<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>TheGoeh Home</title>
	<atom:link href="http://teguhperdana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teguhperdana.wordpress.com</link>
	<description>Sit, Read, And Relax</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 14:53:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='teguhperdana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>TheGoeh Home</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://teguhperdana.wordpress.com/osd.xml" title="TheGoeh Home" />
	<atom:link rel='hub' href='http://teguhperdana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mestakung : Fisika, Madura dan Tambak Belakang Rumah</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/11/08/mestakung-fisika-madura-dan-tambak-belakang-rumah/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/11/08/mestakung-fisika-madura-dan-tambak-belakang-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 08:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Madura]]></category>
		<category><![CDATA[Movie Review]]></category>
		<category><![CDATA[Mestakung]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa hal yang membuat saya penasaran dengan film Mestakung ini Lokasi syuting di tambak garam dekat rumah Jadi saya penasaran dengan apa yang akan ditampikan di layar lebar. Imajinasi saya ngebayangin kincir angin dengan siluet senja, bunga tulip bermekaran dan mbak-mbak sambil membawa keranjang berisi garem, sepatu kayu dan mereka menari bersenandung “ooeelioo..liooo…uuuu, kami <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=900&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang membuat saya penasaran dengan film Mestakung ini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-905" title="mestakung-semesta-mendukung" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/11/mestakung-semesta-mendukung.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<ul>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Lokasi syuting di tambak garam dekat rumah</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi saya penasaran dengan apa yang akan ditampikan di layar lebar. Imajinasi saya ngebayangin kincir angin dengan siluet senja, bunga tulip bermekaran dan mbak-mbak sambil membawa keranjang berisi garem, sepatu kayu dan mereka menari bersenandung “ooeelioo..liooo…uuuu, kami datang di Indonesia, empat rasa yang istimewa..”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kadang saya suka ngayal kalau rumah saya berada sebuah desa di Netherland.</p>
<ul>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Film Inspirasional berlatarkan Science</strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa tahun terakhir pamor siswa Madura, terutama Pamekasan semakin bersinar sejak Berjaya di Olimpiade Fisika Internasional (mau nyebutin itu sekolah saya kok terlalu nyombong gimana gitu). Saya bahkan sempat mengutuk diri sendiri mengapa buku Fisika itu Mudah dan Mekanika Tanpa Kalkulus karangan Yohanes Surya lebih sering saya tenteng kesana kemari daripada dibaca dan dipelajari. Coba kalau…ah sudahlah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Itu dua hal yang membuat saya harus menyiapkan waktu dan duit buat nonton film local dengan latar belakang budaya Madura dan Fisika ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-900"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walhasil rasa penasaran akan seperti apa film Semesta Mendukung terbayar sudah setelah nonton rame-rame dengan beberapa teman. Film ini secara umum menggambarkan perjuangan seorang anak laki-laki bernama Arief  (Sayef Muhammad Billah), siswa sebuah SMP di Sumenep dengan kemampuan fisika di atas rata-rata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan bapak seorang supir truk bernama Muslat (Lukman Sardi), Arif setiap hari bekerja di sebuah bengkel dan sesekali di arena pacuan karapan sapi. Uang yang terkumpul kemudian nantinya akan digunakan si Arif buat nyusul Ibunya di Singapura dengan perantara Cak Alul (Sujiwo Tedjo).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adegan dimulai dengan menampilkan karapan sapi, dan si Arif tampil dengan kaos strip-merah-putih, khas Madura. Mungkin ini maksudnya bertujuan untuk menunjukkan identitas kedaerah yang selama ini dikenal. Bahwa kaos putih garis-garis merah adalah fashion item yang melekat dengan orang Madura dan memang acara seperti karapan sapi adalah timing yang pas buat ber striped-tee.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata di adegan-adegan selanjutnya si Arif masih aja pake kaos putih garis merah favoritnya. Oke, tak apalah, mungkin Arif punya selusin kaos dengan motif yang sama. Adegan pun mengalir, sesekali saya disuguhi oleh pemandangan tambah garam yang gersang, plus kincir angin (tak ada bunga tulip, domba, ataupun nonik Belanda di sini). Di sekolah Arif mendapatkan perhatian lebih dari sang guru fisika (Revalina Estemat) setelah ia berhasil bikin roket air di depan sekolah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Arif yang kala itu kecewa dengan Cak Alul yang ternyata penipu, akhirnya mulai mempertimbangkan tawaran untuk mengikuti pembinaan tim Olimpiade Fisika di Jakarta. Setelah tahu bahwa nanti mereka akan mewakili Indonesia untuk berlomba di Singapura. Negara yang ingin sekali dituju oleh Arif demi mencari sang Ibu (Hermalia Putri).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jujur saya agak kurang terpuaskan dengan film ini. Harapan saya film ini harus lebih banyak menampilkan muatan-muatan Fisika (pusing atau ketiduran di bioskop itu urusan belakang), atau film-film tema sejenis macam <em>Beautiful Mind</em>. Saya sih berharap ada banyak adegan yang menampilkan bagaimana Arif bergelut dengan rumus-rumus fisika, proses dia belajar agar bisa setara dengan teman-teman lain yang lebih senior. Atau mungkin ada adegan di mana Arif menemukan metode baru dalam memecahkan soal yang bikin teman-temannya iri hingga pas balik ke meja dijegal pake kaki, Arif jatuh terjerembab dengan muka belepotan oli (ok, ini agak sinetron mungkin, dan kenapa tiba-tiba ada oli saya juga gak ngerti).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi, saya melihat terlalu banyak bumbu-bumbu dan tambahan cerita yang tidak perlu. Film ini melibatkan banyak karakter, beberapa diantara adalah actor dan actress yang cukup kawakan. Revalina, Lukman Sardi dan Sujiwo Tedjo bermain cukup baik. Apalagi kemunculan sastrawan asal Madura, Zawawi Imron sebagai kepala sekolah Arif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi toh karakter masing-masing belum tergali dan seolah tampil nangggung dan sebentar. Dan entah kenapa Ferry Salim dipilih sebagai pemeran pembina Fisika, terlalu dandy menurut saya untuk seukuran seorang pengajar fisika (kenapa jadi stereotype begini?).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karakter-karakter yang muncul pada saat Arif di pemondokan tim fisika juga sekedar lewat, tiba-tiba ada karakter jahat, ada pula yang simpati kepada Arif. Karakter lucu ditampilkan cukup pas dan tidak berlebihan oleh Indro Warkop.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adegan absurd menurut saya, ketika si cewek (entah siapa itu namanya, Clara atau siapa lah) tiba-tiba senyum sambil memegang tangan Arif di tepi pantai di Singapura. Setelah seharian Arif gagal menemukan Ibunya di seluruh penjuru Singapura.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Untung ada Clara yang membuat aku tenang”</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kira-kira itu kalimat yang mungkin menunjukkan bahwa si Arif sudah akil baligh, bukan remaja desa nan cupu yang suka lari-lari di tambak garam. Dan wajarlah ada yang menaruh hati padanya. Mestakung lah pokoknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Deuuh, ini kenapa jadi kayak filmnya Acha sama Irwansyah begini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Si Arif yang memang diplot sebagai tokoh utama, termasuk baca narasi juga, agak kurang maksimal aktingnya menurut saya. Mungkin seandainya jika kita belum pernah nonton Laskar Pelangi dengan assemble cast-nya yang aduhai, Emir Mahira di Garuda di Dadaku atau Yosie Kristanto di film Tendangan dari Langit, acting Sayef Muhammad Billah bisa saja dimaklumi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terlepas dari itu semua, saya sih gak sok-sok an sotoy menilai film ini jelek. Tapi ya itu tadi, sacara syutingnya deket rumah, inspirasinya dari adik kelas yang dapet emas Olimpiade Fisika, guru pembinanya adalah guru saya juga. Jadi wajar kalau ekpekstasi itu ada.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semoga ke depannya, Mizan tetap konsisten memproduksi film-film yang bertujuan menginspirasi dengan tetap memperhatikan kualitas film.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/info/'>Info</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/inspiration/'>Inspiration</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/movie/'>Movie</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/fisika/'>Fisika</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/madura/'>Madura</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/mestakung/'>Mestakung</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/movie-review/'>Movie Review</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/900/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=900&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/11/08/mestakung-fisika-madura-dan-tambak-belakang-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/11/mestakung-semesta-mendukung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mestakung-semesta-mendukung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahu Tek Pak Din</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/11/08/tahu-tek-pak-din/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/11/08/tahu-tek-pak-din/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 08:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary Spot]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Din]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu Tek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama tinggal di Surabaya, ada satu signature dish yang menjadi favorit saya. Yaitu tahu tek, atau sebutan lainnya adalah tahu telor. Konon tahu telor itu adalah tahu tek plus telor. Jadi basically tahu tek adalah campuran bahan-bahan sederhana yang mudah dijumpai dan mengenyangkan, digoreng kemudian dipotong-potong dengan gunting. Nah proses pemotongan ini mengeluarkan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=892&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Setelah sekian lama tinggal di Surabaya, ada satu signature dish yang menjadi favorit saya. Yaitu tahu tek, atau sebutan lainnya adalah tahu telor.</p>
<p class="MsoNormal">Konon tahu telor itu adalah tahu tek plus telor. Jadi basically tahu tek adalah campuran bahan-bahan sederhana yang mudah dijumpai dan mengenyangkan, digoreng kemudian dipotong-potong dengan gunting. Nah proses pemotongan ini mengeluarkan bunyi “tek..tek” sehingga, sebutan tahu tek berawal dari situ.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Lah, kalo Tahu Genjrot, Tahu Po, Tahu Pong itu dipotongnya pake apa ya bang, bisa bunyi aneh begitu. </em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Yo embuh le, la menurutmu?</em></p>
<p class="MsoNormal">Disamping bahan-bahan murah meriah dan mudah didapat, seperti tahu, kentang, lontong serta telor dadar yang dicampur dengan potongan tahu. Yang paling penting dan menjadi senjata utama adalah bumbu kacang petisnya. Dan itu tergantung dari kelihaian sang peracik, sosok yang berada dibalik cowek dan ulekan. Bagaimana ia menentukan rasa, berapa siung bawang putih, berapa sendok petis, berapa milliliter air, bahkan berapa rpm kecepatan ulekan hingga pengaturan ritme yang pas. Itu semua saling berkaitan.</p>
