis-romantisan kayak di tipi-tipi, dimana sang pemeran utama pria lagi gundah gulana, resah dan gelisah karena si cewek minta dibeliin seekor kambing persia yang bulunya bagus dan bisa diajakin jogging pagi-pagi (ada..tah kambing persia?). Kemudian diingiri lagu Vagetoz “Betapa Aku Mencintaimu” yang lagi buming itu (ni mas operator warnet juga lagi muter…) si pemeran utama pria jalan-jalan di pinggir tambak sambil mengenang masa indah bersama si cewek di iringi semilir angin pagi dan sayup-sayup aroma tambak yang……..amiss.
Nongkrong di pinggir tambak memang bukan ide yang cukup bagus, tapi mau apalagi, kebiasaan saya waktu di rumah adalah bangun tidur, sholat subuh, dan gak boleh tidur lagi. Jadi klo mau tidur agak lamaan ya bangun agak telat dikit, subuhan sekitar jam 5an lewat dikit, itupun juga matahari sudah bikin ganggu, dan saya lebih memilih bangun subuh dan gak tidur bentar entar jam 9an tidur lagi. Kalo di Surabaya, subuh bangun, sholat, jendela dirapetin, matiin kipas angin, tidur se kenceng-kencengnya sampe badan sudah terasa gak enak dan kamar sudah agak “anget” baru bangun, liat jam eh jam 10…memang tidur itu enak *kok jadi bahas masalah tidur*.
PS : jika anda merasa foto di atas bagus…*wehhh..padahal kamera hape*…dan jika anda merasa jelek…*ya..kan kamera Hape*..mohon masukan dan bimbingannya…parenggg,












Yang Ikut Prihatin