<p class="MsoNormal">Kalau bahan-bahan pelengkap lainnya tidak harus spesifik, semua sama. Kecuali jika Farah Quin yang masak, campuran bahannya agak lebih ribet, bisa-bisa ada jamur, daging wagyu yang disuir-suir, paprika, terong belanda, daun basil, rumput laut dari perairan Siberia atau mungkin cingur dari sapi Australia dengan sedikit potongan daun mint yang dicincang halus dan minyak ikan kod.</p>
<p class="MsoNormal"><em>Ini tahu tek atau apa sih sebenernya?</em></p>
<p class="MsoNormal">Sejauh ini, sepanjang pengetahuan saya tentang per-Tahu-Tek-an, ada seorang penjual tahu tek yang hampir memenuhi teknik racikan bumbu dan tingkat rpm yang pas dalam mengulek. Dia adalah Pak Din.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em>&#8220;Gambar di bawah ini adalah salah satu misi global yang harus tercapai oleh Pak Din, memasyarakatkan Tahu Tek ke pasar dunia&#8221;</em></p>
<p class="MsoNormal"><img class="aligncenter size-full wp-image-908" title="biber" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/11/biber.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p class="MsoNormal">Di grobaknya tertulis Tahu Tek Pak Din, hampir setiap hari mangkal di samping Giant Mulyosari, di pertigaan, biasanya di bawah tiang listrik depan Greja Mawar Saron.</p>
<p class="MsoNormal">Saya pertama kali ngincipi tahu tek Pak Din, langsung kesemsem dengan bumbunya. Dibandingnkan dengan penjual tahu tek yang suka lewat di depan kos, harga tahu tek plus telor Pak Din 1000 rupiah lebih mahal. Jadi Pak Din menjual satu porsi Tahu Tek seharga 7000, namun harga segitu cukuplah sepadan.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-892"></span></p>
<p class="MsoNormal">Pak Din tiap kali beroperasi selalu ditemani seorang Istri dan satu orang anak laki-lakinya yang kira-kira masih usia anak SD kelas 2, 3 atau 4 (entahlah, masih kecil pokoknya).</p>
<p class="MsoNormal">Pak Din sendiri berperan sebagai kepala Koki, tugasnya meracik bumbu, dan mengulek. Sementara sang istri bertugas sebagai asisten, kebagian nyatet pesenan, goreng tahu, kentang, telur dadar termasuk plating akhir. Nah si anak laki-laki yang biasa dipanggil Fa (nama panjangnya mungkin Alfa, Fajar, atau Fauzan) bertugas sebagai waitress dadakan, sesekali ngupas kentang rebus, sesekali nyuci piring, bahkan kasir.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><em>“Fa, Tahu Tek dua, ayo ambil kembalian, kembali berapa?”</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>“Piro buk? Enam ribu?”</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Tahu Tek Pak Din ini memang terbilang cukup rame, saya pernah sampai ngantri satu jam lebih hanya untuk satu bungkus tahu tek. Karena bumbu yang disiapkan harus diulek satu-satu, jadi bisa dibayangkan jika semalam Pak Din menjual 50 bungkus, maka berapa balsam geliga yang harus dioles sesampainya dirumah buat ngurut tangan.</p>
<p class="MsoNormal">Belum lagi pelanggan yang suka nelpon duluan, minta dilayanin duluan, atau pelanggan yang memiliki tingkat keribetan yang luar biasa dalam memesan tahu tek.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal">“Cak, tahu tek 3 ya..”</p>
<p class="MsoNormal">“Yang satu gak pake kentang, Lombok 2, kecambahnya dikit ae”</p>
<p class="MsoNormal">“yang satu, kentangnya banyak, gak pake lontong, lombok 4 tapi lek isa lomboke sing ijo-ijo ae”</p>
<p class="MsoNormal">“Satu e, gak pake cambah, kentange dikit, Lombok 5, lontonge dikit ae, tahu e sing akeh”</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Dan sesekali Pak Din merespon dengan helaan napas panjang, mata merem beberapa detik, kemudian nanya balik. Ekpresinya mungkin bisa diterjemahkan dengan ekspresi &#8220;Tuhan-Coba&#8217;an-Apalagi-ini-Tuhan&#8221;. Kalau saya jadi Pak Din mungkin saya bisa senewen, ngomel-ngomel sama mbaknya</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal">“Wooiii, mbak, ini kecambahnya habis, mau nunggu apa gimana, kalo mau, saya tanem dulu?”</p>
<p class="MsoNormal"><em>Setelah hening selama 45 menit si mbak pun akhirnya memberikan jawaban </em></p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Oke, boleh deh Cak&#8221;</p>
<p class="MsoNormal"><em>Dan saya pun gantung diri di pohon toge.</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Mungkin itu yang membuat pelanggan tetap setia dan mengantri setiap malamnya, Pak Din membuat masing-masing porsi sangat personal. Ditambah lagi dengan tim kerja yang handal, dan si Fa yang selalu berusaha cekatan dan sigap.</p>
<p class="MsoNormal">Namun tidak setiap kali si Fa tampak sibuk mengupas kentang atau wira-wiri melayani pelanggan. Kadang ia sempat main dengan anak sebaya yang mungkin teman gang-nya di sekolah. Saya sih melihat si Fa ini tipikal anak yang nurut, gak perlu diperintah dan punya inisiatif, suka tiba-tiba nanya ke Ibu apa kentangnya mau dikupas, atau ada piring kotor yang mau dicuci.</p>
<p class="MsoNormal">Tahu Tek Pak Din adalah sebuah gambaran usaha keluarga yang sederhana namun ada kehangatan yang terasa. Sang Bapak sebagai komandan, sementara si Ibu sebagai manager operasional dan si Fa sendiri adalah seorang public relation yang handal.</p>
<p class="MsoNormal">Mungki sekarang Tahu Tek Pak Din masih berupa gerobak dorong, siapa tahu beberapa tahun kedepan si Fa tidak perlu pontang panting dengan tugas yang serabutan. Beberapa tahun lagi mungkin sudah punya kios atau stand, dengan kasir dan mesin hitungnya, hingga tak bingung lagi menghitung kembalian.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/culinary-spot/'>Culinary Spot</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/fun/'>Fun</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/info/'>Info</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/inspiration/'>Inspiration</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/pak-din/'>Pak Din</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/tahu-tek/'>Tahu Tek</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/892/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=892&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/11/08/tahu-tek-pak-din/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/11/biber.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">biber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Paska Lebaran</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/09/14/sajak-paska-lebaran/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/09/14/sajak-paska-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 07:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=872</guid>
		<description><![CDATA[Aku, kamu, terpisah oleh ruang di dunia maya Tidak pernah bertemu, namun kadang bertegur sapa Jarang aku berbicara politik, ekonomi dan hal berat lainnya Bukannya tidak bisa tapi memang otakku tak mampu berpikir jauh kesana Tapi untungnya, kamu suka &#160; Kamu bilang pria pintar itu seksi Aku pun demikian jika membahas acara di tivi Amira <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=872&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/09/selamet.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-875" title="Selamet" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/09/selamet.jpg?w=502&#038;h=333" alt="" width="502" height="333" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;">Aku, kamu, terpisah oleh ruang di dunia maya</p>
<p>Tidak pernah bertemu, namun kadang bertegur sapa</p>
<p>Jarang aku berbicara politik, ekonomi dan hal berat lainnya</p>
<p>Bukannya tidak bisa tapi memang otakku tak mampu berpikir jauh kesana</p>
<p>Tapi untungnya, kamu suka</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kamu bilang pria pintar itu seksi</p>
<p>Aku pun demikian jika membahas acara di tivi</p>
<p>Amira dan Fitri bisa jadi bahan hinaan tiada henti</p>
<p>Hingga kau tidak bisa membedakan antara suka atau benci</p>
<p>Hari ini aku berjanji mulai menulis lagi</p>
<p>Walaupun hanya sebatas sajak cupu ini</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah sajak pembuka postingan paska lebaran berjudul <strong>AKU MENULIS LAGI</strong>. Iya, standard sekali judulnya dan terdengar seperti program tv tentang anak yang habis operasi cantengan di jempol. Isi sajaknya juga seolah blog ini banyak yang baca begitu ya. Sombong banget saya. Tapi tak apalah.</p>
<p><em>But, how’s life anyway. Mine is great as always.  </em></p>
<p>Sebelumnya, mau mengucapkan maaf lahir batin, maaf jika selama ini ada yang tidak berkenan dengan apa yang saya tulis di blog. Mudah-mudahan, kedepannya bisa nulis minimal 10 postingan per hari. Atau 10 postingan per minggu, atau perbulan lah, ya sebulan dua kali lah (mulai plin-plan).</p>
<p>Salam syupper dupper yummy</p>
<p><em>PS : Foto diatas adalah hasil jepretan dari seorang dosen waktu survey di Bangkalan, saya edit-edit biar keliatan mirip hasil foto instagram gitu. Kan lagi ngetren ya..?</em></p>
<p style="text-align:left;">
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/872/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=872&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/09/14/sajak-paska-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/09/selamet.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">Selamet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sarjana Oh Sarjana, Alhamdulilah</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/08/03/sarjana-oh-sarjana-alhamdulilah/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/08/03/sarjana-oh-sarjana-alhamdulilah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 05:55:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=853</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu terakhir ini saya menjadi saksi hidup bagaimana seorang pemuda usia matang akan meraih – bahkan menambah- gelar akademisnya. Teman saya, secara resmi dinyatakan lulus ujian sidang tugas akhir, dan tidak lama akan segera merasakan gemerlapnya pesta wisuda. Iya sih, seharusnya teman saya ini bisa lulus tepat waktu kalau mau. Atau bahkan 3.5 tahun <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=853&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-869" title="Guide-for-Fresh-Graduates-a" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/08/guide-for-fresh-graduates-a1.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Beberapa minggu terakhir ini saya menjadi saksi hidup bagaimana seorang pemuda usia matang akan meraih – bahkan menambah- gelar akademisnya. Teman saya, secara resmi dinyatakan lulus ujian sidang tugas akhir, dan tidak lama akan segera merasakan gemerlapnya pesta wisuda.</p>
<p>Iya sih, seharusnya teman saya ini bisa lulus tepat waktu kalau mau. Atau bahkan 3.5 tahun kalau niat bin istiqomah dan rajin minum ginko biloba dan jamu buyung upik. Tapi apa daya, suratan takdir berkata tidak.</p>
<p>Setelah melalui perjuangan puuuaaaanjang selama belasan semester, sebagaimana selayaknya calon wisudawan yang lain. Teman saya memberitakan kabar gembira kepada orang tua di rumah, perihal upacara penyematan gelar Sarjana Teknik yang akan segera dihelat.</p>
<p>Entah mungkin karena lupa atau sang orang tua sudah menganggap si anak sudah lulus kapan tahun karena saking lamanya, maka respon dan ekspresi yang diberikan tidak sesuai yang diharapkan.</p>
<p>Sebuah antiklimaks, yang seharusnya teman saya mendapatkan penghargaan yang lebih layak. Untuk sebuah perjuangan panjang bertahun-tahun, belasan semester ditempuh, mungkin teman saya bisa saja minta didampingi Bupati waktu pesta wisuda nanti. Diarak diiringi reog Ponorogo, dikawal berkompi-kompi petugas polisi.</p>
<p>Tapi karena teman saya ini memang dasarnya rendah hati, nrimo, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan. Ia menganggap bahwa lulus belasan semester sudah digariskan takdirnya oleh Tuhan YME.</p>
<p>Jadi ia menganggap ini merupakan jalan terbaik yang diberikan oleh Allah SWT. Seperti halnya senetron religi, bahwa di setiap akhir cerita pasti ada hikmah yang bisa diambil. Begitu pula drama perjuangan sampai titik darah penghabisan demi sebuah gelar sarjana. Itu semua sudah digariskan dengan indah untuk teman saya.</p>
<p>Saya sih cuma bisa senyum-senyum pahit. Entah itu benar atau tidak, yang penting saya ikut seneng temen saya akhirnya lulus, dan jadi Sarjana.</p>
<p>Jika difilmkan mungkin kisah teman saya ini akan dikemas apik oleh Hanung Bramantyo, film tentang perjuangan seorang mahasiswa yang berjuang menjadi wisudawan. Atau jika Christohper Nolan yang bikin, maka film ini nantinya akan dikemas dengan sangat rumit, macem Inception, banyak flasback, banyak konflik, pokoknya intinya film gak nyantai lah.</p>
<p>Karena sebelum maju buat sidang, cobaan demi cobaan mulai berdatangan. Shireen Sungkar yang bolak-balik suka mendapat ujian dan jarang sekali keliatan beruntung di dalam sinetron, mungkin kalah dengan teman saya.</p>
<p><span id="more-853"></span></p>
<p>Beberapa hari sebelum ujian, software yang nantinya dipakai untuk demo tiba-tiba error, atau dosen pembimbing yang tiba-tiba lepas tangan dan pasrah gak bisa bantu. Dan puncaknya, laptop yang berisi data-data tugas akhir, hilang beberapa jam sebelum ujian sidang. Astagfirulloh, ini kalau di film India sudah ada efek petir dan hujan deres kayaknya.</p>
<p>Syukurlah teman saya ini tipe-tipe orang yang selalu bersyukur dalam setiap cobaan. Kalau saya sih bisa penuh drama, mungkin saya masuk ke kamar mandi, pintu dikunci, siap-siap ngiris nadi, nelpon orang kampus. Kalau gak dilulusin saya gak mau keluar.</p>
<p>Saya yang juga pernah merasakan sakitnya perasaan ketika harus molor dan menunda-nunda gelar sarjana. Dalam kondisi ini yang bisa bikin kita tetap istiqomah dan semangat adalah orang terdekat.</p>
<p>Orang tua yang paling penting. Adakah hal lain yang bisa mendorong semangat seseorang biar segera lulus selain orang tua. Coba deh, taruh foto Mommy Daddy atau Mimi Pipi (ini buat Aurel dan Azriel mungkin) di samping computer, atau di desktop laptop. Atau gampangnya di dompet. Kalau perlu print A0, kasih pigura dan pasang di dinding kamar.</p>
<p>Foto dua orang yang tampak bangga dan tersenyum ngeliat anaknya sedang berjuang ngerjain tugas akhir, atau lagi senyum ngeliatin anaknya bayar fotokopian bahan-bahan skripsi waktu buka dompet. Itu mungkin bisa jadi trigger yang ampuh.</p>
<p>Tapi terkadang ketika kita jauh dari orang tua, orang yang paling deket (selain tetangga kos) adalah temen sendiri. Fungsi teman mungkin bisa menggantikan orang tua menurut saya.</p>
<p>Saya pernah berada pada posisi di mana teman-teman saya sudah pada lulus, dan saya masih asik melenggang menikmati subsidi pemerintah menjadi mahasiswa tingkat akhir se-akhir-akhirnya. Kadang kalau ditanyain,</p>
<blockquote><p><strong>“Eh gimana TA, sudah beres..?”</strong></p>
<p><strong>“Kapan wisuda..?”</strong></p>
<p><strong>“Hah, sik gurung lulus..? lapo ae..?”</strong></p>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p>Itu yang bikin suka sakit hati. Mereka yang nanya memang tidak tau dan tidak mau tau apa yang sedang kita rasakan. Kapan maju sidang, kapan TA kelar, adalah pertanyaan yang bisa memicu perang saudara.</p>
<p>Sebenernya mereka tahu kalau bikin project tugas akhir itu susah, gak kayak bikin 1000 candi-nya Roro Jonggrang yang semalem bisa langsung jadi. Entah Roro Jonggrang yang tidak bisa bikin RAB dan project planning, kok bisa 1000 candi minta jadi satu malam, atau Bandung Bondowoso yang freshgraduate Teknik Sipil, jadi belum pengalaman.</p>
<p>Ada banyak faktor kenapa kita kok lebih lama dari pada temen yang laen, kenapa yang lain satu semester sudah bisa maju sidang. Sedang giliran kita harus nunggu musim panen dua tahun lagi.</p>
<p>Sebenarnya mereka adalah teman-teman yang peduli dan mengingatkan, tapi dengan versi kalimat dan muka yang lebih nyebelin dan nyelekit. Mereka juga tahu kalau ngerjain TA itu gak gampang, jadi cuma bisa nanya karena saking bingungnya mau bantu gimana lagi. Teman terdekat hanya hanya bisa ngingetin, mungkin itu yang bikin kita kesel.</p>
<p>Adapula cerita seorang teman yang project tugas akhirnya nyantol gara-gara di bawah bimbingan seorang professor. Si professor konon susah ditemui karena beliau suka bolak-balik ke luar negeri. Padahal teman saya ini sudah mulai mengerjakan tugas akhir di semester ke delapan, sesuai jadwal.</p>
<p>Dan entah kenapa akhirnya sampai molor-molor gak karuan hingga sekarang. Yang saya tangkap dari cerita sedihnya adalah si dosen pembimbing yang nota bene adalah professeor tersebut memang terkenal susah. Entah susah ditemui, atau susah dalam proses asistensinya. Memang selain kuliah si mahasiswa ini punya usaha sendiri, dan sebelumnya memang terlibat project dengan si professor. Jadi alasan kemolorannya masih excusable walau tidak masuk di akal.</p>
<p>Saya dulu sempat berpikiran kalau seandainya Tugas Akhir bisa diganti dengan project pementasan drama, saya rela belajar acting biar bisa main bagus dan lulus (pementasan Snow White mungkin). Impian untuk main drama sebagai pengganti tugas akhir adalah hanya khayalan semu. Dalam proses meraih gelar sarjana, bukan drama ala dongeng yang kita mainkan, tapi drama reality perpaduan antara Termehek Mehek dan Realigi.</p>
<p>Dan +beberapa hari lalu, teman saya tampak sumringah dengan setelan kemeja putih celana hitam dan dasi warna warni. Tercatat sebagai calon wisudawan dan lulus yudisium. Saya ngelihatnya aja bangga, apalagi teman saya.</p>
<p>Namun rasa galau pasca lulus itu mengalahkan rasa bangga ketika teman saya dinyatakan boleh ikutan wisuda.  Yang membuat galau adalah mencari pendamping wisuda, sekaligus pendamping hidup.</p>
<p>Jadi yang minat jadi pendamping wisuda, pm ya Gan..thanks.</p>
<p>Picture taken from <a href="http://resumeguides.maxupdates.tv/wp-content/uploads/2010/06/Guide-for-Fresh-Graduates-a.jpg" target="_blank">here </a></p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/friends/'>Friends</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/inspiration/'>Inspiration</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/curhat/'>Curhat</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/sarjana/'>Sarjana</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/teman/'>Teman</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=853&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/08/03/sarjana-oh-sarjana-alhamdulilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/08/guide-for-fresh-graduates-a1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Guide-for-Fresh-Graduates-a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BB Attact (Lagi)</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/08/03/bb-attact-lagi/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/08/03/bb-attact-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 04:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[RIM]]></category>
		<category><![CDATA[Teman Kantor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu silam sempat saya menulis sesuatu tentang sebuah handset yang mungkin harus jadi barang wajib di abad ini. Sebuah gadget keluaran RIM yang sempat membuat hidup saya tidak tenang. Tidak tenang, ketika waktu itu saya merupakan salah satu dari sekian kecil orang di tempat kerja yang tidak memakai Blackberry. Dan masih tidak tenang, ketika <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=851&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-861" title="blackberry" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/08/blackberry1.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Beberapa waktu silam sempat saya menulis sesuatu tentang <a href="http://teguhperdana.wordpress.com/2010/09/25/bb-attack/">sebuah handset</a> yang mungkin harus jadi barang wajib di abad ini. Sebuah gadget keluaran RIM yang sempat membuat hidup saya tidak tenang.</p>
<p>Tidak tenang, ketika waktu itu saya merupakan salah satu dari sekian kecil orang di tempat kerja yang tidak memakai Blackberry. Dan masih tidak tenang, ketika saya akhirnya benar-benar memiliki benda idaman (should I cal it Idaman?) jutaan umat ini.</p>
<p>Beberapa bulan setelah tulisan saya tentang Blackberry dipost di blog, dan kemudian menyusullah banyak simpati, empati, cemooh dan umpatan dari berbagai pihak (yang gak perduli dan masa bodoh lebih banyak lagi). Finally, at that next following months, I was being a commoner. Saya resmi punya blackberry dan secara ajaib menjadi pekerja kantoran yang tidak pernah lepas dari Blackberry. Cihuy lah pokoknya.</p>
<p>Saya berubah bahagia, tidak juga. Saya secara resmi menjadi konsumen RIM ketika muncul berita panas mengenai pembatasan layanan terhadap akses Blackberry service. Isu konyol yang sempat muncul adalah, BBM bakalan gak akan berfungsi, RIM gak punya ijin resmi di Indonesia, BB bakalan ditarik dari pasar, BBM-an sambil bengong bakalan bikin ayam tetangga mati, BeBe Haram bla-bla-bla.</p>
<p>Tentu berita simpang siur ini seolah tidak adil. Karena saya merasa dipermainkan oleh system (ciee..sistem). Ketika semua orang menganggap blackberry adalah benda yang bisa bikin ganteng, karisma bertambah dan jodoh makin lancar. Saya waktu itu hanya bisa menjadi anak desa cupu di tengah warga metropolis dengan BB di tangan.</p>
<p>Dan ketika saya akhirnya nyerah dan punya BB, saya masih tetap menjadi anak desa yang cupu namun sedikit gaya karena dari kejauhan terlihat menunduk dan asyik dengan blackberry. Gaya, dan norak kadang hanya dibatasi oleh selembar kelambu tipis. Dan ke-gaya-an saya hanya berlangsung seminggu, karena setelahnya mungkin orangt-orang sudah tidak menggunakan BB lagi terkait isu sialan tersebut.</p>
<p>Minggu pertama ketika BB dengan seri sejuta umat sudah dalam genggaman (BB dengan casing plastik ), saya masih dibuat pusing dengan kondisi BB yang suka rewel. Tiba-tiba hangat, tiba-tiba kedip-kedip padahal gak muncul notofikasi, tiba-tiba mati, batere cepet habis, dan 1001 keajaiban lainyya yang bikin saya senewen.</p>
<p>Ketika saya merasa heran si BB tiba-tiba hangat sampai terasa di kulit paha, saya pun mengeluarkan pertanyaan dengan nada khawatir.</p>
<blockquote><p><strong>Saya :</strong> “BB ku kok anget..?”</p>
<p><strong>Teman 1 :</strong> “Rusak paling..”.</p></blockquote>
<p><em>Teman yang BB nya bolak balik rusak menjawab dengan enteng.</em></p>
<blockquote><p><strong>Teman 2 :</strong> “Tuh,kan. Ngapain beli BB, aku sih ogah”.</p></blockquote>
<p><em>Teman 2 yang dulu antipati dengan BB ikut berkomentar. </em><em> FYI, teman saya yang dulunya apatis terhadap keberadaan BB dan sekarang sejak pakai BB, beliau paling aktif di group, sering update status, dan ganti gambar profil.</em></p>
<blockquote><p><strong>Teman 3 :</strong> “Loro paling,..kene..kene…tak gendonge”</p></blockquote>
<p>Dan yang terakhir adalah jawaban absurd dan tidak memberikan solusi dari seorang teman kantor wanita. Mungkin BB saya bakalan dia kasih ASI.</p>
<p>Belum lagi ketika saya terlalu memperlakukan si BeBe dengan amat sangat berlebihan. Padahal juga harganya gak seberapa (lah kok sombong). Saya belum pernah se insecure ini ketika kemana-mana harus membawa gadget yang tiba-tiba suka hangat di kantong celana.</p>
<p><span id="more-851"></span></p>
<p>Saya sempat wanti-wanti ketika naik mobil teman, secara kebetulan di depan ada truk container. Saya khawatir ketika lagi asyik belajar BBM-an, nyoba-nyoba download, buka-buka email (yang isinya hanya notifikasi facebook dan newsletter gak begitu penting) atau iseng-iseng ngelepas-ngebuka-ngelepas-ngebuka-batere BB secara simultan. Tiba-tiba teman saya ngerem mendadak. BB saya terjuntal ke depan, nembus kaca mobil sampai akhirnya jatuh ke aspal dan dilindes truk container.</p>
<p>Dan saya akan sedih berkepanjangan serta menuntut teman saya karena melakukan perbuatan pengrusakann terencana, sengaja dan sistemik.</p>
<p>Yang ada di dalam pikiran saya adalah bagaimana benda kotak hitam suka kedap-kedip genit itu selamat sehat sentausa. Saya bahkan tidak memikirkan keselamatan saya, apalagi teman saya yang lagi nyetir dan mobilnya saya tumpangi.</p>
<p>Teman saya yang pada awalnya ngajak ditemenin biar ada teman ngobrol selama perjalanan menemui klien (entah klien apa, di mana, dan yang mana saya juga lupa karena konsentrasi saya hanya pada Bebe). Akhirnya ia hanya bisa ngomel-ngomel karena saya lebih banyak bengong mencet-mencet BeBe ketika diajak ngobrol.</p>
<p>Dan semakin hari saya mulai (agak) merasakan manfaat BeBedalam pekerjaan saya waktu itu. Mulai dari hal remeh temeh macam nitip bungkus makan siang, ngomongin teman kerja, ngomongin driver, atau obrolan tidak berguna lainnya yang seakan dipermudah dengan keberadaan sebuah teknologi BBM.</p>
<p>Bahkan manfaatnya bisa jauh ke tingkatan lebih tinggi dari sekedar remeh temeh yang biasa saya dan teman saya lakukan. Himbauan menggunakan baju kerja warna tertentu untuk memperingati perayaan tertentu, update hasil meeting, hingga kirim-kiriman gambar kue tart dengan seorang Manager beda wilayah yang mana saya belum pernah ketemu.</p>
<p>Sumpah, ini ajaib, jadi saya sebagai anak baru, <em>he&#8217; eh</em> saja diserahi tugas untuk mesen kue tart di sebuah hotel berbintang, dengan instruksi jarak jauh. Mulai dari beli dimana, ukuran, bentuk, rasa, harga, hingga gimana nanti saya  ngirimnya ke alamat klien, semua via BBM.</p>
<p>Betapa saya merasa sudah menjadi karyawan yang baik ketika seorang boss meminta untuk nge-add pin beliau demi kelancaran komunikasi dan silaturahmi mungkin (yang terakhir mungkin saja, tapi peluangnya tipis). Tapi tetap ujungnya adalah demi kelancaraan kerja.</p>
<p>Bisa jadi ruang berekspresi menjadi lebih sempit karena kita tidak bisa serta merta seenak jidak mengapdet status BBM tentang keluhan seputar kerjaan. Karena ada nama boss di kontak BBM.</p>
<p>Mentok-mentok status penyemangat yang ditulis berulang biar keliatan etos kerja terjaga, atau avatar yang berisi kutipan kalimat penyemangat macam <em>“Hari ini harus lebih baik dari esok”</em>. Atau paling sering saya menjumpai teman yang asik dengerin lagu <em>&#8220;Sumini Cutez is listening to Paramore &#8211; Only Exception, Oasis &#8211; Wonderwall, Wali &#8211; Tomat, ST12 &#8211; Isabela (www.musikgaul.com), OM Sera &#8211; ABG Tua&#8221;</em>  (pemilihan lagu mencerminkan kondisi mood seseorang, jadi jangan protes). Ini bukti bahwa sebuah gadget secara perlahan merubah kehidupan seseorang., atau menambah beban kehidupan seseorang, dan atau lagi, menambah ribet hidup seseorang.</p>
<p>Dan sekarang usia BeBe sudah lebih dari 7 bulan, dengan kondisi headset ilang entah kemana, layar lecet, bodi sudah tidak karuan karena secara serampangan kadang saya masukin tas. Dan otomatis bercampur dengan isi tas saya yang mirip kantong doraemon.</p>
<p>Sekarang sudah tidak se-excited dulu ketika tiba-tiba BeBe kedap-kedip manja. Atau tidak sepanik dulu ketika ada BBM dari atasan untuk sebuah urusan pekerjaan. Dan ketika si BeBe ini habis batere pun saya tidak se hectic ketika dulu charger ketinggalan di kantor, hingga saya terpaksa beli charger abal-abal merek vision seharga 30 ribu.</p>
<p>Sekarang lebih tenang, si bos baru bukan pengguna BeBe. Hal-hal yang menyangkut pekerjaan pun lebih sering via telpon, atau SMS.</p>
<p>Dan saya mulai merasa kembali normal ketika BeBe ini hanya menyala sekenanya, group BBM kantor dulu, sekarang hanya ramai ketika ada yang ulang tahun, kalaupun ada isu terkini toh saya sudah agak roaming. Group BBM teman kuliah hanya aktif ketika ada foto teman yang jadi bahan cela-celaan, atau menjelang janjian main futsal.</p>
<p>Yang paling aneh adalah group BBM yang hanya berisi 4 orang teman kuliah sekaligus teman kos. Demi mengenang kejayaan kos-kosan yang pernah kita tinggali bersama, serta menjalin silaturahmi, group itupun terbentuk. Dan hanya aktif di awal-awal saja (kebetulan ke-empat-empatnya masih seumur jagung menjadi pengguna BeBe jadi memang agak suka norak).</p>
<p>Entahlah, saya tidak menganggap Blackberry adalah teman ngobrol di kala suntuk, dan ketika kondisi BIS belum diperpanjang dan paket langganan sudah habis. Saya tidak terlalu khawatir, toh masih ada SMS dan telpon masuk. Ya walau sms-nya lebih sering nawarin dagang pulsa, dan telpon pun kebanyakan dari emak saya (loh kok curhat).</p>
<p>Tapi setidaknya, saya bisa (tiba-tiba) kenalan dengan teman baru, walaupun jarang &#8211; bahkan hampir tidak pernah &#8211; ngobrol, sesekali hanya kirim pesan yang berisi &#8220;Test Contact&#8221; ketika saya balas pun dia tidak bergeming. Konon itu cara ngecek apakah kontak temen-temennya masih aktif atau tidak, atau temen-temennya lagi bengong dan mati gaya kayak saya.</p>
<p>Jadi kalaupun BBM saya tidak aktif, jangan sungkan-sungkan untuk sekedar &#8220;Test Contact&#8221; saya pasti balas walau anda ngsih embel-embel don&#8217;t reply.  Entah saya balas lewat mimpi ataupun telepati. Kalau mood bagus saya bisa balas pakai pantun.</p>
<p>Picture taken from<a href="http://cdn.berryreview.com/wp-content/uploads/2008/05/blackberry.jpg"> here </a></p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/friends/'>Friends</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/fun/'>Fun</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/personal/'>Personal</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/thought/'>Thought</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/blackberry/'>Blackberry</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/rim/'>RIM</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/teman-kantor/'>Teman Kantor</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/851/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=851&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/08/03/bb-attact-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/08/blackberry1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blackberry</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Madeo &amp; Die Fremde : Tentang Ibu, Tentang Perempuan</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/06/16/madeo-when-we-leave-tentang-ibu-tentang-wanita/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/06/16/madeo-when-we-leave-tentang-ibu-tentang-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 17:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Madeo]]></category>
		<category><![CDATA[When We Leave]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan Ibu dan anak spertinya sudah sering diangkat menjadi tema sebuah film. Beberapa film yang sempat saya tonton menampilkan karakter kuat seorang Ibu. Angelina Jolie mati-matian mencari tahu perihal keberadaan anaknya yang hilang dalam film Changeling. Atau Ayu Azhari yang berusaha untuk mendapatkan hak asuh anak dalam Noktah Merah Perkawinan, dan Noktah Perkawinan 2. Walaupun <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=829&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hubungan Ibu dan anak spertinya sudah sering diangkat menjadi tema sebuah film. Beberapa film yang sempat saya tonton menampilkan karakter kuat seorang Ibu.</p>
<p><strong>Angelina Jolie</strong> mati-matian mencari tahu perihal keberadaan anaknya yang hilang dalam film <strong>Changeling</strong>. Atau Ayu Azhari yang berusaha untuk mendapatkan hak asuh anak dalam <strong>Noktah Merah Perkawinan</strong>, dan <strong>Noktah Perkawinan 2</strong>.</p>
<p>Walaupun yang terakhir dalam bentuk senetron, tapi keberadaan <strong>Ayu Azhar</strong>i – di luar kasus yang sering menimpa keluarganya – cukup mengaduk-ngaduk emosi seisi rumah kala itu.</p>
<p>Jadi ceritanya nih, saya lagi (emang) gak ada kerjaan selain nonton film. Dan setelah nonton beberapa film komedi romantis dari Thailand, maka saya pindah ke kawasan Asia dan Eropa. Ada dua film yang bakalan saya review, anggap saja cuman sekedar share, saya sih gak ahli kalau ngereview film. Jangan dimasukin di hati.</p>
<p>Silahkan disimak kakak</p>
<p><strong>Madeo ( Mother) </strong></p>
<p>Kali ini saya mencoba untuk menonton film Asia, yaitu sebuah film Korea berjudul <strong>Madheo (Mother)</strong> disutradarai oleh <strong>Bon Joon Ho</strong>. Pada tahun 2009, Madeo mewakili Korea Selatan sebagai official selection di perhelatan <em>Oscar</em> untuk kategori <em>Best Foreign Language Film.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-831" title="madeo-mother-poster" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/madeo-mother-poster.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Dengan menonton film ini secara tidak langsung saya juga turut memeriahkan euphoria gejolak kawula muda tentang berbagai hal yang berbau Korea.</p>
<p><em>Appahh? gak tau apa itu SUJU..? Bonamanamanadimana gak ngerti juga ? *Mendadak ELF*</em></p>
<p>Secara gari besar Madeo menceritakan hubungan seorang Ibu (yang gak disebutin siapa namanya) dengan seorang anak laki-laki semata wayangnya. Si anak yang bernama Do Joon adalah anak laki-laki yang sedikit mengalami gangguan mental.</p>
<p>Si Ibu bekerja sebagai seorang akupuntur dan membuka toko herbal. Sementara si anak laki-lakinya itu kerjaan sehari-hari keluyuran sama temennya yang bernama Jin Tae, dan kadang-kadang pulang dalam kondisi mabok.</p>
<p><span id="more-829"></span></p>
<p>Suatu hari ditemukan mayat seorang gadis sekolahan yang tergelatak di atas atap sebuah rumah. Setelah diselidiki oleh polisi setempat, menyebutkan bahwa si Do Joon adalah pelaku pembunuhan tersebut.</p>
<p>Sebagai seorang Ibu yang tahu betul kondisi Do Joon, dia tentunya bersikukuh bahwa itu bukan perbuatan sang anak.</p>
<p>Film ini menurut saya memiliki ending yang menarik. Si sutradara cukup pinter membawa penonton ke sebuah sudut pandang yang nantinya (harapannya) bakalan ketahuan siapa pembunuh sebenernya cewek tersebut.</p>
<p>Tapi, sekali lagi saya dibuat kaget dengan ending yang cukup twisted (gile, bahasanya, sok kritikus film).</p>
<p>Coba bayangkan, seorang Ibu yang mati-matian membela anaknya, sampe nyewa pengacara mahal segala. Ditambah kondisi sang anak yang memang memiliki keterbelakangan mental dan susah mengingat sesuatu. Kita pasti bakalan nyangka kalaupun endingnya si Ibu, gak bisa ngebantu sang anak keluar dari penjara. Si anak bakalan tetep jadi kambing hitam.</p>
<p>Bon Jon Hoo memang dikenal sebagai sutradara berbakat. Sukses dengan film terakhir <strong>The Host</strong> , yang ditinton oleh lebih dari 10 juta orang di Korea (ini saya bacanya di wikipedia sih). Ada beberapa dialog-dialog dan adegan lucu yang terselip di film Madeo ini.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/bddefinition-motheruk-a-10801.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-833" title="BDDefinition-MotherUK-a-1080" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/bddefinition-motheruk-a-10801.jpg?w=502&#038;h=282" alt="" width="502" height="282" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Salah satu adegan di mana sang Ibu lagi nengok anaknya yang lagi pipis</em><a href="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/bddefinition-motheruk-a-1080.jpg"><br />
</a></p>
<p>Artis wanita yang memerankan Ibu sendiri adalah artis veteran bernama <strong>Kim Hye Ja</strong>. Dan yang mungkin bikin saya kaget (ini juga baru aja tahu pas lagi nulis), adalah si pemeran anak cowok culun, introvert, dan mengalami gangguan kejiwaan.</p>
<p>Dialah actor Korea yang sekarang muncul di iklan Cinema 3D TV, yang juga dinominasikan sebagai best actor pada perhelatan Korea Film Award, dan terakhir menang sebagai best actor di Max Movie Award.</p>
<p><em>Wajah sembunyi di balik paying fantasi..eh..eh..siapa dia..*nyanyi*</em></p>
<p>He’s <strong>Won Bin</strong> sodara-sodara, I won’t put his picture on my blog, karena kita memang sebelas dua belas kalau dipandang dengan kacamata 3D.</p>
<p>Film terakhir <strong>The Man from Nowhere</strong> kayaknya juga bagus, disitu dia berperan sebagai tokoh utama bernama <em>Cha Tae Sik.</em></p>
<p>Nama karakternya agak sedikit berbau Sunda sih, mungkin ceritanya berkisar seorang cowo sunda yang lagi nyelametin anak cewek penjual opak. Lihat posternya sih begitu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-830" title="ManFromNowhere" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/manfromnowhere.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p><strong>When We Leave (Die Fremde)</strong></p>
<p>Sebenernya ini adalah film buatan Jerman berlatar belakang keluarga muslim Turki yang tinggal di Jerman. Sama halnya dengan <a href="http://www.imdb.com/title/tt1216496/">Madeo,</a> <a href="http://www.imdb.com/title/tt1288376/">When We Leave</a>  adalah wakil Jerman pada perhelatan <em>Oscar</em> kemaren untuk kategori <em>Best Foreign Language Film. </em> Karya debutan seorang sutradara perempuan kelahiran Austrai bernama <strong>Feo Aladag.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-834" title="poster" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/poster.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Jadi ceritanya, ada seorang perempuan kebangsaan Turki bernama Umay dengan latar belakang keluarga muslim yang tinggal bersama suami di Turki. Pada suatu hari si Umay kembali ke Jerman ke rumah bapak dan Ibunya dengan membawa anaknya yang masih kecil bernama Chem.</p>
<p>Kedatangan si Umay yang mendadak selain bikin seneng, tapi juga bikin kaget keluarga. Ketika ditanya bahwa si Umay gak bakalan lagi balik ke Turki, dan ketika ditanyapun apakah suaminya akan menyusul, si Umay menjawab tidak.</p>
<p>Jegerrr, bumi gonjang ganjing, murka lah Ayah si Umay, melihat anak tertuanya gak bisa menjaga kehormatan keluarga.</p>
<p>Sebuah kultur yang telah melekat digambarkan dalam film ini bahwa seorang istri yang meninggalkan suami itu amat sangat menghancurkan martabat keluarga.</p>
<p>Ada dialog yang jika diterjemahin ke dalam Bahasa Inggris, bahwa <em>“A slap or two is not a reason for you to leave your husband”</em>. Kurang lebih seperti itu.</p>
<p>Budaya patriarki ditampilkan sangat menonjol di sini, bahwa suami atau kepala keluarga amatlah sangat dihormati. Ayah umay digambarkan sebagai sosok yang tegas, dan rela mati-matian menjaga harkat dan martabat keluarga. Semua seisi keluarga tunduk pada titah sang Ayah.</p>
<p>Di sisi lain Umay ingin lepas dari ketertindasan baik sebagai seorang istri maupun perempuan, dengan memilih pergi dari rumah bersama sang anak ketika dia tahu bahwa anaknya bakalan di kembalikan kepada suaminya.</p>
<p>Perempuan di film ini digambarkan sebagai sosok yang menjadi korban. Mungkin ada benarnya bahwa menjaga martabat keluarga itu sangat penting. Balik lagi ke masalah nama baik keluarga dan pandangan masyarakat.</p>
<p>Entahlah, saya gak ngerti apakah mereka tinggal di komplek, atau kampung yang pas jalan mau ke warung ada Ibu-Ibu bergerombol lagi ngerumpi bisik-bisik sambil ngupas sayur.</p>
<blockquote><p><strong>Ibu 1 :</strong> “Eh, itu kan si Umay, anaknya Haji Soleh”</p>
<p><strong>Ibu 2 :</strong> “Kenapa emangnya mpok?”</p>
<p><strong>Ibu 1 :</strong> “Kan udah pisah sama suaminya, udah balik dari Turki”</p>
<p><strong>Ibu 3 :</strong> “Mau cerei sama si Dayat?”</p>
<p><strong>Ibu 2 :</strong> “Gini sih kalo istri gak nurut sama suami..” (sambil ngupas bawang)</p>
<p><strong>Ibu 3 :</strong> “Aye bilang juga ape, gak kayak anak aye si Rum, coba dulu si Dayat jadian sama si Rum, bakal laen ceritanya..”</p>
<p><strong>Ibu 1 + 2 :</strong> *bengong*</p></blockquote>
<p>Itu mungkin kalau Umay tinggal di sebuah pemukiman yang padat penduduk, dengan kemungkinan peluang Ibu-Ibu ngumpul menjadi satu amatlah sering.</p>
<p><em>Dan di film ini gak ada adegan Ibu-Ibu lagi ngerumpi kok, tenang saja. Bapaknya Umay namanya bukan Haji Soleh, tokoh bernama Rum juga gak ada. Suami Umay juga bukan mas-mas dari Jember bernama Dayat.</em></p>
<p>Hampir sepanjang film, tokoh Umay dan Cem di tampilkan mengalami banyak penolakan. Bahkan dari keluarganya sendiri.</p>
<p>Ibu dan adik laki-lakinya yang awalnya sangat sayang, tak ada kekuatan untuk memihak ataupun membela si Umay. Bahkan tega ikut melakukan penolakan secara terang-terangan.</p>
<p>Adegan dimana si Umay dan Cem yang masih kecil dan tidak berdosa itu, diusir ke luar gedung pernikahan adiknya sendiri. Menggambar sebuah keluarga rela kehilangan salah satu anggota keluarga termasuk cucu mereka, hanya gara-gara tidak bisa menjaga martabat keluarha.</p>
<p>Entahlah, saya nangkepnya film ini bukan menggambarkan suatu keluarga dengan ajaran agama tertentu. Terutama Islam.</p>
<p>Karena kembali lagi bahwa ini adalah film, dan hanya potret kecil sebagian kehidupan masyarakat. Tanpa ada sebuah justifikasi salah dan benar.</p>
<p>Yang jelas, film kedua ini endingnya sangat menyesakkan, saya yang nonton aja masih belum kepikiran kenapa harus seperti itu.</p>
<p>Saya suka akting polos anak kecilnya, selebihnya film ini memang layak ditonton. Tema-tema perempuan dan konflik di dalamnya memang sudah sering di angkat, tapi film ini digambarkan dengan sudut pandang berbeda. Ciee gaya bener saya.</p>
<p>Beberapa scene yang saya suka di film ini</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-835" title="When-we-leave" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/when-we-leave.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Both the woman and background are beautiful </em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-836" title="When We Leave (Die Fremde)" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/feo-2-articlelarge-v2.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p style="text-align:center;"><em> Ini mungkin versi berbeda hubungan Bapak dan Anak di film Pursuit of Happiness </em></p>
<p> All in all, kedua film ini punya benang merah yang sama yaitu perempuan.</p>
<p><em>Yaiyalaahh&#8230;.Haji Soleh yang gak kenal Won Bin juga ngerti kali Mas.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/inspiration/'>Inspiration</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/movie/'>Movie</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/madeo/'>Madeo</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/movie/'>Movie</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/when-we-leave/'>When We Leave</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=829&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/06/16/madeo-when-we-leave-tentang-ibu-tentang-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/madeo-mother-poster.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">madeo-mother-poster</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/bddefinition-motheruk-a-10801.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">BDDefinition-MotherUK-a-1080</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/manfromnowhere.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ManFromNowhere</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/poster.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">poster</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/when-we-leave.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">When-we-leave</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/06/feo-2-articlelarge-v2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">When We Leave (Die Fremde)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Travel Sickness Is (Not) Cool</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/05/25/travel-sickness-is-not-cool/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/05/25/travel-sickness-is-not-cool/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 09:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activity]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Travel Sickness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Entah sejak kapan saya mulai menuliskan kata-kata “traveling” atau “jalan-jalan” di curriculum vitae, atau form aplikasi calon karyawan di sebuah perusaan. Dan setidaknya saya sekarang mulai bangga bahwa saya amat sangat menyukai traveling, biarpun ini hanya pencitraan, sekadar gaya, atau mengikuti trend. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menyukai hobi “jalan-jalan”. Saya lebih sering menuliskan kata <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=809&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah sejak kapan saya mulai menuliskan kata-kata “traveling” atau “jalan-jalan” di curriculum vitae, atau form aplikasi calon karyawan di sebuah perusaan. Dan setidaknya saya sekarang mulai bangga bahwa saya amat sangat menyukai traveling, biarpun ini hanya pencitraan, sekadar gaya, atau mengikuti trend.</p>
<p>Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menyukai hobi “jalan-jalan”. Saya lebih sering menuliskan kata menulis, membaca, menggambar atau kata lain yang lebih mendeskripsikan sebuah hobi standard. Yang mengindikasikan saya adalah sosok yang tidak neko-neko, agak pintar dan sedikit berwawasan jika diajak ngobrol masalah sinetron.</p>
<p>Dan kenapa tiba-tiba saya sok bergaya ala traveler yang pernah ke berbagai belahan nusantara.</p>
<p><strong><em>Mari kita flashback apa yang terjadi dengan pemuda ini 20 tahun yang lalu</em></strong></p>
<p><em>Ajakan mengunjungi rumah sanak saudara tercinta di luarkota, 5 jam perjalanan dengan Bus</em></p>
<blockquote><p><strong>Reaksi anak kecil seharusnya :</strong> Girang, lompat-lompat, gak bisa tidur karena pengen buru-buru besok, mulai buka-buka peta Jawa Timur.</p>
<p><strong>Reaksi saya :</strong> stress, strees berat kadang disertai demam, mulai gak doyan makan, packing baju dengan muka nanar, mulai secara misterius meningkatkan intensitas sholat 5 waktu.</p></blockquote>
<p><em>Selama perjalanan di atas kendaraan</em></p>
<blockquote><p><strong>Reaksi anak kecil seharusnya :</strong> Baca-baca tulisan di baliho sepanjang jalan dengan kenceng, memperhatikan secara seksama pemandangan di kiri dan kanan jalan, mulai nanya-nanya iseng dengan tujuan cari perhatian.</p>
<p><strong>Reaksi saya :</strong> Tidur, tidur dan tidur, prinsip saya ketika itu tidur adalah ibadah.</p></blockquote>
<p>Sejak kecil saya bukan tipikal anak yang riang gembira jika diajak bepergian. Jika seorang anak diajak ke luarkota akan melompat kegirangan dan gak bisa tidur semaleman karena buru-buru besok. Itu jelas bukan saya.</p>
<p><span id="more-809"></span></p>
<p>Saya mungkin akan sama tidak bisa tidurnya bukan karena tidak sabar menunggu duduk di samping pak supir delman buat jalan-jalan ke kota besok. Tapi saya lebih kepada rasa stress yang menjalar karena harus bepergian dengan kendaraan selama berjam-jam.</p>
<p>Jangan membayangkan seorang anak kecil yang excited membaca setiap baliho atau plang rambu-rambu lalu lintas dari atas kendaraan. Atau anak kecil yang suka iseng-iseng nyebelin tanya ini itu di sepanjang jalan.</p>
<p>Sayalah anak kecil yang lebih suka dibius total selama berjam-jam perjalanan ke Surabaya kala itu. Sayalah anak kecil yang tidak pernah sekalipun tahu ada pemandangan apa di kanan kiri jalan. Sayalah anak kecil yang suka dicekoki pisang atau kue sus yang di dalamnya sudah dengan licik diselipi antimo.</p>
<p><em>Entah, kenapa dulu antimo tidak memproduksi pil antimabok rasa jeruk seperti sekarang.</em></p>
<p>Dan sayalah anak kecil yang pernah menyemburkan isi perut ke punggung seorang ibu-ibu yang kala itu mau kondangan.</p>
<p>Entah sudah beberapa kendaraan yang saya nodai kala itu, sampai sopir taksipun pernah dibuat harus mencuci jok mobilnya terlebih dahulu setelah sukses saya muntahin.</p>
<p>Jadi saya sempat dahulu kala mengalami penyakit yang kerennya disebut <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Motion_sickness">motion sickness</a>,</em> <em>travel sickness </em>atau lebih keren lagi<em> kinetosis</em>.</p>
<p>Sumpah, walaupun situ kecilnya mirip bintang korea, gak bakalan kelihatan lucu kalau masih suka tiba-tiba keluar bubur kacang ijo dari mulut.</p>
<p>Jadi sekadar tips nih, buat anak cucu kita kelak biar nanti pas gedenya tidak dikucilkan dalam pergaulan gara-gara suka mabok pas naik angkot.</p>
<ul>
<li><strong> Bekali dengan Informasi</strong></li>
</ul>
<p>Mabok darat, laut maupun udara adalah suatu gejala yang timbul akibat beberapa hal. Biasanya kakek nenek saya menyebutnya <em>motion sickness,</em> simpelnya ini terjadi akibat adanya goncangan di kepala.</p>
<p>Jadi, what you have to do as a mother/father, jangan nyuruh anak anda head banging atau dzikiran sambil geleng-geleng kepala ke kiri dan kanan.</p>
<ul>
<li><strong>Bersikaplah Wajar</strong></li>
</ul>
<p>Jika situ kedapatan anaknya sedang tampak pengen mengeluarkan sesuatu dari mulut dengan mata agak sedikit melotot, trus sambil liat wajah Bapak, atau Ibu nya. Itu artinya si anak memang butuh pertolongan. Itu artinya dia butuh kresek muntah, bukan maksudnya eneg ngeliat wajah Bapak Ibunya (ini naudzubillah ya, jangan sampai anak kita nanti begitu)</p>
<p>Jadi bersikaplah wajar, jangan serta merta anda jambak trus anda seret turun keluar bus bak anak tiri. Atau anda tiba-tiba ikutan melotot sambil teriak</p>
<blockquote><p> “Telleeennn….!”</p>
<p>“Telllennn gak..!”</p></blockquote>
<p>Berilah pengertian bahwa muntah karena naik bus bison itu wajar adanya, bilang saja kalau Justin Bieber juga seperti itu. Itulah kenapa si Justin poninya bisa apik, rapi, lentur dan tampak mengembang. Karena doi suka mabok darat pas naik bison.</p>
<p><em>Iya, ngarang cerita juga boleh, untuk kemaslahatan bersama.</em></p>
<ul>
<li><strong>Berilah Kenyamanan</strong></li>
</ul>
<p>Menabunglah wahai saudaraku, kadang kenyamanan dalam berkendara juga berpengaruh dalam mempertahankan metabolisme tubuh supaya tidak pusing dan akhirnya mabok.</p>
<p>Prinsipnya sih ini lebih kepada membeli kenyamanan, dengan duit lebih bisa naik bus patas AC. Atau nyarter bus buat ber 3 biar anak bisa selonjoran, tanpa ada rasa takut di ruangan sempit dan bebas muntah di mana aja seenak jidak. Tanpa rasa malu tentunya.</p>
<p>Atau anda mulai nyicil buat beli Alphard ataupunVelfire untuk keluarga tercinta. Kalau kata Ibu saya sih, beliau alergi dengan bau-bauan mesin dan bensin. Jadi pemicu mabok darat bisa saja dari situ, beliau lebih suka kemana-mana naik becak.</p>
<p>Tinggal dipilih sebenernya, menghire tukang becak pribadi yang rela betisnya jebol atau ngontak pabrikan <em>General Motor</em> buat bikin becak <em>hybrid</em> dengan kenyamanan sekelas limosin.</p>
<ul>
<li><strong>Travel More, Puke (mudah-mudahan) less</strong></li>
</ul>
<p>Percayalah, ini mungkin teori klasik alah bisa karena biasa. Tapi semakin sering anda bepergian dengan menggunakan berbagai macam moda transportasi, maka semakin kuat daya tahan tubun anda. Semakin canggih juga tubuh anda beradaptasi dengan berbagai kondisi kendaraan.</p>
<p>Jadi nih, kalau ada kesempatan, ajaklah anak anda bepergian, jalan-jalan ke luarkota. Saya pernah lihat ada keluarga muda dengan anaknya yang belum genap 2 tahun traveling ke Bromo. Nice!</p>
<p><em>Tips di atas bisa dimodifikasi sesuai selera</em></p>
<p>Di luar itu, ternyata eh ternyata, masih ada orang yang menganggap bahwa mabuk darat adalah sebuah aib yang tidak layak diungkap di depan publik.</p>
<p>Ketika seorang teman yang tampak jago di lapangan futsal tiba-tiba mengeluh pusing dan sakit perut ketika melakukan perjalanan ke Bromo. Dan menolak mentah-mentah sebuah pil antimabok berjudul Antimo.</p>
<p>Tentu reputasi sebagai atlet futsal andalan kantor pupus seketika hanya gara-gara kedapatan ngunyah pil anti mabok.</p>
<p>Ataupun seorang teman yang kedapatan nelen antimo sebelum naik bus antarkota, antar propinsi. Dan ketika ditanya dia dengan malu-malu menjawab,</p>
<blockquote><p>“Gak pernah muntah sih, tapi buat jogo-jogo ae, wes kebiasaan soale”</p></blockquote>
<p>Untunglah teman saya ini selama perjalanan Surabaya– Solo – Surabaya di atas bus Eka tidak tiba-tiba menumpahkan isi perutnya ke baju saya.</p>
<p>Kalau saya sih sekarang lebih ribet nyiapin Diapet atau Entrostop daripada Antimo. Karena ancaman BAB lebih berbahaya daripada sekadar mabok darat, laut atau udara jika sedang travelling.</p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/activity/'>Activity</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/info/'>Info</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/personal/'>Personal</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/travel-sickness/'>Travel Sickness</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/809/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/809/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=809&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/05/25/travel-sickness-is-not-cool/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intinya Sih Pernah Naik Kapal</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/05/25/intinya-sih-pernah-naik-kapal/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/05/25/intinya-sih-pernah-naik-kapal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 09:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Pernah gak, dalam suatu kesempatan ada orang yang tiba-tiba kepo dan nanya latar belakang pendidikan kita. Tapi setelah kita jawab, apa yang beliau tangkap dan tergambar dalam pikirannya, berbeda 360 derajat dari yang kita jelaskan. Saya sendiri, cukup sering. Dan ini tidak terjadi kepada orang asing yang ketemu di jalan, bahkan awal-awal masuk kuliah dulu, <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=803&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah gak, dalam suatu kesempatan ada orang yang tiba-tiba kepo dan nanya latar belakang pendidikan kita. Tapi setelah kita jawab, apa yang beliau tangkap dan tergambar dalam pikirannya, berbeda 360 derajat dari yang kita jelaskan.</p>
<p>Saya sendiri, cukup sering. Dan ini tidak terjadi kepada orang asing yang ketemu di jalan, bahkan awal-awal masuk kuliah dulu, beberapa sanak keluarga handai taulan memiliki persepsi yang berbeda terhadap jurusan yang saya pilih ini.</p>
<p>Ada beberapa anggapan bahwa saya dulu kalau kuliah pake seragam seperti ini</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-806" title="cfr_sc_9a07CadetRoseAtBootCamp" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/05/cfr_sc_9a07cadetroseatbootcamp.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Atau seperti ini</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-805" title="3474489506_72a82624d0" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/05/3474489506_72a82624d0.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p><em>Kalau begini sih, Ibu saya kalau mau ketemu kudu hormat senjata dulu.</em></p>
<p>Ternyata saya tidak sendiri, si <a href="http://twitter.com/#!/dinni_dindong">@dingdong</a> beberapa waktu lalu menuliskan pengalamannya di note facebook ketika harus menjelaskan apa itu Jurusan Teknik Metalurgi di hadapan seorang Ibu-Ibu.</p>
<p><span id="more-803"></span></p>
<p>Walaupun harus <em>dijelentrehkan</em> dengan bahasa yang sederhana untuk menterjemahkan apa itu Jurusan Teknik Metalurgi. Dan sedikit memakan waktu karena harus membuat analogi yang sesederhana mungkin, tapi akhirnya <a href="http://twitter.com/#!/dinni_dindong">@dindong</a> berhasil membuka mati hati dan pikiran seorang Ibu-Ibu yang lagi nongkrong di warung.</p>
<p>Entah akhirnya si Ibu akhirnya ngerti atau malah puyeng dengan penjelasan si <a href="http://twitter.com/#!/dinni_dindong">@dindong</a>. Yang jelas, semakin hari, seiring perkembangan jaman semakin banyak pula jurusan – jurusan dengan nama tidak umum dan sulit dikecap oleh lidah.</p>
<p>Dulu jaman SD, ketika ditanya cita-cita, pilihannya kalau gak Dokter ya Insinyur. Belum kepikiran menjadi seorang Naval Architect, Geologist, Field Engineer, Banker, Philanthropist, Welding Inspector atau pekerjaan lain yang nyebutinnya aja harus belajar grammar dulu.</p>
<p>Ya, kalaupun memang ada seorang anak SD yang sejak kecil ngebet pengen jadi Fashion Stylist, pasti di rumah bacaannya bukan BOBO tapi VOGUE.</p>
<p>Sama halnya dengan <a href="http://twitter.com/#!/dinni_dindong">@dingdong</a> saya beberapa waktu yang lalu ketika mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian di Polsek. Teribat perbincangan seru dengan seorang petugas polisi.</p>
<p>Si Bapak polisi ini tampaknya sedikit terenyuh (atau heran) , karena dari pembicaraannya beliau menganggap saya baru lulus kuliah dan sedang bingung mencari pekerjaan.</p>
<p>Saat itu saya memang sedang tampil se <del>gembel</del> <del>gaul</del> ABG mungkin, sehingga dari raut wajah terlihat seperti fresh graduates yang masih unyu.</p>
<p>Usut punya usut, setelah saya menceritakan pendidikan terakhir saya, asal saya dari mana, dan saya sedikit bercerita kalau susahnya hidup di era muthakhir jaman sekarang. Akhirnya si Bapakpun trenyuh kemudian berinisiatif untuk membantu saya keluar dari jurang nestapa ini,</p>
<blockquote><p>“Lah, menantu saya ini dik, Adiknya ya sama, kayak sampeyan, Perkapalan juga”</p></blockquote>
<p>Si Bapak memulai obrolan</p>
<blockquote><p>“Ohh, kerja di mana Pak sekarang”</p>
<p>“Ya, kerja di kapal-kapal itu, dulu di (Nyebutin Nama Kota)”</p>
<p>“Di Galangan berarti Pak?”</p></blockquote>
<p>Belum selesai menjawab pertanyaan saya, si Bapak langsung menyambar HP.</p>
<blockquote><p> “Ini saya coba telponin menantu saya”</p></blockquote>
<p>Dan sejurus kemudian, bercakap-cakaplah si Bapak dengan sang menantu, sambil sesekali saya nguping pembicaraannya.</p>
<blockquote><p> “Haloo, iya si X itu dulu gimana kok bisa kerja di Kapal?”</p>
<p>“Ohh,..ya..ya..”</p>
<p>“Ini ada, ponakan ku, lagi nyari kerja, ya sekolahnya perkapalan”</p></blockquote>
<p>Sambil sesekali bisik-bisik noleh ke saya</p>
<p>Dan sayapun tiba-tiba diskenariokan sebagai ponakan yang sedang luntang-lantung tanpa masa depan yang jelas. Ide yang cukup bagus dan dramatis.</p>
<p>Si Bapak masih ngobrol dengan menantunya di ujung telepon.</p>
<blockquote><p>“Iya, perkapalan, sama kayak adikmu, siapa tahu bisa minta tolong buat kerja, bla..bla..bla..endebra endeskrey…”</p>
<p>“He eh,..eh, mana si Nunung (nama samaran, cucu si Bapak)”</p>
<p>“Ini embah, kapan main-main ke rumah Embah, &#8230;endebray..endeskrey”</p></blockquote>
<p>Percakapan selanjutnya adalah percakapan imajiner tidak begitu penting untuk disimak, karena sifatnya personal antara Kakek dan cucunya yang masih bayi.</p>
<p>Ya, itulah asal muasal, hingga gimana ceritanaya saya bertukar nomor dengan Bapak Polisi yang Adiknya Menantunya lulusan perkapalan dan sekarang sukses kerja di Kapal. Punya cucu umur 1 tahun namanya Nunung (nama samaran) yang secara ajaib bisa diajak ngobrol via HP.</p>
<blockquote><p>“Iya dik, kalau mau saya nanti kenalkan sama adiknya menantu saya, sekarang dia ikut kapal”</p></blockquote>
<p>Nahh, apa yang saya khawatirkan akhirnya kejadian, saya dianggepnya si Bapak adalah seorang bocah yang siap mengarungi samudra nan ganas untuk berburu ikan Marlin.</p>
<blockquote><p>“Saya Teknik Perkapalan Pak, mungkin adiknya menantu Bapak sekolahnya di Pelayaran”</p></blockquote>
<p>Dan seolah mendapatkan bisikan ghoib bahwa si Bapak harus memaksa cecunguk yang lagi ngurus SKCK ini kerja di atas Kapal. Si Bapak pun, mencoba mencuci otak saya dengan memberikan gambaran pekerjaannya nanti.</p>
<blockquote><p>“Iya dik, itu kalau mau sampeyan harus ikut kapal, 6 bulan di laut”</p></blockquote>
<p>Saya bengong, apakah ini tanda-tanda saya akan terjebak sindikat perdagangan orang hingga akhirnya saya tergabung dalam pasukan perompak Somalia.</p>
<blockquote><p>“Saya pernah dulu Pak, tapi ikut kapalnya cuman setengah hari, cuman ngetes kapal, gak sampek 6 bulan”</p></blockquote>
<p>Bapaknya kaget, dan saya mulai meracau seputar pekerjaan-pekerjaan yang selayaknya saya lakukan.</p>
<blockquote><p>“kalau Teknik Perkapalan biasanya bagian yang ngerancang kapalnya Pak, jadi nggak sampe ikut berlayar”</p>
<p>“Oh, jadi yang benerin mesin-mesin kapal itu ya”</p></blockquote>
<p><em>*Ngacak-ngacak rambut*</em></p>
<blockquote><p>“Bukan Pak, jadi pekerjaannya lebih ke konstruksi, desain, ngitung-ngitung, bikin gambar…ya..begitulah”</p></blockquote>
<p>Di sini saya mulai <del>putus asa</del> bingung sendiri.</p>
<blockquote><p>“Oh..”</p></blockquote>
<p>Entahlah, ini OH pertanda baik atau tidak.</p>
<blockquote><p>“Adiknya sudah pernah kerja berarti”</p>
<p>“Iya, dulu sempat kerja di bagian desain kapal Pak, trus pindah kerja di B A N K”</p></blockquote>
<p>Giliran bapaknya yang kaget,</p>
<blockquote><p>&#8220;Bank ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya Bank pak, B A N K&#8221;</p></blockquote>
<p><em>Kata terakhir yang terdiri dari 4 huruf itu seolah memantul dan bergema, dilanjutnya dengan moment hening beberapa detik.</em></p>
<p><em>Tutt&#8230;tutt&#8230;tuttt&#8230;&#8230; End of conversation</em></p>
<p>Dan saya pun, siap berlayar mengarungi samudera cinta dan kehidupan, dengan bermodal SKCK.</p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/fun/'>Fun</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/personal/'>Personal</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=803&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/05/25/intinya-sih-pernah-naik-kapal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/05/cfr_sc_9a07cadetroseatbootcamp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cfr_sc_9a07CadetRoseAtBootCamp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/05/3474489506_72a82624d0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3474489506_72a82624d0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Telah Menghibur Kami</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/04/19/terima-kasih-telah-menghibur-kami/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/04/19/terima-kasih-telah-menghibur-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 11:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Arumi]]></category>
		<category><![CDATA[Briptu Norman]]></category>
		<category><![CDATA[Sahruk Khan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[Sudah hampir dua minggu dan saya masih melihat beberapa stasiun TV menyajikan Briptu Norman sebagai salah satu hot issue yang (masih) layak dipublikasikan. Semenjak rekaman video lypsinc laguIndia Chaiya Chaiya dari soundtrack film yang dibintangi Syahrukh Khan menyebar di masyarakat dan dilihat oleh jutaan orang. Briptu Norman seolah menghipnotis semua masyarakat se Indonesia Raya dengan <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=777&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-788" title="238norman_kamaru" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/04/238norman_kamaru.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Sudah hampir dua minggu dan saya masih melihat beberapa stasiun TV menyajikan Briptu Norman sebagai salah satu hot issue yang (masih) layak dipublikasikan. Semenjak rekaman video lypsinc laguIndia <em>Chaiya Chaiya</em> dari soundtrack film yang dibintangi <strong>Syahrukh Khan</strong> menyebar di masyarakat dan dilihat oleh jutaan orang.</p>
<p>Briptu Norman seolah menghipnotis semua masyarakat se Indonesia Raya dengan goyangan dan lagu India-nya. Ibaratnya, goyangan Briptu Norman menjadi salah satu gerakan joget yang wajib diketahui oleh semua orang.</p>
<blockquote><p><em>“Normaann, joget Chaiya..Chaiya dongg…ayo dongg Normann”</em></p></blockquote>
<p><em>Diduga 13 orang Ibu-Ibu pingsan seketika</em></p>
<p>Itu adalah salah satu teriakan histeris yang terlontar kemanapun Norman pergi. Plus lagu <em>Chaiya Chaiya</em> yang sesekali meluncur dari bibir sang Briptu karena permintaan “fans” Norman.</p>
<p>Begitulah, Norman sekarang mungkin sudah punya fan base yang tersebar di seluaruh pelosok negeri, <em>Normanizer, Normanholic, Sobat Norman, Normanisti</em> dan entah apapun sebutannya. Norman secara signifikan merebut simpati masyarakat.</p>
<p>Kemanapun Briptu Norman Kamaru pergi, teriakan Ibu-Ibu itu harus dibayar dengan nyanyi plus goyangan <em>Chaiya Chaiya</em>, mereka gak perduli apakah Norman capek atau nggak. Mungkin setelah Universitas Bung Karno ngasih beasiswa dan motor, akan disusul pula oleh <strong>Mahmohan Singh</strong> akan memberikan hadiah yang nilainya tak kalah besar dari itu. Bajaj mungkin, entahlah.</p>
<p><span id="more-777"></span></p>
<p><em><strong>Mahmohan Singh</strong> adalah Perdana Menteri India, bukan produser film keturunan India yang suka bikin film horror. Bukan!</em></p>
<p>Dan pemberitaan tentang Briptu Norman sudah merembet ke segala penjuru mata angin (dan kebanyakan ini adalah kerjaan acara gosip). Seperti beberapa contoh di bawah ini misalnya,</p>
<blockquote><p><em>“Benarkah aksi bom bunuh diri di Masjid Cirebon ada kaitannya dengan Briptu Norman”</em></p>
<p><em>“Benarkah Briptu Norman dikontrak sebesar 1 milyarrrrr..untuk pembuatan single terbarunya”</em></p>
<p><em>&#8220;</em><em>Benarkan lagu Dulena, yang sering dinyanyikan Norman ditujukan untuk sang pacar”</em></p></blockquote>
<p><em></em>Mendengar Mbak-Mbak presenter gossip yang dengan dramatisnya menyampaikan berita penting di atas semakin menambah rasa penasaran dan simpati terhadap sang briptu.</p>
<p>Kita secara tidak langsung akan langsung mengubek-ngubek youtube untuk sekadar nyari lagu <em>Dulena</em> tadi, mencari tahu siapa pacar Norman, dan sewot ketika tahu bahwa Norman gak mau jadi artis.</p>
<p>Lagu <em>Dulena</em> yang kalau dinyanyiin abang-abang kuli bangunan akan terdengar geli di telinga dan tidak hip. Dan ketika ketika sang Briptu mulai bersenangdung <em>“Dulenaa..dulenaa..pyarkaa&#8230;pyarkaa..”</em>, mendadak bulu kuduk berdiri, cewek-cewek histeris dan mungkin akan meneror sang pacar untuk nyanyi lagu-lagu India seperti layaknya sang Briptu.</p>
<p>Eh, kenapa kita jadi sok kenal Norman begini yah..? I’ll sing Bohemian Rhapsody to my (future) wife, will they care..? No!</p>
<p>Trus apa tujuan saya ikut-ikutan membahas Briptu Norman Kamaru di blog? Demi peningkatan traffic?</p>
<p>Bisa jadi iya.</p>
<p><em>Ehhm, sebelum doi balik kampung bro, saya kan juga harus sok kenal gitu.</em></p>
<p>Tapi setidaknya ini memberikan pengaruh positif kepada generasi muda sekarang bahwa tidak selalu dengan mengikuti trend dan bergaya emo akan membuat lawan jenis histeris dan klepek-klepek.</p>
<p>Sesekali bersenangdung ala Bollywood dan mengikuti goyangan Sharukh Kan tidak ada salahnya dicoba.</p>
<p>Ya, gak harus juga sampe lari-larian di taman bunga dan guling-gulingan di padang rumput. Gak usah!</p>
<p>We’ll see how long this fame will last, toh Norman juga tidak ingin menjadi artis. Dia lebih memilih mengabdi menjadi anggota Polri, dan mungkin masyarakat butuh sosok Polisi seperti Norman.</p>
<p>Dan, sudah cukup mungkin ya, 2 minggu kita dibuat senyum-senyum dan terhibur oleh sang Briptu. Siapa tahu pas kita lagi &#8220;lengah&#8221; dihibur oleh goyangan Chaiya Chiaya, Bapak-Bapak DPR ada yang lagi plesir ke India.</p>
<p>Kita secepatnya juga harus mengusut kasus bom bunuh diri di Masjdi Cirebon, membebaskan 20 ABK Sinar Kudus yang disandera perompak Somalia, dan segala urusan yang menyangkut stabilitas dan keamanan Negara (ciyeeh, sok ngarti dah).</p>
<p>Dan satu lagi, mengusut tuntas kasus hilangnya Arumi Baschin, she deserves an attention!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/04/97ly6i7dma-norman2.jpg?w=480&#038;h=270" alt="" width="480" height="270" /></p>
<p>Yang masih pengen ngikutin beritanya Neng Arumi sila cek link &#8211; link di bawah ini :</p>
<p><em><a href="http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/kasus-arumi-bachsin-dihentikan.html">Kasus Arumi Dihentikan ?</a>   </em></p>
<p><em><a href="http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/kasus-arumi-bachsin-penyempurnaan-kasus-pertama.html">Kasus Arumi &#8220;Penyempurnaan&#8221; Kasus Pertama (Bingung kan&#8230;?)</a> </em></p>
<p><em><a href="http://entertainment.kompas.com/read/2011/03/02/12243612/Orangtua.Arumi.Bachsin.Ngamuk">Orang Tua Arumi Ngamuk</a> </em></p>
<p><em><a href="http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/kak-seto-kuncinya-gufron-dan-hadi-supeno.html">Kata Kak Seto, Kunci nya ada di Ghufron dan Hadi Supeno (Nah lo..)</a> </em></p>
<p><em>PS : Pelajari baik-baik kasus Arumi, karena sama peliknya dengan Kasus Antasari Ashar</em></p>
<p><em>Foto Briptu Norman diambil dari <a href="http://detector-ym.blogspot.com/2011/04/briptu-norman-kamaru-photo-gallery.html">sini</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/fun/'>Fun</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/info/'>Info</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/inspiration/'>Inspiration</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/thought/'>Thought</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/arumi/'>Arumi</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/briptu-norman/'>Briptu Norman</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/sahruk-khan/'>Sahruk Khan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=777&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/04/19/terima-kasih-telah-menghibur-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/04/238norman_kamaru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">238norman_kamaru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/04/97ly6i7dma-norman2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Art of Unemployment</title>
		<link>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/04/11/the-art-of-unemployment/</link>
		<comments>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/04/11/the-art-of-unemployment/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 04:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thegoeh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Job]]></category>
		<category><![CDATA[work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://teguhperdana.wordpress.com/?p=766</guid>
		<description><![CDATA[Salam syupper semuanya, semoga kegantengan dan ketampanan selalu menyertai saya dan anda semua. Let’s start with something insightfull, sudah saatnya membuat tulisan yang bisa memberikan (sedikit) informasi, motivasi dan inspirasi. Berat ya Mas? Mari kita mulai dengan sesuatu hal yang mungkin sedang dialami oleh beberapa orang. Sebuah masalah pelik yang kadang kita tidak akan tahu <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=766&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam syupper semuanya, semoga kegantengan dan ketampanan selalu menyertai saya dan anda semua.</p>
<p>Let’s start with something insightfull, sudah saatnya membuat tulisan yang bisa memberikan (sedikit) informasi, motivasi dan inspirasi.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Berat ya Mas?</em></p>
<p>Mari kita mulai dengan sesuatu hal yang mungkin sedang dialami oleh beberapa orang. Sebuah masalah pelik yang kadang kita tidak akan tahu kapan akan datang, kapang dia pulang, kapan kita jemput, kapan kita antar.</p>
<p>Nope, I’m not gonna write <em>“Cara Merawat Jelangkung di Tengah Himpitan Ekonomi”.</em></p>
<p>Mari kita tengok gambar di bawah ini,</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-767" src="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/04/kubikel2.jpg?w=510" alt=""   /></p>
<p>Obrolan absurd di atas mungkin sering terjadi. Dan kadang dengan konyolnya kita berpikiran kalau nganggur itu nikmat, siang-siang bisa tiduran di kamar. Pas giliran beneran nganggur, anda stress, mati gaya, dan bingung.</p>
<p>Dulu saya lihatnya orang kantoran seperti yang digambarkan di senetron, pagi berangkat, nyampe kantor siang, trus bengong mikirin OB baru yang mukanya mirip Nikita Willy. Jam makan siang pergi lagi atau tiba-tiba mamanya dateng ke kantor sama calon istri yang jahat, atau si mama minta duit, nongkron di kafe, sore balik ke kantor dan begitulah seterusnya. Dan memang Sinetron adalah referensi yang salah untuk melihat kehidupan dunia kerja.</p>
<p>Dan ketika sudah merasakan dunia kerja, pengen balik lagi ke masa jahiliyah ketika masih &#8220;nganggur jaya&#8221;, pas beneran nganggur, bingungnya setengah mati. Labil dan membingungkan memang.</p>
<p>Wajar anda bingung, karena nama belakang anda bukan Bakrie. Dan anda nggak punya keahlian untuk merubah upil menjadi emas kan, so it&#8217;s normal.</p>
<p><span id="more-766"></span>Baiklah sobat muda pengangguran di luar sana, ada sedikit tips dari saya untuk bagaimana caranya agar tetap bermartabat selama menyandang gelar “unemployed citizen”.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tetap Bangun Pagi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ubah pola pikir anda bahwa pengangguran itu enak, bisa bangun siang, dan kemudian tidur lagi.Anda salah besar..!</p>
<p>Dulu seorang teman kantor menanyakan via sms,<em> “Guh, apa rencanamu ke depan?”</em>. Dan karena saya menganggap rencana ke depan adalah tidak kurang dari 24 jam kedepan, maka saya dengan entengnya jawab <em>“tidur lagi habis subuh, bangun siang!”</em></p>
<p>Jawaban dangkal itu seolah menganggap bahwa menjadi seorang pengangguran adalah kondisi dimana anda punya waktu lebih banyak lagi untuk tidur.</p>
<p>Sekali lagi, Andaaa salaaahh besaaarr! *petir menggelegar*</p>
<p>Atur jam biologis anda dengan lebih sistematis, terarah dan manis. Jika anda biasa mandi pagi jam 6 untuk siap-siap ke kantor, lakukan saja hal yang sama. Jika tidak ingin mandi, cukup cuci muka dan sikat gigi.</p>
<p>As if you’re ready to go facing the day, entah walaupun nanti agendanya hanya sekedar mau jalan ngesot ke depan kos buat beli sarapan. Tapi setidaknya anda tidak tampak seperti seorang yang tanpa mimpi dan tujuan hidup.</p>
<p>Anda masih punya tujuan bung! Nyari sarapan!</p>
<p>Ya ibaratnya ketika orang lain mulai siap-siap berangkat ke kantor, anda masih sok-sok sibuk dan ribet dengan urusan yang tidak terlalu signifikan. Selayaknya orang kantoran lainnya.</p>
<p><strong>Jangan Nonton Tipi</strong></p>
<p>Acara tipi di jam-jam pagi saat weekdays adalah sekumpulan acara yang memang didesain buat Ibu-Ibu.</p>
<p>Mulai dari berita pagi yang ringan, acara infotainment, acara musik, acara kuis-kuisan, gossip lagi, FTV, gossip lagi. Hahh, lelah batin ini.</p>
<p>Percayalah paket program yang tidak begitu menarik itu hanya akan membawa anda ke lingkaran “ke-snewenan”.</p>
<ul>
<li>Berita pagi</li>
</ul>
<blockquote><p><em>“Seorang Bapak tega menghabisi nyawa anaknya yang masih balita dengan cara menenggelamkan ke sumur belakang rumah, diduga karena himpitan ekonomi setelah menganggur sekian lama”</em></p></blockquote>
<p>Apa perasaan anda sebagai seoarang calon Bapak, dan dengan kondisi sekarang sedang menganggur, mendengar berita seperti di atas.</p>
<ul>
<li>Gosip Pagi</li>
</ul>
<blockquote><p><em>“Pernikahan Ben dan Marshanda digelar secara khusuk dan khidmad, tampak dari raut muka mereka sangat bahagia”</em></p>
<p><strong>Chacha :</strong> “Ben adalah orang yang paling ngertiin aku, dia sosok suami yang aku cari selama ini, punya pekerjaan tetap, dan nggak nganggur”</p>
<p><strong>Ben :</strong> “Alhamdulilah semua lancar, semua persiapan menjelang pernikahan dilakukan dengan baik, karena saya punya pekerjaan tetap dan bukan pengangguran, jadi semuanya lancar”</p></blockquote>
<p>Oke ganti channel *emosi*</p>
<ul>
<li>Acara Musik Pagi-Pagi</li>
</ul>
<blockquote><p><strong> Mas-Mas Host : </strong>“Apakabar sobat gaul semuaaa, daripada loe manyun, nganggur di rumah, mending nontonin kita, ya gak coy..”</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>*mulai tersinggung*</p>
<ul>
<li>FTV Pagi</li>
</ul>
<blockquote><p>“Papa Mamaku gak setuju sama hubungan kita”</p>
<p>“Kenapa beb, apa gara-gara aku ngefans sama smash?”</p>
<p>“Bukan..ituh”</p>
<p>“trus apa?”</p>
<p>“Karna kamu..P E N G A N G G U R A N”</p></blockquote>
<p>Sekarang anda pilih, tetap menghabiskan jam-jam produktif anda depan tivi, atau lari ke kamar mandi, bawa cutter trus nangis sesenggukan di bawah shower.</p>
<p>Itu juga kalau di rumah kamar mandinya pake shower. Kalau pake gayung, bisa sih, tapi hasilnya agak kurang dramatis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DYH</strong></p>
<p><em>Gak tau kepanjangannya?</em></p>
<p>DYH. Do your hobby, iya saya bikin sendiri itu singkatannya. Karena alasan jam kerja yang padat, rutinitas sehari-hari yang bikin lupa waktu. Meluangkan waktu sejenak untuk sekadar ngasih makan koi, mandiin ayam bekisar, nyemprotin anggrek, merajut, nenun, menyulam dan sebagainya, sangatlah mustahil.</p>
<p>So, it’s your DHY time (terdengar aneh ditelinga). Dan sekarang saat yang tepat ketika anda punya lebih banyak quality time untuk melakukan hal-hal yang anda gemari.</p>
<blockquote><p><em>Kenapa? Hobinya apa tadi, saya kurang jelas…?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Bertani,…?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Dimana? Fesbuk..?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Maksud situ mainan farmville..?</em></p></blockquote>
<p><em> </em></p>
<p>*Banting petasan*</p>
<p><strong>Gabung Sama Komunitas</strong></p>
<p>Don’t be that miserable, get friends, get a life!</p>
<p>Saya adalah orang yang acapkali tergerak untuk ikutan sebuah klub, komunitas ataupun paguyuban sekalipun.</p>
<p>Dan sampai detik ini, semenjak tidak lagi aktif di organisasi kampus, I realized that I’m craving for something called community, I need to broaden my social activity (halahh..), ikut persatuan Ibu-Ibu Bhayangkari rasanya tidak mungkin.</p>
<p>You have to mingle with people who have the same mission, vision, taste of music, etcetera, etcetera; it should consist of 10 people at least.</p>
<p>And don’t try to gather 7 of your male friends to wear low-v-neck-tee and dancing like Korean Boys band. Don’t, I said, DON’T!</p>
<p>Seenggaknya ada rasa tepo seliro, nedo sedoyo, ketika anda gabung sama orang-orang yang punya kesenangan yang sama. Nyambung pas diajak ngobrolin Amira, ngeh pas ditanya soal Malinda.</p>
<p>Dan ketika and mulai menyandal label sebagai seorang “unemployed” kembalilah temukan jalanmu, carilah beringin yang rindang untuk berteduh, danau yang jernih untuk melepas haus, dan kerbau betina untuk digoda.</p>
<p><em>Ngomong opo toh mas&#8230;?</em></p>
<p><em>Mbuh..<br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Enrich Your Knowledge</strong></p>
<p>While your friend is busy working, it’s time for you to boost your skill, soft skill, hard skill, setengah hard, setengah soft, anything, pokoknya skill. Skill broo, skill!</p>
<p>Apalah arti wajah ganteng tapi gak punya skill, biar tampang kayak Barry Prima pas jaman masih muda, kalau gak bisa benerin kran bocor. What man’s worth?</p>
<p>Perkaya dengan buku bacaan, beli majalah. Mungkin sudah saatnya anda mulai menyicil membaca Wall Street Journal, Business Week,  Intisari, Sedap, Selera, dan majalah yang tidak pernah terpikirkan untuk and baca sebelumnya.</p>
<p>I just bought Esquire, edisi ulang tahun, sebulan kemarin sih sebenernya. Covernya 4 pengusaha muda, di dalemnya juga ada Pak Mahfud MD, Ketua MK yang sekota asal sama saya.</p>
<p><em>Sebenernya niatnya mau bangga-banggain Mahfud MD sih, intinya itu.</em></p>
<p>Dan yang terakhir, mungkin ini yang paling penting.</p>
<p><strong>Hemat beb, Hemat!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tinggalkanlah untuk sementara seminggu sekali nyicipin makanan ala carte yang asing itu, kembalilah ke makanan yang lebih manusiawi, baik secara rasa maupun harga.</p>
<p>Indomie menyediakan berbagai macam rasa selera nusantara yang cukup memanjakan lidah. Cobalah sesekali tengok rak-rak disupermarket itu, tidakkah mereka cukup menggoda untuk dicoba.</p>
<p>Berkreasilah dengan pilihan rasa yang ada, sambil menunggu pekerjaan yang lebih layak dengan gaji yang lebih aduhai. Asupan MSG selama sebulan &#8211; dua, atau tiga lah buat jaga-jaga – masih dalam batas aman untuk dikonsumsi.</p>
<p>Anda masih bisa perkalian silang kok, jadi tidak akan merusak fungsi otak secara signifikan jika tiap haripun makan Indomie.</p>
<p>Tahan untuk beli sepatu baru, baju baru, celana baru, dan lain sebagainya. Cobalah untuk memadu padankan apa yang ada, yang penting serasi. Cobalah tengok blog-blog para fashion stylist, walaupun nanti hasilnya anda akan tampak lebih mirip peserta pawai 17an lepas. Tapi apa salahnya mencoba!</p>
<p>Itulah beberapa langkah cerdas yang saya uraikan secara ringkas, jelas, lugas dan tanpa tedeng aling-aling.</p>
<p>Selamat hari Senin semuanya!, Selamat bekerrja!</p>
<p><em>Oh iya, lupa, pan kita nganggur yak!</em></p>
<p>Picture taken from <a href="http://angeronmymind.files.wordpress.com/2008/07/j04230842.jpg">here </a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/fun/'>Fun</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/inspiration/'>Inspiration</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/category/thought/'>Thought</a> Tagged: <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/job/'>Job</a>, <a href='http://teguhperdana.wordpress.com/tag/work/'>work</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/teguhperdana.wordpress.com/766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/teguhperdana.wordpress.com/766/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=teguhperdana.wordpress.com&amp;blog=2006178&amp;post=766&amp;subd=teguhperdana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://teguhperdana.wordpress.com/2011/04/11/the-art-of-unemployment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30e582b47def55ca21fc472570a8d39c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">TheGoeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://teguhperdana.files.wordpress.com/2011/04/kubikel2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
